Published 05/07/2025

Keputihan Gatal: Kenali Penyebabnya dan Cara Ampuh Mengatasinya

penyebab dan cara atasi keputihan gatal
penyebab dan cara atasi keputihan gatal

Tahukah Sobat ASHA bahwa banyak perempuan di Indonesia pernah mengalami keputihan yang disertai rasa gatal, tetapi menganggapnya hal biasa dan membiarkannya begitu saja? Sebenarnya, tindakan ini sangatlah keliru dan tidak dibenarkan.

 

Mungkin Sobat sendiri pernah merasakan sensasi gatal yang mengganggu di area kewanitaan, disertai cairan yang keluar lebih banyak dari biasanya? Jangan dianggap sepele, ya. Keputihan gatal bisa menjadi pertanda adanya infeksi atau gangguan kesehatan reproduksi yang perlu segera ditangani, lho. 

 

Sobat ASHA, penting bagi kita untuk memahami bahwa keputihan memang merupakan bagian alami dari sistem perlindungan tubuh wanita. Namun, jika disertai rasa gatal, bau tidak sedap, atau perubahan warna, ini bisa menjadi sinyal adanya masalah serius. 

 

Artikel ini akan membantumu mengenali penyebab keputihan gatal, cara pencegahannya, serta langkah-langkah penanganan yang aman dan efektif agar Sobat ASHA bisa kembali nyaman dan percaya diri.

 

Apa itu Keputihan Gatal?

Keputihan gatal adalah kondisi ketika cairan yang keluar dari vagina disertai rasa gatal di area kewanitaan, baik di bagian luar (vulva) maupun di dalam vagina. Rasa gatal ini bisa ringan hingga berat dan sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

 

Keputihan gatal bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi jamur, bakteri, atau reaksi alergi terhadap bahan kimia tertentu. Meski keputihan adalah hal yang normal dan alami, jika disertai gejala seperti gatal dan bau menyengat, maka perlu diwaspadai sebagai tanda adanya gangguan kesehatan reproduksi.

 

 

Di Indonesia kasus keputihan gatal cukup sering ditemukan, terutama pada wanita usia produktif. Banyak kasus yang terjadi karena kurangnya pemahaman tentang cara menjaga kebersihan area kewanitaan atau penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai. 

 

Data dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa infeksi saluran reproduksi akibat jamur dan bakteri merupakan salah satu masalah kesehatan wanita yang umum, tetapi masih sering dianggap sepele. 

 

Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi lebih serius dan berdampak pada kesuburan. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran mengenai keputihan gatal sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

 

Faktor Penyebab Keputihan Gatal

Berbagai faktor dapat memicu keputihan yang disertai rasa gatal, mulai dari infeksi hingga reaksi alergi. Mengenali penyebabnya adalah langkah pertama untuk menentukan penanganan yang tepat dan mencegah kekambuhan.

 

1. Infeksi Bakteri Vagina

Vagina yang terinfeksi bakteri biasanya juga mengeluarkan keputihan berbau amis disertai rasa gatal yang cukup mengganggu. Hal ini terjadi saat keseimbangan flora normal terganggu. 

 

2. Infeksi Jamur Vagina

Infeksi jamur Candida albicans merupakan salah satu penyebab keputihan gatal yang paling umum. Gejalanya meliputi keputihan kental seperti keju, disertai rasa gatal dan iritasi di sekitar area vagina.

 

3. Trikomoniasis

Selain menyebabkan keputihan berbusa dan berbau tidak sedap, infeksi dari parasit Trikomoniasis juga menimbulkan gatal, kemerahan, dan rasa nyeri saat buang air kecil. Infeksi ini bersifat menular sehingga perlu penanganan lebih lanjut. 

 

4. Gonore

Gonore adalah infeksi bakteri menular seksual yang juga dapat menyebabkan keputihan abnormal disertai rasa gatal. Infeksi ini umumnya disertai nyeri panggul dan bisa berdampak pada kesuburan jika tidak segera ditangani.

 

5. Alergi Bahan Kimia

Beberapa wanita sensitif terhadap produk kewanitaan seperti sabun berpewangi, deterjen, atau pembalut tertentu. Reaksi alergi terhadap bahan-bahan ini dapat menyebabkan iritasi dan keputihan yang disertai rasa gatal.

 

6. Perubahan Hormon

Perubahan hormon menjelang menstruasi, masa kehamilan atau menopause dapat mempengaruhi kadar keasaman vagina. Kondisi ini bisa memicu rasa gatal serta keputihan yang lebih banyak atau berbeda dari biasanya.

 

Cara Mencegah Keputihan Gatal

Pencegahan jelas lebih baik daripada mengobati, termasuk dalam hal mengatasi problem keputihan gatal. Dengan menjaga kebersihan dan gaya hidup sehat, Sobat ASHA dapat meminimalkan risiko gangguan pada area kewanitaan.

 

Coba lakukan langkah berikut ini untuk mencegah timbulnya keputihan gatal, ya. 

 

Menjaga Kebersihan Vagina

Membersihkan area kewanitaan dengan benar merupakan langkah penting untuk menjaga keseimbangan pH dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen. Hindari membersihkan vagina secara berlebihan atau menggunakan sabun yang mengandung bahan iritatif.

 

 

Pakai Celana dalam Berbahan Katun

Celana dalam berbahan katun memungkinkan kain menyerap keringat sehingga area kewanitaan tetap kering. Dengan menggunakannya, sirkulasi udara di bagian kewanitaan akan terasa lega dan area kewanitaan tidak mudah ditumbuhi jamur. 

 

Rutin Ganti Pembalut Saat Haid

Sobat ASHA mengalami haid dengan aliran darah yang deras? Cobalah mengganti pembalut setiap 4 hingga 6 jam sekali untuk mencegah bakteri berkembang biak dan menimbulkan iritasi. Jangan biarkan pembalut terlalu lama menempel, terutama saat haid hari pertama. 

 

Perhatikan Pola Makan dan Gaya Hidup

Asupan makanan yang bergizi serta gaya hidup sehat dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Hindari konsumsi gula berlebihan karena bisa memicu pertumbuhan jamur di vagina.

 

Hindari Produk Kewanitaan dengan Kandungan Iritan

Produk kewanitaan berpewangi seperti pembalut beraroma serta tisu basah seringkali mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi area vagina. Cobalah pilih produk yang hipoalergenik dan tidak mengganggu keseimbangan alami flora vagina.

 

Cara Mengatasi Keputihan Gatal

Jika Sobat ASHA mengalami keputihan gatal, penting untuk mengambil langkah penanganan yang sesuai dengan penyebabnya. Penanganan mandiri boleh dilakukan, tetapi pastikan tidak menunda konsultasi jika gejala terjadi terus-menerus. 

 

Menghentikan Pemicu Alergi

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghindari faktor penyebab iritasi. Misalkan saja dengan menghentikan sementara penggunaan produk beraroma semacam parfum vagina. Anda perlu melakukan langkah ini untuk menghentikan penyebaran infeksi berkelanjutan. 

 

Penggunaan Obat Antijamur

Jika keputihan gatal disebabkan oleh infeksi jamur, obat antijamur dalam bentuk krim atau tablet vagina dapat membantu meredakan gejala. Obat ini sebaiknya digunakan sesuai resep dokter untuk memastikan efektivitas dan keamanan.

 

Antibiotik untuk Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri seperti bacterial vaginosis atau gonore memerlukan pengobatan antibiotik. Penggunaan antibiotik harus berdasarkan hasil diagnosis medis dan tidak boleh digunakan sembarangan agar tidak terjadi resistensi.

 

Konsultasi dengan Dokter

Jika keputihan gatal tidak kunjung membaik dalam beberapa hari atau disertai gejala berat, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Diagnosis yang tepat sangat penting agar penanganan bisa efektif dan menyeluruh.

 

Pemeriksaan dan Tindakan Medis Lebih Lanjut

Jika keputihan gatal tidak kunjung membaik setelah dilakukan perawatan mandiri atau justru semakin parah, langkah terbaik yang dapat diambil adalah menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh.

 

Hal ini penting agar penyebab pasti dari keluhan dapat diidentifikasi secara akurat dan ditangani dengan tepat. Terlebih, beberapa jenis infeksi seperti trikomoniasis, gonore, atau bacterial vaginosis memiliki gejala yang mirip dan sering kali sulit dibedakan tanpa pemeriksaan laboratorium.

 

Beberapa tindakan ini mungkin juga akan diambil oleh dokter untuk mengatasi keputihan gatal yang tidak kunjung sembuh:

 

Tes laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti: 

Dokter akan mengambil sampel cairan keputihan menggunakan kapas steril untuk dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi jenis mikroorganisme apa yang menyebabkan infeksi. Dengan mengetahui penyebabnya secara akurat, dokter dapat menentukan jenis obat atau terapi yang paling sesuai guna menghindari kesalahan dalam penanganan.


Pap smear atau pemeriksaan pH vagina jika diperlukan:

Pada beberapa kasus, terutama jika keputihan berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti nyeri saat berhubungan intim atau bercak darah, dokter mungkin akan merekomendasikan Pap smear. Tes ini berfungsi untuk mendeteksi perubahan sel pada serviks yang bisa menjadi tanda adanya infeksi menular seksual atau bahkan potensi kanker serviks. 

 

Selain itu, pengukuran pH vagina juga bisa dilakukan untuk mengetahui apakah keasaman vagina berada pada tingkat normal. Ketidakseimbangan pH seringkali menjadi pemicu berkembangnya bakteri jahat penyebab keputihan.


Tindakan lanjutan jika infeksi berulang: 

Jika keputihan gatal terus berulang meskipun sudah menjalani pengobatan, dokter akan melakukan evaluasi lebih mendalam. Hal ini bisa mencakup pemeriksaan USG transvaginal, kolposkopi, atau tes darah untuk melihat apakah ada kondisi medis lain yang mendasari, seperti diabetes, gangguan hormon, atau sistem imun yang lemah. 

 

Dokter Spesialis Terbaik di ASHA IVF

Bagi Sobat ASHA IVF yang sedang mencari dokter untuk konsultasi masalah organ reproduksi mulai dari keputihan, haid tidak teratur, hingga program kehamilan, tim dokter di ASHA IVF Surabaya siap membantu dengan sepenuh hati. 

 

 

Di sini, Sobat akan ditangani oleh para dokter spesialis terbaik seperti: dr. Andra Kusuma Putra, SpOG., Subsp. FER, Dr. dr. Amang Surya P., SpOG., F-MAS, dan dr. Ali Mahmud, SpOG., Subsp. FER, yang sudah berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kesuburan dan kesehatan reproduksi.

 

Selain keahlian medis yang mumpuni, para dokter di ASHA IVF juga dikenal ramah, komunikatif, dan selalu memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dengan dukungan teknologi canggih dan layanan yang menyeluruh, ASHA IVF menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan menuju kehamilan.

 

Periksa Kesehatan Reproduksi Bersama ASHA IVF

Sobat ASHA, keputihan gatal memang umum terjadi, namun jangan anggap remeh bila kondisi ini berlangsung lama dan sangat mengganggu. Pemeriksaan medis secara rutin adalah langkah bijak yang bisa dipilih untuk memastikan kondisi kesehatan organ reproduksi Anda tetap optimal.

 

Sebagai klinik fertilitas dan kesehatan reproduksi terpercaya, ASHA IVF menyediakan berbagai layanan untuk menangani permasalahan seputar keputihan dan infeksi organ kewanitaan, termasuk:

 

  • Female Services yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan dan privasi bagi wanita saat berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan. 
  • Pemeriksaan laboratorium menyeluruh yang membantu mendeteksi penyebab keputihan secara akurat, termasuk infeksi menular seksual atau gangguan hormonal. 
  • Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan yang berpengalaman dalam menangani berbagai keluhan reproduksi wanita, termasuk keputihan gatal kronis atau berulang. 

Jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut bila mengalami keputihan gatal yang tidak kunjung sembuh. Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan menjaga kesehatan reproduksi Anda tetap optimal.

 

Ditinjau Oleh:

dr. Meliana Jayasaputra, SpOG

 

Sumber Referensi:

  1. Mayo Clinic. (2025). Vaginitis: Symptoms and causes. Diakses 2025.

  2. MedlinePlus. (2025). Vaginitis. Diakses 2025.

  3. Mayo Clinic. (2025). Vaginal discharge: Definition. Diakses 2025.

 

Yuk! Mulai Perjalanan Kehamilan
Menuju Keluarga Bahagia!

Jangan Menyerah pada Impian dan harapan mulia, Kami Ada di Sini Untuk Menciptakan Keajaiban Bersama!

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*

pendaftaran konsultas

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih Waktu Reservasi*
No Telp*
Nama Lengkap*
Jenis Kelamin*