Published 10/09/2025

Ovarian Hyperstimulation Syndrome atau OHSS pada Program Bayi Tabung

Ovarian Hyperstimulation Syndrome: OHSS Pada Program Bayi Tabung
Ovarian Hyperstimulation Syndrome: OHSS Pada Program Bayi Tabung

Program bayi tabung (IVF) memang menjadi harapan besar bagi banyak pasangan yang berjuang mendapatkan keturunan. Namun, dibalik peluang keberhasilan yang ditawarkan, ada juga risiko efek samping yang perlu dipahami dengan baik.

 

Nah, salah satunya adalah Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS). Kondisi ini muncul akibat respons berlebihan ovarium terhadap obat kesuburan yang dapat menimbulkan gejala mulai dari ringan hingga berat. Mengenali penyebab, gejala serta langkah pencegahan OHSS sangat penting agar proses IVF tetap aman dan berjalan optimal.

 

Bagi Mom & Dads yang juga sedang merencanakan keturunan, pahami secara lengkap artikel berikut ini agar proses program kehamilan berjalan dengan lancar. 

 

Apa Itu OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome)?

Ovarian Hyperstimulation Syndrome atau yang lebih dikenal dengan singkatan OHSS adalah salah satu komplikasi yang dapat muncul pada wanita yang menjalani program bayi tabung. Kondisi ini terjadi akibat respons berlebihan dari ovarium terhadap obat-obatan kesuburan yang diberikan untuk merangsang produksi sel telur. 

 

 

Pada situasi normal, obat tersebut diberikan untuk membantu ovarium menghasilkan lebih dari satu sel telur sehingga peluang keberhasilan program bayi tabung meningkat. Oleh karena itu, penting bagi setiap pasien IVF untuk mengenali tanda-tanda awal OHSS agar dapat ditangani dengan tepat sebelum menimbulkan komplikasi berbahaya.

 

 

Penyebab OHSS pada Program IVF

Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) umumnya terjadi akibat penggunaan obat kesuburan dalam proses bayi tabung. Tujuan pemberian obat ini adalah untuk merangsang ovarium agar menghasilkan lebih banyak sel telur. Sayangnya, pada sebagian wanita respons yang muncul bisa berlebihan. Oleh sebab itu, memahami penyebab OHSS sangat penting agar pasien dan dokter dapat melakukan langkah pencegahan sejak awal.

 

 

Stimulasi hormon untuk memperbanyak sel telur

Dalam program IVF, obat kesuburan digunakan untuk merangsang ovarium menghasilkan banyak folikel. Tujuannya agar dokter dapat mengambil lebih banyak sel telur untuk dibuahi di laboratorium. Meski bermanfaat, stimulasi yang terlalu kuat dapat menyebabkan ovarium membesar dan mengeluarkan zat yang membuat cairan bocor ke jaringan sekitarnya.

 

Respons berlebihan ovarium terhadap obat kesuburan

Tidak semua pasien memiliki respons yang sama terhadap obat stimulasi. Ada pasien yang hanya menghasilkan beberapa folikel saja, sementara yang lain bisa menghasilkan puluhan folikel sekaligus. Respons berlebihan inilah yang menjadi salah satu pemicu utama terjadinya OHSS.

 

Peran Hormon hCG dalam Memicu OHSS

Hormon hCG (human chorionic gonadotropin) digunakan dalam IVF untuk mematangkan sel telur sebelum diambil. Sayangnya, hormon ini juga dapat memperparah kondisi OHSS karena meningkatkan permeabilitas pembuluh darah,sehingga cairan keluar dari aliran darah ke rongga perut dan dada.

 

 

Gejala OHSS dari Ringan hingga Berat

Gejala Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) bisa sangat bervariasi, mulai dari tanda-tanda ringan yang sering kali diabaikan hingga keluhan berat yang membutuhkan penanganan medis segera.

 

Gejala OHSS Ringan

Pada tahap awal, OHSS biasanya menimbulkan gejala ringan yang sering dianggap tidak serius, antara lain:

  • Perut terasa kembung atau penuh gas.
  • Nyeri ringan pada perut atau panggul.
  • Mual dan sedikit rasa tidak nyaman.

Gejala ini biasanya muncul beberapa hari setelah pemberian hormon pemicu ovulasi.

 

Gejala OHSS Sedang

Jika kondisi memburuk, OHSS bisa masuk ke tahap sedang dengan gejala seperti:

  • Nyeri perut yang lebih kuat.
  • Muntah berulang yang mengganggu aktivitas.
  • Kenaikan berat badan secara cepat, lebih dari 2 hingga 3 kg dalam beberapa hari akibat penumpukan cairan.

 

Gejala OHSS Berat

Pada kasus berat, OHSS bisa menimbulkan gejala serius yang membutuhkan penanganan segera, di antaranya:

  • Sesak napas karena cairan menekan diafragma.
  • Nyeri perut parah yang tidak mereda.
  • Penumpukan cairan dalam jumlah besar di perut atau dada (ascites dan efusi pleura).
  • Gangguan fungsi ginjal, misalnya jarang buang air kecil.

OHSS berat bisa berbahaya dan beresiko mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat.

 

Faktor Risiko Terjadinya OHSS

Tidak semua wanita yang menjalani program bayi tabung akan mengalami OHSS. Faktor-faktor seperti usia, riwayat kesehatan reproduksi hingga jumlah folikel yang dihasilkan selama stimulasi hormon berperan besar dalam menentukan tingkat risiko. 

 

Usia pasien program bayi tabung

Wanita yang menjalani program bayi tabung pada usia muda khususnya di bawah 30 tahun biasanya memiliki cadangan ovarium yang masih melimpah. Kondisi ini membuat ovarium lebih sensitif terhadap obat-obatan kesuburan yang diberikan. 

 

Kondisi ovarium polikistik (PCOS)

Pasien dengan sindrom PCOS memiliki folikel kecil dalam jumlah banyak di ovarium mereka. Kondisi ini menjadikan ovarium lebih rentan terhadap stimulasi obat kesuburan. Oleh karena itu, pasien dengan PCOS perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mencegah risiko komplikasi.

 

 

Jumlah folikel yang sangat banyak

Semakin banyak folikel yang terbentuk, semakin besar pula peluang ovarium membesar dan pembuluh darah mengeluarkan cairan ke rongga perut. Hal ini perlu ditangani lebih lanjut oleh dokter yang sudah ahli. 

 

Riwayat OHSS sebelumnya

Wanita yang pernah mengalami OHSS di siklus bayi tabung sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya kembali. Hal ini terjadi karena ovarium mereka memang cenderung sensitif terhadap obat kesuburan. 

 

Komplikasi OHSS yang Perlu Diwaspadai

Walaupun sebagian besar kasus OHSS ringan bisa sembuh, komplikasi tetap dapat terjadi, terutama jika kondisinya parah. Beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai antara lain:

 

Gangguan pernapasan

Salah satu komplikasi serius dari OHSS adalah munculnya gangguan pernapasan. Hal ini biasanya terjadi akibat penumpukan cairan di rongga perut atau dada yang menekan diafragma. 

 

Pembekuan darah (trombosis)

OHSS dapat mempengaruhi sistem pembuluh darah karena cairan yang seharusnya berada di aliran darah berpindah ke jaringan sekitar, membuat darah menjadi lebih kental. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah atau trombosis. 

 

Gangguan fungsi ginjal dan hati

Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah gangguan pada organ vital, terutama ginjal dan hati. Saat cairan tubuh berpindah ke rongga perut dalam jumlah besar, aliran darah yang menuju ginjal dan hati berkurang. Hal ini bisa menyebabkan menurunnya fungsi ginjal.

 

Risiko kehamilan ganda

Pada wanita yang berhasil hamil setelah menjalani IVF, risiko OHSS bisa semakin tinggi. Hal ini disebabkan kadar hormon hCG dalam tubuh meningkat lebih banyak dibanding kehamilan tunggal. 

 

Pencegahan Terjadinya OHSS

Meskipun Ovarian Hyperstimulation Syndrome dapat terjadi sebagai efek samping dari program bayi tabung, kondisi ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan langkah pencegahan yang tepat. Dengan pemantauan yang cermat, penyesuaian dosis obat, serta strategi medis yang lebih aman, resiko ini dapat ditekan sehingga proses IVF tetap berjalan optimal dan peluang kehamilan tetap terjaga.

 

Pemantauan Ketat Selama Stimulasi Hormon

Pemantauan yang cermat adalah langkah utama untuk mencegah OHSS. Selama fase stimulasi ovarium, dokter biasanya melakukan pemeriksaan USG transvaginal secara berkala untuk melihat ukuran serta jumlah folikel yang berkembang. 

 

Penyesuaian Dosis Obat Kesuburan

Setiap pasien memiliki kondisi unik, termasuk cadangan ovarium, usia, serta riwayat kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, dosis obat kesuburan yang diberikan tidak boleh disamaratakan. 

 

Penggunaan Obat Alternatif (GnRH Agonist Trigger)

Dalam protokol standar IVF, hormon hCG sering digunakan untuk memicu pematangan sel telur. Namun, hCG diketahui dapat memperburuk kondisi OHSS. Sebagai alternatif, dokter bisa menggunakan obat pemicu lain seperti GnRH agonist. 

 

Strategi Freeze-All Embrio

Pada pasien yang menunjukkan tanda-tanda awal OHSS, dokter mungkin menyarankan strategi freeze-all atau pembekuan semua embrio. Artinya, embrio yang sudah dibuahi di laboratorium tidak langsung ditransfer ke rahim pada siklus yang sama, melainkan disimpan terlebih dahulu.

 

 

Edukasi Pasien untuk Mengenali Gejala Awal

Selain langkah medis, edukasi kepada pasien juga memegang peranan penting. Pasien perlu diberi pemahaman tentang gejala awal OHSS, seperti perut terasa kembung, mual, atau kenaikan berat badan yang cepat.

 

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Fertilitas

Kunci utama dalam mencegah dan menangani OHSS adalah komunikasi terbuka dengan dokter spesialis fertilitas. Pasien sebaiknya tidak ragu melaporkan setiap gejala yang muncul, sekecil apa pun. Dengan pemantauan dan penanganan tepat, sebagian besar kasus OHSS bisa dikendalikan tanpa mengganggu kelanjutan program bayi tabung.

FAQ tentang OHSS

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan beserta jawabannya untuk membantu memahami kondisi ini lebih jelas.

 

Apakah OHSS berbahaya?

OHSS ringan biasanya membaik dengan sendirinya, tetapi OHSS berat bisa berbahaya dan memerlukan perawatan intensif.

 

 

Berapa lama OHSS biasanya berlangsung?

Gejala ringan biasanya membaik dalam 7–10 hari, tetapi jika pasien hamil setelah IVF, gejalanya bisa bertahan lebih lama karena kadar hormon hCG tetap tinggi.

 

 

Apakah semua wanita program bayi tabung pasti mengalami OHSS?

Tidak. Risiko OHSS hanya dialami sebagian kecil pasien, terutama mereka yang memiliki faktor risiko.


Bisakah OHSS mempengaruhi keberhasilan program bayi tabung?

Jika ditangani dengan tepat, OHSS tidak selalu menggagalkan program bayi tabung. Namun, penanganan medis tetap penting untuk mencegah komplikasi serius.


Apa yang harus dilakukan jika muncul gejala OHSS?

Segera hubungi dokter atau klinik fertilitas agar dapat dilakukan evaluasi medis. Jangan menunda, karena penanganan lebih awal akan mengurangi risiko komplikasi.

 

Kesimpulan

OHSS adalah kondisi yang bisa muncul sebagai efek samping dari program bayi tabung, terutama akibat stimulasi hormon yang berlebihan. Meskipun sebagian besar kasusnya ringan, gejala yang muncul tidak boleh diabaikan karena berpotensi berkembang menjadi kondisi serius. Jika kamu sedang menjalani program bayi tabung dan khawatir mengenai risiko OHSS, konsultasikan dengan ASHA IVF. Dengan pemantauan modern, obat-obatan yang tepat, serta tim medis berpengalaman, ASHA IVF siap mendampingi perjalananmu menuju kehamilan yang sehat.

 

Ditinjau Oleh:

dr. Ali Mahmud, SpOG (K) FER

 

Sumber Referensi:

 

Yuk! Mulai Perjalanan Kehamilan
Menuju Keluarga Bahagia!

Jangan Menyerah pada Impian dan harapan mulia, Kami Ada di Sini Untuk Menciptakan Keajaiban Bersama!

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*

pendaftaran konsultas

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih Waktu Reservasi*
No Telp*
Nama Lengkap*
Jenis Kelamin*