Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, memahami siklus menstruasi bukan hanya sekedar menghitung hari haid. Ada fase penting yang kerap terlewat padahal berperan besar dalam menentukan keberhasilan program hamil, yaitu fase praovulasi.
Pada masa ini, tubuh wanita sedang mempersiapkan sel telur yang matang sekaligus menyiapkan rahim agar siap menerima pembuahan. Dengan mengenali tanda-tandanya, peluang terjadinya kehamilan dapat meningkat secara signifikan.
Nah, bagi Mom & Dads yang juga sedang program hamil, pastikan untuk membaca artikel tentang fase praovulasi berikut ini agar langkah yang dilakukan bisa sukses. Simak, ya!
Fase Praovulasi Pada Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi seorang wanita terbagi dalam beberapa fase yang saling berkaitan: fase menstruasi, fase praovulasi, fase ovulasi, dan fase luteal. Dari keempat fase ini, fase praovulasi memiliki peran penting karena menjadi masa persiapan tubuh menuju pelepasan sel telur. Fase ini dimulai segera setelah menstruasi selesai dan berlangsung hingga ovulasi tiba.
Pada masa praovulasi, ovarium bekerja keras untuk mematangkan folikel yang berisi sel telur. Di saat yang sama, lapisan rahim mulai menebal kembali sebagai persiapan tempat menempel jika terjadi pembuahan. Karena itu, fase ini disebut juga sebagai fase pematangan. Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil (promil), mengenali fase ini sangatlah penting karena tubuh wanita berada dalam kondisi paling subur menjelang ovulasi.
- Baca Juga: Siklus Menstruasi Normal vs Tidak Normal
Ciri-Ciri Tubuh Saat Memasuki Fase Praovulasi
Tubuh wanita memberikan sejumlah tanda alami saat memasuki fase praovulasi. Mengenali ciri-ciri tersebut dapat membantu menentukan kapan masa subur dimulai. Simak berbagai tanda berikut ini.
Perubahan lendir serviks
Lendir serviks berubah menjadi lebih jernih, elastis dan licin mirip putih telur mentah. Kondisi ini mempermudah pergerakan sperma agar bisa bertahan lebih lama di dalam rahim dan mencapai sel telur saat ovulasi.
Peningkatan kadar hormon estrogen
Hormon estrogen meningkat secara signifikan di fase ini. Peningkatan ini tidak hanya membantu pematangan sel telur, tetapi juga menebalkan lapisan endometrium agar rahim siap menerima embrio bila pembuahan berhasil.
Suhu basal tubuh yang mulai berubah
Menjelang ovulasi, suhu basal tubuh biasanya sedikit menurun, lalu meningkat setelah ovulasi terjadi. Mencatat suhu basal setiap pagi dapat menjadi cara sederhana untuk mengenali perubahan ini.
Gejala fisik dan emosional lainnya
Sebagian wanita merasakan payudara lebih kencang, peningkatan energi atau mood yang lebih stabil saat fase praovulasi. Selain itu, beberapa perempuan merasa lebih percaya diri dan aktif secara sosial, tanda hormon reproduksi sedang berada dalam kondisi optimal.
Hubungan Fase Praovulasi dengan Program Hamil (Promil)
Dalam program hamil, menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan seksual adalah faktor yang sangat menentukan. Fase praovulasi menjadi momen emas karena tubuh sedang menyiapkan sel telur matang dan rahim yang subur. Hubungan intim yang dilakukan pada fase ini memperbesar kemungkinan sperma bertemu dengan sel telur saat ovulasi berlangsung.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa melakukan hubungan intim 2 atau 3 hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi sendiri meningkatkan peluang kehamilan secara signifikan. Karena sperma bisa bertahan 5 hari di dalam tubuh wanita, hubungan intim pada fase praovulasi memberi “cadangan” sperma yang siap membuahi sel telur segera setelah dilepaskan.
Peran Penting Fase Praovulasi dalam Kesuburan
Kesuburan seorang wanita tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses biologis yang sangat kompleks. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah fase praovulasi, di mana tubuh mulai mempersiapkan diri untuk terjadi ovulasi. Dengan memahami peran fase praovulasi, pasangan yang sedang menjalani program hamil dapat lebih tepat dalam menentukan waktu terbaik untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Persiapan tubuh menuju masa ovulasi
Fase praovulasi adalah periode ketika tubuh mulai melakukan serangkaian persiapan biologis menuju pelepasan sel telur. Selama masa ini, kadar hormon estrogen juga mulai meningkat, menandakan bahwa tubuh sedang membangun wadah yang subur.
Pematangan sel telur
Salah satu inti dari fase praovulasi adalah pematangan sel telur di dalam ovarium. Folikel dominan terus membesar dan menghasilkan lebih banyak estrogen,yang tidak hanya mendukung pertumbuhan sel telur, tetapi juga memberi sinyal ke otak bahwa tubuh siap memasuki masa subur.
Kondisi rahim yang optimal untuk pembuahan
Selain pematangan sel telur, fase praovulasi juga mempersiapkan rahim agar siap menerima hasil pembuahan. Estrogen yang meningkat membantu menebalkan lapisan endometrium, yaitu jaringan di dalam rahim yang menjadi tempat embrio menempel.
Cara Mengenali Masa Subur dari Fase Praovulasi
Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, memahami kapan fase praovulasi berlangsung merupakan kunci utama untuk menentukan masa subur. Ada beberapa metode yang bisa digunakan, baik yang alami maupun dengan bantuan teknologi medis. Semakin konsisten wanita mengenali tanda-tanda ini, semakin besar peluang untuk menentukan waktu terbaik berhubungan intim agar pembuahan berhasil.
- Menggunakan kalender menstruasi
Metode kalender adalah cara paling sederhana sekaligus paling umum digunakan. Dengan mencatat siklus menstruasi secara teratur selama beberapa bulan, wanita dapat memperkirakan kapan fase praovulasi dan ovulasi terjadi.
- Mengukur suhu basal tubuh secara rutin
Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh terendah yang biasanya diukur segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas apa pun. Dengan mencatat suhu basal tubuh setiap hari menggunakan termometer khusus, wanita bisa melihat pola perubahannya dari waktu ke waktu.
- Mengamati perubahan lendir serviks
Lendir serviks berfungsi sebagai jalur alami bagi sperma menuju sel telur. Pada fase praovulasi, lendir ini berubah teksturnya menjadi lebih jernih, licin dan elastis. Perubahan ini merupakan sinyal kuat bahwa tubuh sedang berada dalam kondisi subur.
- Memanfaatkan alat tes kesuburan (ovulation test kit)
Bagi yang ingin hasil lebih akurat, ovulation test kit bisa menjadi pilihan. Alat ini bekerja dengan mendeteksi lonjakan hormon LH (luteinizing hormone) dalam urin yang biasanya meningkat 36 jam sebelum ovulasi.
Tips Meningkatkan Peluang Hamil di Fase Praovulasi
Memasuki fase praovulasi adalah momen penting bagi wanita yang sedang menjalani program hamil. Pada masa ini, tubuh berada dalam kondisi paling subur, sehingga langkah-langkah yang tepat dapat semakin memperbesar peluang terjadinya kehamilan. Lakukan berbagai tips berikut untuk memperbesar peluang hamil di fase ovulasi.
Menjaga pola makan sehat dan bergizi
Nutrisi yang baik merupakan fondasi utama kesuburan. Mengonsumsi makanan kaya protein seperti ikan, ayam tanpa kulit atau kacang-kacangan dapat mendukung kualitas sel telur dan hormon reproduksi.
- Baca Juga: Kenali Yuk Pantangan Makanan Saat Promil!
Olahraga ringan untuk mendukung hormon kesuburan
Aktivitas fisik yang teratur membantu meningkatkan sirkulasi darah, menjaga berat badan ideal dan menyeimbangkan hormon reproduksi. Latihan ringan seperti yoga juga dapat mengurangi stres sekaligus melancarkan aliran darah ke organ reproduksi.
Menghindari kebiasaan yang mengganggu kesuburan
Kebiasaan sehari-hari sangat mempengaruhi peluang kehamilan. Merokok sebaiknya dihentikan jika benar-benar ingin memiliki keturunan. Pasalnya, rokok mengandung nikotin dan zat berbahaya yang dapat merusak kualitas sel telur serta mempercepat penuaan ovarium.
Konsultasi dengan Dokter untuk Mendukung Keberhasilan Program Hamil
Fase praovulasi adalah periode penting dalam siklus menstruasi untuk menyiapkan tubuh menuju ovulasi. Perubahan hormon, pematangan sel telur dan persiapan rahim menjadi tanda bahwa tubuh berada dalam kondisi subur. Dengan mengenali fase ini, pasangan dapat menentukan waktu terbaik untuk berhubungan intim sehingga peluang kehamilan meningkat.
Jika kamu dan pasangan sudah berusaha namun belum juga berhasil hamil, jangan menunda untuk berkonsultasi. ASHA IVF hadir dengan layanan modern, aman dan ramah untuk membantu mengenali masalah kesuburan sejak dini dan memberikan solusi terbaik. Hubungi ASHA IVF sekarang juga untuk memulai perjalanan menuju kehamilan yang sehat.
Ditinjau Oleh:
Sumber Referensi:
Mayo Clinic. (2023). Ovulation: How it works. Diakses 2025.
Reed, B. G., & Carr, B. R. (2018). The normal menstrual cycle and the control of ovulation. Diakses 2025.
The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2023). Fertility awareness-based methods of family planning. Diakses 2025.
U.S. Department of Health and Human Services. (2023). Menstrual Cycle: Ovulation. Diakses 2025.
WebMD. (2023). Ovulation Overview. Diakses 2025.



