Screening kondisi organ tubuh penting dilakukan oleh orang tua, terutama pada bayi yang baru lahir. Selain mengecek apakah bayi memiliki anggota tubuh lengkap seperti tangan, kaki, mata, hidung dan berbagai indera lain, penting juga untuk melihat bagian testis bayi apakah pada posisi semestinya.
Pasalnya, ada banyak orang tua yang belum mengerti soal Kriptorkismus atau keanehan medis yang terjadi pada buah zakar bayi dan terlanjur hingga dewasa.
Bagaimana mengindentifikasinya? Berikut penjelasannya,
Apa Itu Testis Tidak Turun (Kriptorkismus)?
Kriptorkismus adalah kondisi ketika testis tidak turun ke dalam skrotum. Bila tidak kunjung diobati sejak kanak-kanak, kondisi ini dapat berangsur hingga dewasa dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesuburan.
Penyebab Testis Tidak Turun
Lantas, apa yang menyebabkan testis tidak turun?
1. Gangguan hormonal
Testis yang tidak turun disebabkan oleh kurangnya hormon testosteron di dalam tubuh selama perkembangan janin.
Testosteron sendiri berperan dalam perkembangan testis itu sendiri. Nah, ketika mengalami gangguan, maka testis tidak akan bisa turun ke skrotum.
2. Masalah mekanik
Selama perkembangan janin di dalam rahim, biasanya testis akan berangsur turun ke skrotum. Akan tetapi, jika saluran inguinal menyempit atau rusak, testis mungkin tidak bisa turun.
3. Kelainan genetika
Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa testis yang tidak turun disebabkan masalah genetik. Kemungkinan saudara laki-laki sebelumnya memiliki kondisi yang juga sama.
4. Perkembangan testis yang abnormal
Adanya gangguan pada saluran inguinal atau jaringan yang mendukung testis bisa menghambat penurunan testis.
Faktor Risiko Testis Tidak Turun
Segera kunjungi dokter jika Ada merasa testis bayi Anda tidak turun setelah dilahirkan. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berdampak pada masa depannya. Beberapa resiko yang mungkin berperan adalah:
- Kelahiran prematur
Bayi yang lahir dalam keadaan prematur lebih berpotensi mengalami testis tidak turun. Biasanya, hal ini terjadi pada trimester akhir kehamilan.
- Berat badan lahir rendah (BBLR)
Bayi yang lahir dengan berat badan rendah punya kemungkinan tinggi mengalami kriptorkismus. Oleh karena itu, mengusahakan asupan makanan bergizi selama masa kehamilan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar.
- Riwayat keluarga
Anggota keluarga seperti ayah atau saudara laki-laki yang terkena kriptorkismus mungkin akan menurunkan bayi dengan kondisi yang sama.
- Paparan zat kimia
Paparan zat kimia semacam ftalat, pestisida, dan estrogen selama masa kehamilan mungkin dapat melahirkan anak dengan kondisi kriptorkismus.
- Diabetes gestasional
Hindari mengkonsumsi minuman manis berlebihan selama masa kehamilan. Dikhawatirkan, kondisi ini bisa menyebabkan diabetes gestasional yang berdampak pada perkembangan janin. Salah satunya adalah kejadian bayi dengan kriptorkismus.
Gejala Testis Tidak Turun
Testis tidak turun pada bayi sangat bisa dicek sesaat setelah dilahirkan. Oleh karena itu, tenaga medis harus teliti saat menscreening kelengkapan anggota tubuh bayi.
Ciri-ciri yang bisa dikenali
- Skrotum tidak simetris
Ukuran skrotum tidak seimbang, lebih kecil atau lebih besar dibandingkan sisi lain.
- Salah satu bagian skrotum tampak kosong
Testis yang tidak teraba atau tampak kosong pada salah satu kantung adalah ciri-ciri dari kriptorkismus.
- Tidak terasa adanya testis saat diraba oleh dokter
Dokter mungkin tidak menemukan testis di dalam skrotum, sehingga perlu mendiagnosa adanya kemungkinan kriptorkismus.
Komplikasi Jika Tidak Ditangani
Berbagai komplikasi serius sangat mungkin terjadi apabila testis yang tidak turun tidak segera ditangani. Selain masalah fisik, efek psikologis sangat bisa mengganggu penderita dalam menjalani hidup sehari-hari.
1. Infertilitas
Jika tidak ditangani, testis yang tidak turun bisa mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan.
2. Kanker testis
Pria dengan kondisi kriptorkismus memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker testis apabila pengobatan tidak dilakukan sebelum pubertas.
3. Hernia inguinalis
Saat janin berkembang, testis yang terbentuk di dalam perut akan turun menuju skrotum. Akan tetapi, pada kasus kriptorkismus testis tidak bisa turun sepenuhnya sehingga menimbulkan celah. Nah, lubang kecil ini dapat menyebabkan usus turun dan menimbulkan hernia.
4. Torsio testis
Testis yang tidak turun dan terpelintir akan mengalami pemutusan aliran darah ke testis. Jika tidak ditangani akan menyebabkan kerusakan permanen.
5. Masalah psikologis
Anak dengan testis turun akan mengalami kurangnya rasa percaya diri ketika dewasa. Perbedaan fisik yang menonjol bisa jadi bumerang bagi masa depan.
Diagnosis Testis Tidak Turun
Guna mengetahui apakah bayi yang baru lahir mengalami kriptorkismus, dokter mungkin akan melakukan berbagai tindakan berikut ini.
Pemeriksaan fisik langsung
Pemeriksaan langsung anggota tubuh dilakukan secara kasat mata, menggunakan pakaian medis lengkap supaya bayi tetap bersih dan steril setelah dimandikan.
USG skrotum dan perut
Apabila dokter kurang yakin dengan hasil pemeriksaan langsung, mungkin akan dilakukan tindakan USG Skrotum untuk mengetahui lokasi testis yang tidak teraba.
MRI atau CT scan (jika dibutuhkan)
Lalu, jika hasil USG masih tidak meyakinkan maka dokter akan melakukan tindakan CT Scan atau MRI. Ini terjadi apabila kasusnya sangat kompleks, misalkan karena posisi testis diduga terlalu dalam atau tertutup jaringan.
Laparoskopi diagnostik
Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam perut untuk menemukan testis yang tersembunyi.
Penanganan Testis Tidak Turun
Penanganan testis tidak turun akan dilakukan dengan melihat kondisi anak. Seperti misalkan berapa usianya, lokasi testis serta kondisi medis lain yang mungkin mengiringi.
1. Pemantauan
Tahapan pemantauan akan dilakukan pada bayi baru lahir selama 6 bulan pertama. Dokter dan tenaga medis akan selalu memantau perkembangannya.
2. Terapi Hormon
Pemberian hormon untuk terapi seperti GnRH dan hCG dapat membantu merangsang turunnya testis.
3. Operasi Orkidopeksi
Tindakan ini dilakukan bila pemantauan dan terapi hormon tidak kunjung memberikan efek yang signifikan. Dokter akan mengambil langkah operasi dengan cara memindahkan testis ke dalam skrotum ketika pasien berusia 6 hingga 12 bulan.
Apakah Bisa Disembuhkan?
Jangan terlalu bersedih apabila buah hati Anda mengalami masalah ini. Untungnya, kriptorkismus masih bisa disembuhkan apabila anak sudah dioperasi sebelum usia 1 tahun. Penanganan yang tepat dapat membuat fungsi testis tetap normal dan menghindarkan resiko komplikasi jangka panjang secara signifikan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan tunggu hingga si kecil dewasa, segera bawa anak ke dokter apabila:
- Tidak ada perkembangan hingga usia 6 bulan meski sudah terapi hormon.
- Ada keluarga dengan kondisi genetik serupa.
- Buah zakar tampak tidak simetris atau kosong.
- Testis tidak teraba setelah lahir.
Nah, apabila sudah terlanjur terjadi ketika dewasa, maka penanganannya lumayan berbeda. Yaitu dengan tindakan operasi orkidopeksi jika testis masih layak. Akan tetapi, jika testis sudah tidak berfungsi, dokter akan mengangkat testis untuk menghindari komplikasi.
Kenapa Harus di ASHA IVF?
ASHA IVF Surabaya menyediakan layanan lengkap untuk penanganan kriptorkismus dan masalah kesuburan pria:
Dokter spesialis andrologi dan urologi berpengalaman
Tim medis di ASHA IVF Surabaya terdiri dari dokter-dokter spesialis andrologi dan urologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kriptorkismus dan gangguan reproduksi pria. Mereka memiliki keahlian dalam melakukan diagnosis yang akurat serta menentukan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.
Fasilitas USG dan diagnostik modern
ASHA IVF Surabaya dilengkapi dengan peralatan diagnostik canggih, termasuk USG skrotum dan perut, yang memungkinkan deteksi lokasi testis yang tidak turun secara akurat. Fasilitas ini mendukung evaluasi menyeluruh terhadap fungsi reproduksi pria, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan efektif.
Pendekatan holistik untuk kesehatan reproduksi pria
Pendekatan holistik diterapkan di ASHA IVF Surabaya, mencakup seluruh aspek kesehatan reproduksi pria. Mulai dari diagnosis awal, terapi hormonal, hingga tindakan bedah seperti orkidopeksi jika diperlukan. Selain itu, dukungan psikologis juga diberikan untuk membantu pasien menghadapi dampak emosional dari kondisi yang dialami.
Konsultasi lengkap dari diagnosis hingga solusi kesuburan
ASHA IVF Surabaya menawarkan layanan konsultasi yang komprehensif, mulai dari tahap diagnosis hingga penentuan solusi kesuburan yang sesuai dengan kebutuhan individu. Pasien mendapatkan pendampingan penuh dalam setiap tahap penanganan, termasuk evaluasi kesuburan dan perencanaan keluarga, dengan solusi yang disesuaikan dengan kondisi dan harapan pasien.
Jangan tunda penanganan kriptorkismus. Deteksi dan penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius di masa depan. Kunjungi ASHA IVF Surabaya untuk mendapatkan penanganan terbaik dari tim medis profesional.
Ditinjau Oleh: Dr. dr. M. P. B. Dyan Pramesti, SpAnd (K)
Sumber referensi:
- Cleveland Clinic. (n.d.). Undescended Testicles (Cryptorchidism). Ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.
- Medscape. (n.d.). Cryptorchidism (Undescended Testicle): Overview. ditinjau oleh dokter spesialis urologi. Diakses pada 2025.
- KidsHealth by Nemours. (n.d.). Undescended Testicles (Cryptorchidism). Ditinjau oleh tim medis KidsHealth (dokter anak dan spesialis). Diakses pada 2025.
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2019). Undescended Testis. Ditulis oleh profesional medis dan tersedia dalam basis data medis NCBI. Diakses pada 2025.
- Children’s Health. (n.d.). Undescended Testes (Cryptorchidism). Dikelola oleh tim medis Children’s Health. Diakses pada 2025.



