Untuk Anda para pria, jangan terlalu sering menggunakan celana ketat ya. Meskipun tampak stylist dan membuat penampilan tampak semakin menarik, celana ketat bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan reproduksi.
Beberapa ahli juga menyarankan pria menggunakan celana longgar dan menyerap keringat untuk aktivitas sehari-hari.
Berikut ini penjelasan lebih mendalam mengenai pengaruh celana ketat bagi kesuburan pria.
Kenapa Celana Ketat Menjadi Masalah untuk Pria?
Celana ketat jelas menjadi masalah apabila Anda menggunakannya setiap hari. Sebabnya, celana model ini bisa meningkatkan suhu testis sehingga proses pembentukan sperma dapat terganggu.
Dampak Celana Ketat terhadap Kesuburan Pria (List Data)
Tak cuma suhu testis, ada beberapa dampak lain dari penggunaan celana ketat yang berkepanjangan bagi pria.
1. Peningkatan Suhu Skrotum
Srotum atau buah zakar pria punya peran dalam menjaga kestabilan suhu testis. Apabila Anda memakai celana ketat, suhu skrotum akan semakin meningkat dan panas. Kualitas sperma pun bisa jadi turun karena kebiasaan ini.
Beberapa studi juga menunjukkan bahwa mengenakan pakaian dalam ketat dapat meningkatkan suhu testis sebesar 0,5°C hingga 0,8°C. Meskipun peningkatan ini tidak secara langsung menyebabkan infertilitas, suhu yang lebih tinggi dapat memengaruhi kualitas sperma dan produksi sperma secara keseluruhan.
2. Penurunan Kualitas Sperma
Suhu yang lebih tinggi dari normal dapat mengurangi kesuburan pria. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suhu skrotum yang lebih tinggi, yang dapat disebabkan oleh pakaian dalam ketat, dapat memengaruhi produksi sperma.
3. Produksi Sperma Tidak Optimal
Suhu yang terlalu panas bisa menurunkan produksi dan kualitas sperma. Pastikan suhu testis tidak lebih tinggi dari suhu tubuh agar produksi sperma berjalan lancar.
4. Stres Oksidatif pada Testis
Memakai celana ketat dapat menyebabkan stres oksidatif pada testis. Ini karena produksi radikal bebas dan proses penetralannya tidak terjadi secara seimbang. Akibatnya, jaringan testis dan sel bisa rusak.
5. Risiko Varikokel
Pemakaian celana ketat seperti skinny jeans juga bisa meningkatkan risiko varikokel karena menekan buah zakar. Jika dilakukan terus menerus, aliran darah bisa terhambat karena pembengkakan pembuluh darah.
6. Gangguan Hormon
Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama memang tidak secara langsung mengganggu hormon. Akan tetapi, celana ini bisa membuat penurunan kualitas sperma yang berdampak pada gangguan keseimbangan hormon testosteron.
7. Iritasi dan Infeksi Kulit
Celana ketat dapat memberikan dampak buruk seperti infeksi jamur karena kurangnya sirkulasi udara pada kulit. Pastikan memilih celana yang longgar untuk menghindari gesekan dan lembabnya kulit.
Siapa yang Paling Berisiko?
Berikut ini adalah kategori orang yang paling beresiko mengalami penurunan kesuburan dari penggunaan celana ketat.
- Pria yang memakai celana jeans atau celana dalam ketat setiap hari.
Tentunya, pria yang sering menggunakan celana ketat setiap harinya akan mengalami penurunan kesuburan tanpa terduga.
- Pekerja kantoran atau pengendara motor jarak jauh.
Pengendara motor yang terbiasa mengenakan celana ketat akan mengalami resiko penurunan kesuburan lebih besar. Ini karena testis akan tertekan oleh sesaknya celana dan posisi duduk selama mengendarai motor, apalagi jika jaraknya jauh.
- Pria dengan riwayat varikokel atau infeksi testis.
Penderita varikokel juga mengalami resiko yang semakin besar jika terbiasa mengenakan celana ketat setiap harinya.
- Pria yang tinggal di iklim panas tanpa sirkulasi udara yang baik di pakaian.
Pria yang berdomisili di daerah dengan udara panas sebaiknya tidak mengenakan celana ketat untuk menghindari peningkatan suhu testis. Mengenakan celana longgar adalah salah satu langkah awal untuk mencegah penurunan kualitas sperma.
Tanda-Tanda Awal Masalah Kesuburan Akibat Celana Ketat
Jika sebelumnya Anda sering melakukan kebiasaan buruk mengenakan celana ketat, bisa jadi ada beberapa tanda awal masalah kesuburan berikut ini.
- Rasa panas atau tidak nyaman di area skrotum
Peningkatan suhu pada testis akibat penggunaan celana ketat dapat mengganggu proses pembentukan sperma.
- Testis sering terasa nyeri atau nyut-nyutan
Celana ketat dapat menekan bagaian testis, membuatnya terasa nyeri. Jika hal ini berlangsung lumayan lama dan tidak kunjung membaik dengan sendirinya setelah berganti celana, segera kunjungi dokter urologi.
- Produksi sperma menurun (bisa diketahui lewat analisis sperma)
Masalah kesuburan akibat penggunaan celana ketat dapat terdeteksi lewat metode analisis sperma. Caranya adalah dengan mengevaluasi bentuk dan pergerakan sperma lewat laboratorium.
- Sulit memiliki anak setelah 1 tahun berhubungan rutin tanpa kontrasepsi
Apabila Anda sudah berusaha berhubungan dengan istri tetapi tidak kunjung memiliki anak dalam jangka 1 tahun terakhir, waspadai penurunan kesuburan. Bisa jadi kebiasaan buruk pemakaian celana ketat Anda adalah penyebab dari hal ini.
Tips Memilih Celana yang Aman untuk Kesuburan
Beberapa tips berikut ini bisa Anda coba dalam memilih celana yang cocok dan tidak mengganggu jalannya reproduksi.
1. Pilih celana dalam longgar seperti boxer
Celana dalam yang lumayan longgar tidak akan membuat suhu testis panas. Anda bisa membelinya di berbagai marketplace maupun toko terdekat, dengan harga yang terbilang murah.
Sebuah penelitian oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan bahwa pria yang mengenakan boxer memiliki konsentrasi sperma 25% lebih tinggi, jumlah total sperma 17% lebih tinggi, dan jumlah sperma motil 33% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengenakan pakaian dalam ketat
2. Hindari bahan sintetis
Celana yang dijahit menggunakan kain sintetis umumnya tidak bisa menyerap keringat seperti bahan katun. Akibatnya, bagian bawah tubuh bisa terasa lembap dan gerah.
3. Ganti celana dalam setiap hari
Jika Anda terpaksa harus mengenakan celana ketat untuk acara tertentu, pastikan Anda segera mengganti dengan celana longgar sesampainya di rumah. Ada baiknya juga untuk mengganti celana dalam setiap hari supaya testis bisa bernafas dan tidak terkena bakteri dari keringat.
4. Hindari celana skinny saat cuaca panas
Hindari pula pemakaian celana skinny di cuaca yang sangat terik. Celana model ini benar-benar membuat testis Anda sesak sehingga suhu pun meningkat.
5. Berikan “waktu bebas” untuk testis
Tidak mengapa jika sesekai Anda memberikan “ruang bebas” untuk testis. Misalkan dengan tidak menggunakan celana dalam di malam hari ketika tidur. Tujuannya supaya kualitas sperma Anda bisa terjaga.
Jangan Abaikan Kesehatan Reproduksi Anda, Periksa Sejak Dini di ASHA IVF Surabaya
Penggunaan celana ketat dapat memengaruhi kesuburan pria. Namun, banyak pria yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kesuburan secara proaktif. Menunda evaluasi dapat memperlambat penanganan masalah yang sebenarnya dapat diatasi lebih awal.
ASHA IVF Surabaya, berlokasi di Gedung PMC Lantai 5, RS PHC Surabaya, menawarkan layanan pemeriksaan kesuburan pria dengan pendekatan medis yang komprehensif dan teknologi terkini .
Mengapa Memilih ASHA IVF Surabaya?
- Teknologi IMSI (Intra Cytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection): Memungkinkan pemilihan sperma dengan morfologi terbaik untuk meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan.
- Pendekatan Personal dan Humanis: Setiap pasien mendapatkan perhatian khusus, dengan perawatan yang disesuaikan dan dukungan emosional selama program.
- Bagian dari Jaringan Rumah Sakit BUMN IHC: Memberikan akses yang lebih luas dan terpercaya bagi pasien di seluruh Indonesia.
Jangan tunggu hingga terlambat. Pemeriksaan kesuburan pria sebaiknya dilakukan sejak dini untuk mengidentifikasi dan menangani potensi masalah secepat mungkin.
Jadwalkan Konsultasi Sekarang!
Ditinjau Oleh: Dr. dr. M. P. B. Dyan Pramesti, SpAnd (K)
Sumber Referensi:
- Andromedi Clinic. (n.d.). Tight Pants and Fertility: Is There a Relationship?. ditinjau oleh tim medis profesional. Diakses pada 2025.
- McGill University – Office for Science and Society. (n.d.). Facts and Myths About Male Fertility: Tight Underwear, Hot Tubs, Marijuana and More. Diakses pada 2025.
- Z Urology. (n.d.). Tight Clothes and Heat Can Lead to Male Infertility. Diakses pada 2025.
- Jung, A., Schuppe, H. C., & Schill, W. B. (2002). Genital heat stress and male fertility: The roles of tight underwear and laptop computers. Artikel ilmiah peer-reviewed dipublikasikan di jurnal Reproductive Biology and Endocrinology. Diakses pada 2025.
- KidsHealth – Nemours Foundation. (n.d.). Tighty Whities. Ditinjau oleh dokter anak. KidsHealth adalah situs yang rutin meninjau kontennya dengan tenaga medis. Diakses pada 2025.



