Kualitas sel telur (ovum) merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan program bayi tabung (IVF). Untuk itu, menjaga dan meningkatkan kualitas ovum sejak awal menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
- Baca Juga: Hal yang Mempengaruhi Kualitas Ovum
Cara Meningkatkan Kualitas Ovum untuk Bayi Tabung
1. Konsumsi Nutrisi yang Mendukung Kesuburan
Nutrisi berperan penting dalam mematangkan sel telur yang sehat dan siap dibuahi. Konsumsilah makanan yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral untuk mendukung kesehatan ovarium. Gizi seimbang juga membantu menyeimbangkan hormon reproduksi.
- Asam folat: Membantu pembentukan DNA dan kualitas kromosom ovum. Konsumsi 400–800 mcg per hari sangat dianjurkan sebelum dan selama program hamil. Sumbernya termasuk sayuran hijau, kacang-kacangan, dan suplemen.
- Vitamin D: Penting membantu kerja hormon AMH, menjaga kualitas sel telur dari radikal bebas dan peradangan, menyeimbangkan hormon agar ovulasi lancar sehingga membari respon baik terhadap stimulasi IVF. Kekurangan vitamin D bisa menurunkan peluang kehamilan. Bisa diperoleh dari sinar matahari pagi, salmon, susu fortifikasi dan suplemen vitamin D tambahan.
- Vitamin E dan C: Antioksidan kuat yang melindungi sel telur dari kerusakan oksidatif. Vitamin C membantu penyerapan zat besi dan meningkatkan kualitas sel telur. Sedangkan vitamin E mendukung kesehatan dinding rahim.
- Omega-3: Lemak sehat ini meningkatkan sirkulasi darah ke organ reproduksi. Membantu keseimbangan hormon dan mendukung pertumbuhan folikel ovarium. Ditemukan dalam salmon, chia seed, dan minyak ikan.
- Zinc dan selenium: Mineral penting untuk pembelahan sel dan perlindungan sel telur. Zinc membantu produksi hormon, sementara selenium mencegah stres oksidatif. Keduanya bisa didapat dari telur, seafood, dan biji-bijian.
Makanan yang disarankan: Sayuran hijau, alpukat, telur, kacang almond, buah beri, salmon, dan yogurt rendah gula sangat baik dikonsumsi selama promil IVF.
2. Menghindari Makanan dan Minuman yang Merusak Sel Telur
Pilih asupan yang memperkuat kesuburan dan hindari konsumsi zat yang bisa merusak kualitas ovum. Gula, lemak jenuh, dan aditif makanan bisa memicu inflamasi yang berdampak negatif pada ovarium. Pola makan bersih dan alami sangat disarankan.
- Makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan olahan: Memicu resistensi insulin dan merusak keseimbangan hormon. Contohnya kue, gorengan, dan sosis. Kurangi konsumsi harian agar kesuburan terjaga.
- Minuman beralkohol dan berkafein tinggi: Alkohol meningkatkan radikal bebas dan stress oksidatif sehingga merusak DNA dari sel telur. Sementara kafein berlebih mengganggu siklus ovulasi dan hormon reproduksi.
- Makanan cepat saji dan tinggi pengawet: Kandungan MSG dan bahan kimia lainnya bisa mengganggu fungsi ovarium. Hindari junk food dan makanan dalam kemasan sebagai gaya hidup sehat promil.
3. Olahraga Rutin dengan Intensitas Sedang
Aktivitas fisik membantu meningkatkan sirkulasi darah ke organ reproduksi dan jika dilakukan rutin selama 150 menit dalam seminggu disarankan terutama bagi penderita PCOS.
Pilih olahraga seperti jalan cepat, yoga, atau pilates yang mendukung keseimbangan hormon. Hindari olahraga berat berlebihan karena bisa mengganggu ovulasi.
4. Menjaga Berat Badan Ideal
Kelebihan atau kekurangan berat badan memengaruhi hormon estrogen dan proses ovulasi. Penurunan BB 5-10% pada ibu dengan obesitas dapat menurunkan kadar insulin yang memberi dampak baik pada pematangan sel telur. Konsultasikan ke dokter jika perlu menyesuaikan pola makan dan olahraga.
- Baca Juga: Pengaruh Obesitas Terhadap Kesuburan
5. Mengelola Stres Secara Efektif
Stres kronis bisa mengganggu kerja hipotalamus dan siklus menstruasi. Stress kronis menyebabkan peningkatan hormon cortisol yang mengganggu keseimbangan hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sel telur.
Teknik relaksasi seperti meditasi, journaling, dan aromaterapi membantu menjaga kestabilan hormon. Dukung dengan komunikasi positif bersama pasangan.
6. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Waktu tidur ideal 7–8 jam per malam penting untuk regenerasi hormon reproduksi. Kurang tidur dapat mengganggu pelepasan hormon luteinizing (LH) dan estrogen. Ciptakan rutinitas tidur sehat dan hindari layar gadget sebelum tidur.
7. Hentikan Konsumsi Alkohol dan Rokok
Alkohol merusak DNA ovum dan menurunkan peluang keberhasilan IVF. Nikotin mempercepat penuaan ovarium dan mengurangi cadangan sel telur. Berhenti total dari keduanya meningkatkan peluang kehamilan secara signifikan.
8. Konsumsi Suplemen yang Dianjurkan Dokter
Suplemen dapat meningkatkan kualitas sel telur, terutama jika dikonsumsi sesuai anjuran spesialis. Pastikan konsultasi sebelum mengonsumsi agar aman dan sesuai kebutuhan tubuh.
- CoQ10 (Coenzyme Q10): Meningkatkan energi sel dan kualitas mitokondria ovum. Dosis umum antara 100 – 300 mg per hari. Suplemen ini juga berperan dalam memperlambat penuaan sel telur, terutama pada wanita usia di atas 35 tahun.
- DHEA (dehydroepiandrosterone): Hormon pendukung produksi sel telur berkualitas, terutama pada wanita dengan cadangan ovarium rendah. Harus dalam pengawasan dokter. DHEA dapat membantu meningkatkan jumlah folikel yang berkembang selama program IVF.
- Myo-inositol: Membantu sensitivitas insulin dan kualitas ovulasi, khususnya pada penderita PCOS. Efektif dalam meningkatkan respon ovarium terhadap stimulasi IVF. Kombinasi myo-inositol dengan asam folat juga terbukti mendukung pematangan ovum lebih optimal.
9. Pemeriksaan dan Pengobatan Masalah Medis
Deteksi dini dan penanganan penyakit penyerta penting dalam promil. Beberapa kondisi medis dapat merusak kualitas ovum dan menurunkan peluang keberhasilan IVF.
- PCOS: Gangguan hormon yang menyebabkan ovulasi tidak teratur. Penanganan meliputi diet, olahraga, dan terapi hormon. Kondisi ini sering disertai resistensi insulin dan peningkatan hormon androgen. Dengan penanganan yang tepat, siklus ovulasi bisa kembali normal dan peluang hamil meningkat.
- Endometriosis: Jaringan rahim tumbuh di luar rahim, mengganggu fungsi ovarium. Penanganan bisa dengan operasi laparoskopi dan pengobatan hormonal. Endometriosis bisa menyebabkan peradangan kronis di sekitar organ reproduksi. Jika tidak ditangani, kondisi ini juga bisa memengaruhi kualitas embrio saat IVF.
- Gangguan tiroid: Hipotiroidisme atau hipertiroidisme dapat mengacaukan siklus menstruasi. Pemeriksaan TSH dan hormon tiroid penting dilakukan sebelum IVF. Ketidakseimbangan hormon tiroid juga bisa mengganggu implantasi embrio. Penyesuaian obat tiroid perlu dilakukan agar hormon stabil selama program kehamilan.
10. Program Detoksifikasi Tubuh
Detoks alami membantu membersihkan racun yang bisa merusak sel telur. Konsumsi air putih cukup, perbanyak serat, dan hindari bahan kimia berlebih. Beberapa terapi seperti sauna ringan dan herbal juga bisa mendukung detoks.
11. Terapi Hormon dan Stimulan Ovarium (di Klinik Fertilitas)
Digunakan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sel telur sebelum pengambilan ovum IVF. Umumnya diberikan dalam bentuk suntikan atau tablet. Pemantauan ketat melalui USG dan tes hormon akan menentukan dosis terbaik.
- Baca Juga: Tips IVF untuk Wanita dengan PCOS
12. Pemantauan Cadangan Ovarium
Tes cadangan ovarium seperti AMH dan AFC penting untuk menentukan kualitas dan jumlah ovum. Hasilnya membantu dokter merancang protokol IVF yang sesuai. Semakin dini pemantauan dilakukan, semakin besar peluang keberhasilan promil.
Konsultasi di ASHA IVF untuk Meningkatkan Kualitas Ovum Anda
Untuk memaksimalkan peluang keberhasilan program bayi tabung, ASHA IVF menyediakan layanan komprehensif yang dirancang secara personal sesuai kebutuhan Anda.
Dengan pendekatan menyeluruh dan teknologi reproduksi terkini, setiap pasien mendapatkan perhatian penuh dari tim ahli.
Pemeriksaan AMH, USG, dan Profil Hormon
ASHA IVF menyediakan pemeriksaan Anti-Müllerian Hormone (AMH), USG transvaginal, dan panel hormon lengkap untuk menilai cadangan ovarium dan kesiapan tubuh dalam menjalani program IVF.
Prosedur ini membantu dokter merancang stimulasi ovarium yang paling sesuai. Semua dilakukan secara nyaman dan privat melalui layanan unggulan Female Services, yang khusus dirancang untuk kenyamanan dan kerahasiaan pasien wanita.
Terapi Hormonal dan Suplemen Sesuai Kondisi Individu
Tim medis ASHA IVF akan meresepkan terapi hormonal dan suplemen seperti CoQ10, DHEA, dan Myo-inositol secara personal, berdasarkan hasil pemeriksaan.
Perencanaan terapi dilakukan secara hati-hati untuk memaksimalkan kualitas dan jumlah sel telur. Protokol medis juga disesuaikan dengan riwayat PCOS, endometriosis, atau gangguan tiroid.
Konsultasi Nutrisi dan Gaya Hidup
Pasien akan mendapat panduan diet kesuburan, pemilihan makanan tinggi antioksidan, dan pola hidup sehat. Nutrisi yang tepat akan mendukung fungsi ovarium dan kualitas ovum secara menyeluruh. Edukasi juga mencakup pengaturan berat badan dan olahraga yang sesuai untuk wanita promil.
Pendampingan Psikologis untuk Mengelola Stres
ASHA IVF percaya bahwa ketenangan mental sangat penting dalam meningkatkan keberhasilan IVF. Klinik ini menyediakan layanan konseling psikologi untuk membantu pasien mengatasi stres, kecemasan, dan tekanan emosional. Semua layanan diberikan dalam suasana yang hangat dan mendukung.
Tim Dokter dan Embriolog Berpengalaman
Didukung oleh tim dokter kandungan, androlog, dan embriolog profesional yang telah menangani ribuan kasus kesuburan. Klinik ini juga menggunakan teknologi Time-Lapse Embryo Monitoring, yaitu metode pemantauan embrio 24 jam nonstop tanpa perlu mengeluarkannya dari inkubator. Teknologi ini membantu memilih embrio terbaik dengan kualitas optimal untuk ditransfer.
Siap memulai perjalanan menjadi orang tua? Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan tim ahli di ASHA IVF. Anda bisa menghubungi melalui WhatsApp di +62 811 3507 101, atau datang langsung ke klinik kami di RS PHC Surabaya, Gedung PMC Lantai 5.
Di ASHA IVF, kami memahami bahwa setiap perjalanan kesuburan itu unik dan tim ASHA siap menemani langkah Anda dengan teknologi terbaik, privasi maksimal, dan layanan yang penuh empati. Mari mulai langkah kecil hari ini untuk impian besar Anda esok.
Ditinjau Oleh:
dr. Letizia Alessandrini., SpOG
Sumber Referensi:
ONE Fertility Kitchener Waterloo. (2024). Ovarian Stimulation in IVF: What to Expect. Diakses tahun 2025.
Cleveland Clinic. (2024). Ovarian Reserve Testing: Definition and Purpose. Diakses tahun 2025.
Gupta, S., et al. (2023). Predictive Markers of Ovarian Response in IVF Cycles: A Review. PMC (PubMed Central). Diakses tahun 2025.
Mount Elizabeth Hospitals. (2024). Fakta Kesuburan: Apa yang Dimaksud dengan Low Ovarian Reserve. Diakses tahun 2025.
Wang, Y., et al. (2024). Therapeutic Strategies for Poor Ovarian Response in Assisted Reproduction. PMC (PubMed Central). Diakses tahun 2025.
Ovutest Indonesia. (2024). Beberapa Hal yang Baik Dilakukan untuk Memperbaiki Kualitas Sel Telur. Diakses tahun 2025.
Siloam Hospitals. (2024). Cara Meningkatkan Kesuburan Wanita. Diakses tahun 2025.



