Menurut Ikatan Ahli Urologi Indonesia, sekitar 15% laki-laki menderita varikokel pada usia produktif. Penyakit ini adalah salah satu penyebab kemandulan dan mampu mengakibatkan penurunan kualitas sperma secara berangsur-angsur pada pria.
Meskipun banyak pasien varikokel mengaku tidak merasakan gejala apapun, tetapi kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu dilakukan. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang varikokel, gejala dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengobatinya.
Pengertian Varikokel
Varikokel bisa diterjemahkan sebagai kondisi di mana kantong zakar membesar tidak wajar. Walaupun tidak bergejala, tetapi sebagian pasien tetap merasakan ketidaknyamanan karena rasa nyeri yang ditimbulkan. Selain itu, penyakit ini membuat kualitas sperma semakin menurun. Ini karena pembuluh darah vena yang membesar dapat membuat testis panas dan menghambat aliran darah.
Penyebab Varikokel
Berikut ini adalah beberapa penyebab Varikokel yang perlu Anda pahami.
1. Katup vena yang lemah atau rusak
Saat katup vena rusak, darah akan menumpuk dan membuat pembuluh bengkak. Nah, darah yang terjebak ini akan mengalir kembali ke testis sehingga menyebabkan varikokel.
2. Tekanan dalam perut bagian bawah
Pembuluh darah vena di bagian perut yang tersumbat juga dapat mengakibatkan varikokel. Meski begitu, kasus ini amat jarang terjadi.
3. Kelainan anatomi pembuluh darah
Bentuk anatomi pembuluh darah yang tidak normal juga membuat darah mengalir balik, menyebabkan pembengkakan.
4. Riwayat keluarga
Tidak bisa dipungkiri bahwa pengaruh genetik terhadap varikokel sangat kuat. Seseorang berpotensi terkena varikokel apabila memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini.
Gejala Varikokel
Berikut ini adalah beberapa gejala varikokel yang perlu Anda pahami supaya bisa lebih waspada.
- Nyeri atau rasa berat pada skrotum
Biasanya rasa nyeri ini akan bertambah parah saat berdiri dalam waktu lama atau setelah beraktivitas fisik yang berat, dan membaik saat berbaring.
- Skrotum tampak tidak simetris
Salah satu sisi skrotum bisa terlihat lebih besar atau menggantung lebih rendah daripada sisi lainnya, akibat pembesaran pembuluh darah.
- Penurunan ukuran testis
estis yang terdampak varikokel bisa mengecil karena kerusakan pada jaringan akibat sirkulasi darah yang terganggu.
- Ketidaksuburan atau infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya.
Varikokel dapat mengganggu produksi dan kualitas sperma, sehingga berkontribusi terhadap masalah kesuburan pria.
Komplikasi Varikokel
Jangan tunggu hingga parah, apabila Anda merasakan nyeri pada bagian intim segeralah memeriksakan diri ke dokter supaya bisa segera ditangani. Varikokel yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi berikut.
1. Infertilitas Pria
Varikokel dapat meningkatkan suhu di sekitar testis, yang berdampak negatif pada produksi dan kualitas sperma. Akibatnya, pria dengan varikokel memiliki risiko lebih tinggi mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan.
2. Atrofi Testis
Testis yang mengalami varikokel bisa mengecil atau mengalami atrofi. Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah yang membesar menekan jaringan di sekitar testis, mengurangi aliran oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan testis.
3. Penurunan Produksi Testosteron
Varikokel dapat mengganggu fungsi sel-sel penghasil hormon di testis, sehingga menyebabkan penurunan kadar testosteron. Hal ini bisa berdampak pada energi, mood, massa otot, hingga kesehatan seksual secara keseluruhan.
Diagnosis Varikokel
Dokter mungkin akan melakukan berbagai tindakan berikut ini untuk mendiagnosis varikokel.
1. Pemeriksaan Fisik
Dokter akan memeriksa skrotum Anda dalam posisi berdiri maupun berbaring. Anda mungkin diminta untuk melakukan manuver Valsava (mengembuskan napas sambil menahan napas) untuk membantu memperjelas pembesaran pembuluh darah di skrotum.
2. USG Skrotum (Doppler)
Jika diperlukan, dokter akan melakukan ultrasonografi (USG) skrotum menggunakan teknologi Doppler. Pemeriksaan ini membantu memastikan adanya pembesaran vena dan mengukur seberapa besar dampaknya terhadap aliran darah di sekitar testis.
3. Analisis Sperma
Untuk pria yang mengalami masalah kesuburan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan analisis sperma. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma, guna mengetahui apakah varikokel memengaruhi kualitas sperma.
4. Pemeriksaan Hormon
Jika dicurigai adanya gangguan produksi hormon, dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan kadar hormon, seperti testosteron. Ini penting untuk mengetahui apakah varikokel sudah memengaruhi fungsi hormonal testis.
Apakah Varikokel Bisa Sembuh?
Varikokel sangat bisa sembuh asalkan pasien rutin melakukan pemeriksaan untuk memantau perkembangan. Selain itu, ada juga prosedur lain yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan varikokel.
Pengobatan Varikokel
Pilihan pengobatan varikokel tergantung pada tingkat keparahan gejala dan tujuan pasien, seperti meredakan nyeri atau meningkatkan kesuburan. Berikut ini beberapa metode yang biasa dilakukan:
1. Pendekatan Non-Bedah
Untuk varikokel yang tidak menimbulkan gejala berat, dokter mungkin menyarankan pemantauan rutin dan pengelolaan nyeri dengan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen. Penggunaan celana dalam penyangga (supportive underwear) juga bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan.
2. Operasi Varikokelektomi
Operasi ini bertujuan untuk mengikat vena yang membesar agar aliran darah kembali normal. Ada beberapa metode operasi yang tersedia:
- Mikrosurgical Varicocelectomy: Ini adalah metode bedah dengan tingkat keberhasilan tertinggi. Dilakukan menggunakan mikroskop bedah untuk memperbesar tampilan vena, memungkinkan dokter mengikat hanya vena yang bermasalah tanpa merusak pembuluh darah atau saluran sperma di sekitarnya.
- Laparoscopic Varicocelectomy: Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan alat laparoskop (sebuah tabung kecil dengan kamera). Dengan bantuan kamera, dokter dapat melihat dan mengikat vena bermasalah.
- Open Surgery: Metode tradisional ini dilakukan melalui sayatan di selangkangan atau perut bagian bawah. Meski lebih jarang digunakan saat ini karena teknik mikrosurgery dan laparoskopi lebih disukai, open surgery masih menjadi pilihan pada beberapa kondisi tertentu.
3. Embolisasi Vena
Ini adalah prosedur non-bedah minimal invasif. Seorang ahli radiologi memasukkan kateter kecil melalui pembuluh darah di selangkangan atau leher, lalu menyuntikkan zat khusus atau memasang koil kecil untuk menutup vena yang rusak. Embolisasi biasanya memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan operasi, namun tidak selalu tersedia di semua rumah sakit.
Apakah Varikokel Selalu Menyebabkan Infertilitas?
Jika Anda mengidap varikokel, tidak perlu khawatir karena penyakit ini tidak selalu menyebabkan infertilitas. Varikokel memang mempengaruhi kualitas kesuburan pria. Akan tetapi, tidak semua pasien varikokel susah memiliki keturunan. Beberapa penderita varikokel masih bisa memiliki anak secara alami maupun menggunakan teknologi reproduksi modern.
Kapan Harus ke Dokter?
Pada awal merasakan nyeri, pembengkakan atau benjolan, Anda harus segera ke dokter untuk memeriksakan diri. Apalagi bila nyeri sudah sangat mengganggu kegiatan sehari-hari, segeralah tanyakan dokter untuk mendapatkan solusi dan penanganan yang tepat.
Bagi Anda yang berencana memiliki keturunan tetapi beberapa kali merasakan nyeri pada area skrotum, segeralah jula temui dokter. Curigai pula jika testis Anda semakin terasa lebih kecil dari biasanya.
Kenapa Memilih ASHA IVF untuk Pemeriksaan Dini Reproduksi?
Memilih ASHA IVF Surabaya sebagai tempat pemeriksaan dan penanganan masalah kesuburan adalah langkah yang tepat bagi pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati. Berikut beberapa alasan mengapa ASHA IVF Surabaya layak menjadi pilihan utama:
1. Teknologi Reproduksi Terkini
ASHA IVF Surabaya mengadopsi teknologi mutakhir dalam bidang fertilitas, seperti:
- IMSI (Intracytoplasmic Morphologically-Selected Sperm Injection): Teknik ini memungkinkan pemilihan sperma dengan morfologi terbaik untuk meningkatkan kualitas embrio.
- Inkubator Time-Lapse: Memantau perkembangan embrio secara real-time tanpa mengganggu lingkungan inkubasi, sehingga meningkatkan akurasi dalam pemilihan embrio terbaik.
- Preimplantation Genetic Testing (PGT): Mendeteksi kelainan genetik pada embrio sebelum implantasi, memastikan kehamilan yang sehat.
2. Tim Medis Berpengalaman dan Profesional
Didukung oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi berpengalaman, salah satunya Dr. Amang Surya Priyanto, SpOG, F-MAS, ASHA IVF Surabaya memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang personal dan berkualitas tinggi.
3. Layanan Female Service
ASHA IVF Surabaya memahami kenyamanan pasien wanita dengan menyediakan layanan “Female Service”, di mana seluruh proses medis ditangani oleh tenaga medis wanita, mulai dari konsultasi hingga prosedur medis, menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung.
4. Akses Mudah dan Terjangkau
Terletak di RS PHC Surabaya dan RSAL Surabaya, ASHA IVF mudah diakses oleh pasien dari berbagai wilayah. Selain itu, tersedia program khusus bagi pegawai BUMN dan afiliasi dengan harga terjangkau, menjadikan layanan berkualitas tinggi lebih mudah dijangkau.
5. Pendekatan Holistik dan Dukungan Psikologis
ASHA IVF Surabaya tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada pasien, memastikan mereka merasa didukung sepanjang perjalanan menuju kehamilan.
Dengan kombinasi teknologi canggih, tim medis berpengalaman, dan pendekatan yang holistik, ASHA IVF Surabaya siap membantu Anda dalam perjalanan menuju kehamilan yang sukses. Jangan ragu untuk menghubungi dan memulai langkah pertama menuju keluarga yang Anda impikan.
Yuk, Hubungi Tim ASHA IVF Sekarang!
Sumber Referensi:
- Mayo Clinic. (n.d.). Varicocele: Symptoms and Causes. ditinjau oleh tim medis dan dokter ahli. Diakses pada 2025.
- UCLA Health. (2023). UCLA Health Research Focuses on Varicoceles and Male Fertility. berasal dari institusi medis akademik dan riset, ditinjau oleh tim medis UCLA Health. Diakses pada 2025.
- UCSF Radiology. (n.d.). Varicocele Treatment – UCSF Radiology. ditinjau dan dikelola oleh dokter spesialis di UCSF (University of California, San Francisco). Diakses pada 2025.
- Progyny. (n.d.). Understanding Varicoceles and Male Infertility. ditinjau oleh tim spesialis fertilitas. Diakses pada 2025.



