Dimana Klinik Tes Kesuburan Wanita dan Pria di Surabaya?

Sudah menantikan buah hati dengan cukup lama? Tentu keinginan setiap pasangan adalah memiliki momongan segera. Namun ada beberapa kasus pasangan yang sudah lama menikah belum juga dikaruniai anak.

 

Moms & Dads merasa bingung dan butuh solusi ahli? Tentunya dengan tes kesuburan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis bisa memberikan informasi yang akurat khususnya bagi Anda yang berada di Surabaya.

Tes kesuburan adalah salah satu langkah yang sudah sebaiknya Anda coba bersama pasangan apabila menginginkan keturunan. 

Nah, sebelum mengikuti program kehamilan, tes ini akan membantu dokter dan pasien memilih jenis program kehamilan apa yang paling cocok. 

 

Apakah Anda saat ini juga berencana memiliki anak dalam waktu dekat? Simak penjelasannya di bawah ini, ya. 

 

Mengapa Tes Kesuburan Itu Penting?

Tes kesuburan merupakan langkah awal yang sangat penting bagi pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati.

 

Pemeriksaan ini tidak hanya memberikan gambaran kondisi reproduksi masing-masing pasangan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan langkah terbaik menuju kehamilan.

 

Berikut beberapa alasan mengapa tes kesuburan sebaiknya tidak ditunda:

 

1. Mengetahui Penyebab Sulit Hamil

Banyak pasangan tidak menyadari bahwa faktor seperti ketidakseimbangan hormon, gangguan ovulasi, endometriosis, kualitas sperma rendah, atau sumbatan saluran tuba bisa menjadi penyebab utama sulit hamil. Melalui tes kesuburan, dokter dapat mengidentifikasi akar masalah secara akurat dan menyusun strategi penanganan yang tepat sasaran.

 

2. Menentukan Program Hamil yang Tepat

Tes kesuburan membantu tim medis dalam memilih metode program kehamilan yang paling sesuai dengan kondisi pasien. Beberapa pilihan yang umum dianjurkan, antara lain:

 

Jika hasil tes menunjukkan bahwa kondisi kesuburan masih dalam batas normal, promil alami bisa dilakukan dengan memantau masa subur, menjaga gaya hidup sehat, dan menyesuaikan frekuensi hubungan suami-istri.

 

Bagi wanita dengan gangguan ovulasi atau kadar hormon yang tidak seimbang, terapi hormon dapat membantu menstimulasi produksi sel telur secara teratur.

 

Jika masalah kesuburan tergolong ringan hingga sedang, dokter bisa merekomendasikan IUI, yaitu memasukkan sperma langsung ke rahim untuk mempermudah proses pembuahan.

 

 

Untuk kasus kesuburan yang lebih kompleks, seperti gangguan saluran tuba, usia istri yang lebih tua, atau jumlah sperma yang sangat rendah, IVF menjadi pilihan yang paling efektif dan terarah.

 

 

3. Mencegah Penundaan Kehamilan Terlalu Lama

Salah satu risiko terbesar dari tidak segera melakukan tes kesuburan adalah keterlambatan dalam mengambil tindakan medis. Padahal, usia terutama usia wanita memegang peranan penting dalam keberhasilan kehamilan. 

 

Semakin bertambah usia, kualitas dan jumlah sel telur akan menurun secara alami. Dengan melakukan tes sejak dini, pasangan dapat segera mengetahui kondisi kesuburannya dan mengambil keputusan yang lebih cepat serta tepat sebelum peluang kehamilan semakin menurun.

 

Siapa yang Perlu Melakukan Tes Kesuburan?

Tes kesuburan bukan hanya untuk pasangan yang sudah lama menikah, tetapi juga penting bagi siapa saja yang mengalami gangguan atau faktor risiko tertentu yang berkaitan dengan kemampuan reproduksi.

 

Berikut adalah kelompok yang disarankan untuk menjalani tes kesuburan:

 

1. Sudah menikah lebih dari 1 tahun dan belum memiliki anak

Jika Anda dan pasangan telah berhubungan intim secara rutin tanpa alat kontrasepsi selama lebih dari satu tahun namun belum juga hamil, maka tes kesuburan sebaiknya segera dilakukan. Ini membantu mengetahui apakah ada gangguan reproduksi yang perlu ditangani.

 

2. Wanita mengalami siklus haid tidak teratur

Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa menjadi tanda adanya masalah hormon atau gangguan ovulasi. Tes kesuburan dapat membantu mengetahui apakah ovarium memproduksi sel telur secara normal.

 

3. Ada riwayat keguguran berulang

Keguguran berulang bisa disebabkan oleh kelainan genetik, gangguan hormon, infeksi, atau masalah pada rahim. Pemeriksaan kesuburan akan membantu menemukan penyebab dan solusi medis yang tepat.

 

4. Pernah mengalami infeksi menular seksual

Beberapa IMS seperti klamidia atau gonore dapat menyebabkan kerusakan pada saluran tuba atau memengaruhi kualitas sperma. Tes kesuburan penting untuk menilai dampak jangka panjang dari infeksi tersebut terhadap sistem reproduksi.

 

5. Pria memiliki riwayat varikokel, operasi hernia, atau trauma testis

Masalah kesehatan pada organ reproduksi pria seperti varikokel (pembesaran pembuluh darah di skrotum), operasi hernia inguinal, atau cedera pada testis dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma. Tes sperma (analisis semen) adalah langkah awal yang penting untuk pria dengan riwayat ini.

 

Jenis Tes Kesuburan untuk Wanita

Pemeriksaan kesuburan pada wanita bertujuan untuk mengevaluasi fungsi ovarium, kondisi rahim, saluran tuba, dan keseimbangan hormon. Berikut ini beberapa tes yang umum dilakukan:

 

Jenis Tes

Fungsi

USG TransvaginalMelihat kondisi rahim, ovarium, dan jumlah folikel yang berkembang dalam siklus tertentu.
Tes Hormon (FSH, LH, AMH, Estradiol)Mengukur keseimbangan hormon reproduksi dan menilai cadangan sel telur (ovarian reserve).
HSG (Histerosalpingografi)Pemeriksaan rontgen dengan cairan kontras untuk mengetahui apakah saluran tuba falopi tersumbat.
Pemeriksaan Prolaktin & TSHMengevaluasi fungsi hormon tiroid dan prolaktin yang dapat mengganggu ovulasi jika tidak seimbang.
Pemeriksaan TORCHDeteksi infeksi seperti toksoplasma, rubella, CMV, dan herpes yang bisa mengganggu kehamilan atau menyebabkan keguguran.

 

 

Jenis Tes Kesuburan untuk Pria

Tes kesuburan pada pria fokus pada evaluasi kualitas sperma, hormon reproduksi, dan kondisi fisik testis. Beberapa pemeriksaan utama meliputi:

 

Jenis Tes

Fungsi

Analisis Sperma (Semen Analysis)Menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma sebagai indikator utama kesuburan pria.
Tes Hormon (FSH, LH, Testosterone)Memeriksa kadar hormon yang berperan dalam produksi sperma dan fungsi testis.
USG Skrotum/TestisMelihat struktur testis dan mendeteksi kondisi seperti varikokel atau kelainan lainnya.
Tes Fragmentasi DNA SpermaMengukur tingkat kerusakan DNA pada sperma, yang dapat memengaruhi keberhasilan pembuahan.
Pemeriksaan Genetik/InfeksiMendeteksi kelainan genetik atau infeksi tersembunyi yang bisa memengaruhi kesuburan pria.

 

 

Klinik untuk Tes Kesuburan Wanita & Pria di Indonesia

Masalah kesuburan dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Oleh karena itu, penting memilih klinik yang tidak hanya fokus pada satu pihak, tetapi menyediakan layanan pemeriksaan menyeluruh untuk pasangan.

 

Di Indonesia, khususnya di Surabaya, ASHA IVF menjadi salah satu klinik terbaik yang menyediakan fasilitas lengkap, tim ahli, serta pendekatan personal bagi setiap pasangan yang ingin mengetahui kondisi kesuburannya.

 

Kenapa Pilih ASHA IVF Surabaya untuk Tes Kesuburan?

 

1. Layanan Khusus Pria & Wanita Lengkap

ASHA IVF menyediakan serangkaian tes diagnostik untuk pria dan wanita, termasuk USG transvaginal, analisis sperma, tes hormon, hingga pemeriksaan lanjutan seperti HSG dan fragmentasi DNA sperma.

 

 2. Didukung Dokter Spesialis Fertilitas & Andrologi

Pasien ditangani langsung oleh tim dokter spesialis obgyn konsultan fertilitas (KFER) dan androlog berpengalaman, yang bekerja secara kolaboratif untuk memberikan diagnosis yang akurat.

 

3. Fasilitas Laboratorium Modern

ASHA IVF dilengkapi laboratorium andrologi dan hormon dengan standar tinggi, memungkinkan hasil yang cepat dan akurat dalam satu tempat tanpa perlu rujukan ke laboratorium luar.

 

4. Proses Pemeriksaan Cepat & Edukatif

Pemeriksaan dilakukan dengan efisien, tanpa antrian panjang. Setiap tahapan dijelaskan secara rinci agar pasien memahami kondisi reproduksinya secara menyeluruh.

 

5. Paket Hemat & Transparan

Tersedia pilihan paket pemeriksaan kesuburan yang terjangkau, dengan biaya yang transparan dan tidak ada tambahan tersembunyi. Pasien bisa merencanakan langkah selanjutnya tanpa tekanan finansial.

 

Bagaimana Alur Pemeriksaan Kesuburan di ASHA IVF?

 

1. Daftar & Konsultasi Awal

Pasien akan menjalani sesi konsultasi dengan dokter spesialis untuk mendiskusikan riwayat kesehatan, gejala, serta rencana kehamilan.

 

 

2. Pemeriksaan Fisik & USG

Pemeriksaan fisik dan USG transvaginal (untuk wanita) dilakukan untuk melihat kondisi organ reproduksi secara langsung.

 

3. Tes Laboratorium

Tes darah untuk hormon, analisis sperma, serta pemeriksaan tambahan seperti TORCH, TSH, dan HSG dilakukan sesuai kebutuhan.

 

4. Diskusi Hasil & Rencana Program

Setelah hasil keluar, dokter akan menjelaskan kondisi secara lengkap dan menyusun rencana program kehamilan yang paling sesuai untuk pasangan.

 

Tes Kesuburan = Investasi Masa Depan

Mengetahui kondisi kesuburan bukan hanya tentang “segera hamil”, tapi juga tentang perencanaan keluarga yang sehat dan bijak. Tes ini membantu mencegah keterlambatan diagnosis, menghindari pengobatan yang tidak perlu, dan mempersiapkan langkah terbaik sejak awal.

 

Jadwalkan Tes Kesuburan di ASHA IVF Surabaya Sekarang

Jangan tunda pemeriksaan kesuburan Anda. Semakin cepat Anda mengetahui kondisi tubuh, semakin besar peluang keberhasilan program kehamilan.

 

Hubungi ASHA IVF hari ini dan mulai perjalanan Anda menuju kehamilan yang direncanakan dan sehat.

 

Yuk Konsultasi sekarang juga!

 

Sumber Referensi:

  1. Genesis IVF Malaysia. (2025, 9 Januari). Fertility Test: What Couples Need to Know and Why It Matters. Diakses 2025
  2. IVF Australia. (2024, 15 Oktober). When and Why Should I Consider Fertility Testing?. Diakses 2025
  3. UT Southwestern Medical Center. (2022, 26 Juli). Fertility tests can help women waiting to get pregnant. Diakses 2025

 

Apa Penyebab Sulit Hamil dan Cara Mengantisipasinya

Sudah menikah lebih dari satu tahun namun belum ada tanda-tanda kehadiran buah hati? Jangan khawatir, pastikan untuk melihat dari sisi medis yang perlu diketahui secara lebih apa kendalanya. 

 

Kehadiran buah hati diharapkan mampu menjadi penerus eksistensi keluarga sekaligus obat lelah dari berbagai permasalahan orang dewasa. Sayangnya, banyak pasangan yang terkendala sulit hamil meski sudah mencoba berbagai program kehamilan. 

 

Jika Anda adalah pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, penting sekali untuk mengenali berbagai macam penyebab masalah medis yang mempengaruhi program kehamilan. Simak ulasannya di bawah ini. 

 

Masalah Medis yang Menyebabkan Susah Hamil

 

1. Gangguan Ovulasi

Apakah selama ini siklus menstruasi Anda tidak teratur? Jika iya, jangan abaikan berlarut-larut. Menstruasi yang bermasalah adalah tanda gangguan ovulasi yang menyebabkan susah hamil. 

Jika ovulasi terganggu, sel telur tidak dapat dilepaskan sehingga kehamilan susah tercapai. Penyebabnya bisa jadi karena PCOS, Ovarium prematur hingga hormon tiroid yang terlalu tinggi. 

 

2. Endometriosis

Endometriosis adalah salah satu penyebab sebagian besar perempuan suah hamil. Kondisi medis ini ditandai dengan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim sehingga menghambat pertemuan antara sel telur dan sperma. Apabila Endometriosis dibiarkan tanpa penanganan, peradangan bisa terjadi dan dapat merusak kualitas sperma serta sel telur. 

 

3. Sumbatan pada Tuba Falopi

Jika Tuba Falopi tersumbat, sel telur dan sperma akan susah bertemu sehingga kehamilan sulit terjadi. Penyebab sumbatan ini bermacam-macam, bisa jadi karena Endometriosis, penumpukan cairan di dalam Tuba Falopi, serta penyakit radang panggul. 

 

4. Masalah Kualitas Sperma

Sperma yang tidak sehat biasanya susah mencapai sel telur, menyebabkan kehamilan sulit terjadi. Ciri sperma yang kurang sehat biasanya dilihat dari jumlahnya yang sedikit, pergerakannya yang lambat serta bentuknya yang abnormal. 

 

5. Kelainan Rahim

Bentuk rahim yang tidak wajar juga membuat kehamilan sulit terjadi. Rahim dengan satu leher, terbelah dan terbentuk sebagian akan menghambat implantasi embrio sehingga memperbesar resiko keguguran. 

 

Pengaruh Gaya Hidup terhadap Kesuburan

 

1. Merokok dan Konsumsi Alkohol

Merokok dan minum alkohol berlebihan berdampak besar tak hanya pada kualitas sperma laki-laki, tetapi juga pada kerusakan sel telur perempuan. Konsumsi alkohol bisa menurunkan jumlah sperma serta mengganggu siklus menstruasi. 

 

2. Obesitas atau Berat Badan Kurang

Faktanya, perempuan dengan obesitas punya kadar estrogen lebih tinggi sehingga siklus menstruasi mereka tidak beraturan. Jangan salah, wanita dengan berat badan kurang juga cenderung mengalami gangguan hormon reproduksi karena kadar lemak tubuh yang rendah. 

 

3. Kurang Olahraga atau Olahraga Berlebihan

Aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan obesitas sehingga kualitas sperma bisa menurun. Sementara itu, olahraga berlebihan dapat mengurangi kemampuan gerak sperma yang dibutuhkan untuk pembuahan. 

 

4. Stres Berlebih

Stress yang tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu siklus menstruasi dan ovulasi serta menurunkan kualitas sperma. Tak hanya itu, stress berlebih dapat juga menurunkan gairah seksual, membuat peluang kehamilan semakin berkurang. 

 

Usia dan Pengaruhnya terhadap Kesuburan

Tidak bisa dipungkiri bahwa usia memiliki pengaruh yang besar bagi kesuburan. Seiring bertambahnya usia, perempuan mengalami penurunan kesuburan lebih signifikan dibandingkan pria. Akan tetapi, pria yang tidak menjaga pola hidup juga mengalami penurunan kualitas sperma seiring waktu. 

Baik wanita dan pria alami penurunan kesuburan setelah usia 35 tahun. Hal ini dapat menurunkan peluang kehamilan dan meningkatkan resiko keguguran. Akan tetapi, mereka yang melakoni gaya hidup tidak baik semasa muda juga berpeluang untuk mandul. 

Oleh karena itu, pasangan suami istri sudah sebaiknya melakukan pengecekan kesuburan sejak dini. Lewat teknologi pengecekan kualitas reproduksi yang sudah canggih, pasutri bisa memprogram kehamilan lebih mudah. 

 

Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kesuburan

 

1. Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Pestisida yang tercemar ke dalam makanan sangat mungkin mempengaruhi kualitas ovulasi pada wanita. Sementara itu, Pria yang sering terpapar bahan kimia juga dikabarkan mengalami penurunan kualitas fertilitas. Beberapa bahan kimia seperti ftalat bisa mengganggu hormon reproduksi pria, menurunkan kualitas sperma. 

 

2. Paparan Polusi Udara

Tinggal di kota besar, terutama di sekitar area industri dapat menurunkan kualitas sel telur. Wanita yang sering terpapar partikel halus PM2.5 dari polusi pabrik memiliki jumlah sel telur yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tinggal di area pedesaan. 

 

3. Paparan Radiasi

Radiasi elektromagnetik yang berasal dari ponsel ternyata bisa menurunkan kualitas sperma laki-laki. Menurut penelitian, pria yang sering terpapar radiasi ponsel memiliki sperma yang lambat pergerakannya.

 

Tips Mengatasi dan Meningkatkan Kemungkinan Hamil

 

1. Menjaga Pola Hidup Sehat

Menerapkan pola hidup sehat sejak dini sangat penting apabila pasutri ingin segera memiliki buah hati. Selain mengkonsumsi makanan bergizi, penting bagi pasangan suami istri untuk berolahraga secara teratur supaya berat badan stabil dan hormon di dalam tubuh bisa seimbang. 

 

2. Mendeteksi Masa Subur

Supaya peluang kehamilan semakin besar, penting bagi Anda untuk mengetahui kapan masa subur yang paling tepat. Biasanya, masa subur terjadi 12 hingga 16 hari sebelum masa menstruasi berikutnya. 

 

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Berat badan yang ideal sangat menentukan kesuburan. Faktanya, berat badan yang berlebihan atau kekurangan berpengaruh terhadap hormon dan ovulasi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga berat badan dalam rentang yang sehat. 

 

4. Mengelola Stres

Hormon yang stabil berasal dari hati yang  bahagia. Oleh karena itu, pastikan Anda mengelola stress dengan baik lewat berbagai metode, seperti misalkan yoga, meditasi, serta olahraga ringan. 

 

5. Melakukan Hubungan Intim secara Teratur

Berhubungan intim selama masa subur bisa dilakukan bagi pasutri yang menginginkan kehamilan. Tidak perlu setiap hari, sebaiknya hubungan intim dilakukan 2 hingga 3 hari sekali supaya kualitas sperma tetap dalam kondisi prima. Lagi pula, hubungan yang terlalu sering justru dapat membuat kualitas sperma menurun. 

 

6. Menghindari Paparan Racun Lingkungan

Bahan kimia yang berbahaya ternyata bisa mempengaruhi kesuburan. Oleh karena itu, disarankan bagi Anda untuk menghindari penggunaan bahan kimia terlalu sering. Cek kembali apakah makanan yang dikonsumsi berasal dari makanan organik dan minim paparan pestisida. 

 

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika Anda adalah pasangan suami istri yang terkendala kehamilan meski sudah menunggu bertahun-tahun, mungkin bisa coba pengecekan kesuburan untuk mengetahui peluang kehamilan. Segera mungkin datangi dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kesuburan Anda. 

Sekarang mengecek kesuburan dan melakukan program kehamilan tidak perlu jauh-jauh hingga ke luar negeri. Di ASHA IVF Surabaya, Anda bisa mengikuti program kehamilan dengan pelayanan prima dan teknologi mutakhir. 

 

Cegah Masalah Kesuburan dengan Pemeriksaan Dini di ASHA IVF Surabaya

ASHA IVF Surabaya menghadirkan layanan pemeriksaan kesuburan untuk mengidentifikasi masalah potensial bagi pasangan suami istri yang kesulitan memiliki buah hati. 

Kami mendukung tujuan Anda memiliki keturunan dengan berbagai layanan unggulan:

Berlokasi di Gedung PMC Lantai 5, ASHA IVF Surabaya siap menyambut Anda dengan tangan terbuka untuk mendiskusikan masalah kesuburan. 

 

Sumber Referensi:

  1. Why can’t I get pregnant? Johns Hopkins Medicine. Artikel ini ditinjau secara medis oleh Dr. Mindy Christianson, MD, spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Johns Hopkins. Diakses pada 2025
  2. Infertility. Mayo Clinic. Diakses pada 2025
  3. Getting pregnant can be harder than it looks. WebMD. Artikel ini ditinjau secara medis oleh Dr. Brunilda Nazario, MD. Diakses pada 2025 

 

 

Mau Program Hamil? Berikut Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan

Hampir sebagian besar pasangan suami istri yang baru menikah pasti memimpikan hadirnya buah hati. Itulah kenapa, berbagai program hamil di Indonesia masih sangat diminati baik tradisional hingga program hamil modern. 

 

Buat Anda yang mau program hamil, sudah sebaiknya mengidentifikasi sejak dini bagaimana peluang kesuburan Anda dan pasangan sebelum menikah. Deteksi sejak dini bukan dilakukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengetahui apa yang masih bisa diperbaiki dan bagaimana solusinya. 

 

Nah, di bawah ini kami akan membahas segala hal tentang program hamil termasuk langkah-langkah yang harus dilakukan. 

 

Kriteria Pasangan yang Perlu Menjalani Program Hamil

Tidak semua pasangan yang baru menikah bisa dan harus menjalani program hamil. Hanya pasangan dengan kriteria berikut ini yang sebaiknya mengikuti program hamil apabila menginginkan keturunan. 

 

1. Belum hamil setelah mencoba lebih dari 6-12 bulan

Pasangan yang sudah rutin berhubungan seksual selama satu tahun tetapi belum berhasil memiliki keturunan disarankan mengikuti program hamil. Khusus perempuan yang sudah berusia 35 tahun ke atas tetapi belum juga positif hamil, disarankan ikut program kehamilan setelah 6 bulan mencoba berhubungan seksual. 

 

2. Riwayat gangguan kesuburan

Cek apakah salah satu dari Anda atau pasangan memiliki riwayat gangguan kesuburan. Ini penting dilakukan sebab kondisi medis sangat mempengaruhi kondisi sperma dan sel telur, serta proses terjadinya pembuahan. 

 

3. Siklus haid tidak teratur atau gangguan ovulasi

Jadwal dan periode haid yang berantakan bisa membuat pasangan kesusahan menentukan masa subur. Untuk itu, perlu keterlibatan ahli seperti dokter kandungan untuk membantu Anda menjalani program hamil. 

 

4. Riwayat keguguran berulang

Pasangan dengan riwayat keguguran berulang perlu menjalani evaluasi yang diadakan di dalam program hamil. Langkah ini bisa membantu mengidentifikasi penyebab dan meningkatkan peluang kehamilan.

 

Jenis Program Hamil yang Umum Dijalani

 

1. Program Kehamilan Alami

Sesuai namanya, program kehamilan Alami dilakukan tanpa bantuan teknologi reproduksi berbantu. Dokter hanya memberikan arahan sambil memantau siklus menstruasi, serta menyarankan jadwal berhubungan seksual yang dapat meningkatkan peluang hamil. Tentunya, biaya yang dikeluarkan untuk program kehamilan alami ini paling murah diantara program yang lainnya. 

 

2. Induksi Ovulasi

Induksi Ovulasi merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk merangsang ovarium supaya melepaskan sel telur secara teratur. Prosedur ini dilakukan dengan memberikan hormon perangsang folikel. 

 

3. Inseminasi Intrauterin (IUI)

Inseminasi buatan merupakan prosedur medis dimana sperma dimasukkan langsung ke dalam rahim bertepatan saat masa ovulasi supaya peluang pembuahan semakin tinggi. Program hamil yang satu ini memerlukan bantuan dokter ahli spesialis.

 

4. Program Bayi Tabung (IVF)

Program bayi tabung disebut juga IVF, adalah prosedur pembuahan sel telur oleh sperma menggunakan laboratorium. Tujuannya agar embrio terbentuk dan bisa ditanamkan kembali ke dalam rahim. Jika dibandingkan program kehamilan lain, metode bayi tabung ini adalah yang paling mahal sehingga Anda dan pasangan perlu mempersiapkan dana yang cukup.

 

5. ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)

ICSI atau Intracytoplasmic Sperm Injection adalah teknik lanjutan menyuntikkan sperma ke dalam sel telur. Langkah ini dilakukan ketika sperma pasien memiliki jumlah yang sangat rendah dan gerakan yang lambat.

 

Metode dan Langkah yang Dilakukan dalam Program Hamil

 

1. Pemeriksaan Kesuburan

Pemeriksaan kesuburan merupakan langkah awal evaluasi kesehatan reproduksi pasangan. Tujuannya untuk menganalisis sperma pada pria serta mengetahui keadaan ovulasi wanita. Pemeriksaan kesuburan juga dilakukan untuk mengecek kondisi rahim dan tuba falopi. 

 

2. Pemantauan Masa Subur

Memantau masa ovulasi atau masa subur penting dilakukan supaya pasangan mengetahui waktu berhubungan seksual yang berpeluang tinggi meningkatkan kehamilan.

 

3. Perbaikan Gaya Hidup

Pola hidup sehat punya peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan kesuburan seseorang. Anda sebaiknya mengkonsumsi makanan kaya gizi dan diimbangi dengan olahraga rutin, serta menghindari konsumsi kafein dan alkohol. 

 

4. Pengaturan Hubungan Intim

Memperbanyak frekuensi hubungan intim sebaiknya dilakukan apabila ingin segera memiliki momongan. Pastikan Anda berhubungan intim di masa subur untuk meningkatkan peluang hamil. Tanyakan juga saran dari dokter terkait posisi hubungan yang bisa mempengaruhi peluang kehamilan.

 

5. Pemberian Terapi atau Obat Kesuburan

Pemberian obat kesuburan bisa dilakukan apabila seorang pria memiliki masalah fertilitas. Penggunaan obat ini mampu meningkatkan kualitas sperma, dengan diminum sesuai resep dokter.

 

6. Pilihan Teknologi Reproduksi

Teknologi reproduksi berbantu menggunakan alat-alat canggih bisa membantu pasangan yang kesulitan memiliki anak. Bayi tabung misalnya, dapat membantu pasangan mendapatkan embrio di luar tubuh dan kembali ditanamkan di dalam rahim.

 

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Lantas, kapan sebaiknya Anda dan pasangan mengunjungi dokter? Haruskah menunggu sampai bertahun-tahun gaga mencobal? 

Anda sebenarnya disarankan berkonsultasi ke dokter apabila telah mengalami kondisi berikut ini. 

 

Anda perempuan berumur 35 tahun dan sudah mencoba berhubungan intim 6 bulan tanpa alat kontrasepsi dan pengaman tetapi  masih belum positif? segera kunjungi dokter. 

 

Sementara itu, apabila Anda berusia di bawah 35 tahun tetapi juga belum kunjung positif meski sudah berhubungan seksual selama 1 tahun, segera jadwalkan konsultasi. 

 

Siklus haid yang tidak teratur disertai gejala medis mengindikasikan ada yang salah pada organ reproduksi Anda. Pastikan untuk segera mengecek ke dokter untuk mendapatkan penanganan

 

Penyakit seperti endometriosis atau PCOS dapat mempengaruhi proses pembuahan antara sperma dan sel telur. Konsultasi ke dokter dapat membantu Anda mendapatkan solusi. 

 

Tentunya Anda patut mempertanyakan tentang kondisi tubuh Anda apabila ada riwayat keguguran berulang kali. Coba datangi dokter kandungan untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. 

 

Program Kehamilan Alami dan Bayi Tabung di ASHA IVF Surabaya

Sudah coba berbagai program kehamilan tetapi belum kunjung mendapatkan titik terang? ASHA IVF Surabaya hadir menjawab problem setiap pasangan yang ingin memiliki buah hati lewat program kehamilan alami dan bayi tabung, dibantu teknologi yang sangat modern. 

Kami memberikan layanan Program Kehamilan Alami lewat tes kesuburan, evaluasi medis serta perencanaan kehamilan. Sementara itu, kami juga memberikan opsi Program Bayi Tabung untuk menjamin embrio berhasil dan selamat ditanamkan di rahim. 

Teknologi canggih kami dilengkapi kemampuan memilih sperma terbaik lewat Intracytoplasmic Morphologically selected Sperm Injection (IMSI). Juga inkubator Time-Lapse untuk memantau perkembangan embrio secara real-time. 

Pintu kami terbuka lebar bagi siapapun pasangan yang ingin merencanakan kehamilan. Kami hadir di Surabaya, tepatnya di gedung PMC lantai 5. Jadwalkan pertemuan dengan dokter ahli kami, kunjungi https://ashaivf.id/ untuk info lebih lanjut. 

 

 

Sumber Referensi:

 

  1. How can I maximise my fertility? Fertility.com. Diakses pada 2025
  2. Trying to get pregnant. National Health Service (NHS). Diakses pada 2025
  3. Trying to get pregnant? Here’s when to have sex. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2025
  4. 16 tips to boost fertility and get pregnant. Healthline. Artikel ini ditinjau secara medis oleh Dr. Valinda Riggins Nwadike, MD, MPH. Diakses pada 2025

 

 

 

Inseminasi Buatan vs Bayi Tabung – Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Bagi pasangan yang sedang berjuang mendapatkan momongan, dunia teknologi reproduksi menawarkan berbagai solusi medis. Dua metode yang paling populer adalah inseminasi buatan (IUI) dan bayi tabung (IVF). 

 

Meski sama-sama bertujuan membantu kehamilan, keduanya memiliki prosedur, tingkat keberhasilan, dan biaya yang berbeda. 

 

Tak jarang, calon orang tua merasa dilema—metode mana yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka? 

 

Sebelum mengambil keputusan penting ini, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara inseminasi buatan dan bayi tabung. Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar Anda bisa memilih yang terbaik!

 

1. Definisi Prosedur

 

Pernahkah Anda mendengar tentang inseminasi buatan atau IUI? Prosedur ini merupakan salah satu metode yang digunakan untuk membantu pasangan yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan keturunan. 

IUI (Intrauterine Insemination) dilakukan dengan cara memasukkan sperma langsung ke dalam rahim saat wanita sedang dalam masa subur. Apakah prosedur ini menyakitkan? Tenang saja, umumnya IUI tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti dan cukup cepat dilakukan. Metode ini sering menjadi pilihan pertama sebelum mencoba teknologi reproduksi yang lebih kompleks.

 

Apakah Anda penasaran bagaimana bayi tabung atau IVF bekerja? IVF (In Vitro Fertilization) adalah prosedur di mana sel telur dan sperma dipertemukan di luar tubuh, tepatnya di laboratorium, untuk kemudian ditanamkan kembali ke dalam rahim. Proses ini biasanya terdiri dari beberapa tahap, termasuk stimulasi ovarium, pengambilan sel telur, pembuahan di laboratorium, dan transfer embrio ke rahim. Mengapa banyak pasangan memilih IVF? Karena metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan IUI, terutama untuk mereka yang memiliki masalah kesuburan yang lebih kompleks.

 

2. Indikasi atau Kondisi yang Direkomendasikan

 

IUI Cocok untuk:

 

IVF Cocok untuk:

 

3. Proses Pelaksanaan

 

Bagaimana sebenarnya prosedur inseminasi buatan (IUI) dilakukan? Pertama, dokter akan memastikan bahwa wanita berada dalam masa subur dengan bantuan obat penyubur jika diperlukan. Lalu, sperma yang telah melalui proses penyaringan untuk mendapatkan kualitas terbaik akan dimasukkan langsung ke dalam rahim menggunakan kateter kecil. Apakah prosesnya lama? Tidak, biasanya hanya memakan waktu beberapa menit dan tidak memerlukan anestesi. Setelah itu, pasangan hanya perlu menunggu beberapa minggu untuk mengetahui apakah prosedur ini berhasil.

 

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana proses bayi tabung (IVF) berlangsung? Prosedurnya terdiri dari beberapa tahap. Pertama, wanita akan mendapatkan obat untuk merangsang produksi sel telur. Setelah sel telur matang, dokter akan mengambilnya melalui prosedur kecil. Selanjutnya, sel telur akan dibuahi oleh sperma di laboratorium. Setelah beberapa hari, embrio terbaik akan dipilih untuk ditanamkan ke dalam rahim. Apakah langsung berhasil? Tidak selalu, karena setelah transfer embrio, masih perlu menunggu beberapa minggu untuk mengetahui apakah kehamilan terjadi.

 

4. Tingkat Keberhasilan

 

Seberapa besar peluang keberhasilan IUI? Tingkat keberhasilannya bervariasi tergantung pada usia wanita, kualitas sperma, serta kondisi kesehatan reproduksi secara keseluruhan. Rata-rata, tingkat keberhasilan IUI berkisar antara 10-20% per siklus. Apakah ini angka yang kecil? Tidak juga, karena banyak pasangan yang berhasil dalam beberapa kali percobaan. Namun, jika setelah beberapa siklus belum juga berhasil, dokter mungkin akan menyarankan metode yang lebih efektif seperti IVF.

 

Apakah IVF memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi? Dibandingkan dengan IUI, peluang keberhasilan IVF memang lebih besar, terutama bagi pasangan dengan masalah kesuburan yang lebih kompleks. Rata-rata tingkat keberhasilan IVF berkisar antara 30-50% per siklus, tergantung pada usia wanita dan kualitas embrio yang ditanamkan. Namun, apakah ini menjamin keberhasilan 100%? Sayangnya tidak, karena faktor-faktor seperti kondisi rahim dan kesehatan pasangan juga sangat berpengaruh.

 

5. Biaya yang Diperlukan

 

Berapa biaya yang harus disiapkan untuk melakukan IUI? Secara umum, biaya prosedur ini lebih terjangkau dibandingkan dengan IVF. Di Indonesia, biaya IUI berkisar antara beberapa juta hingga belasan juta rupiah per siklus, tergantung pada klinik dan penggunaan obat tambahan. Apakah ini berarti lebih hemat? Ya, namun karena tingkat keberhasilannya lebih rendah, beberapa pasangan mungkin perlu menjalani beberapa siklus sebelum berhasil.

 

Apakah IVF memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan IUI? Jawabannya adalah iya. Biaya IVF di Indonesia bisa berkisar antara puluhan hingga ratusan juta rupiah per siklus, tergantung pada klinik, metode yang digunakan, serta kebutuhan tambahan seperti skrining embrio. Apakah ini sebanding dengan peluang keberhasilannya? Bagi banyak pasangan yang telah mencoba berbagai metode lain tanpa hasil, IVF sering menjadi investasi terbaik untuk mendapatkan keturunan.

 

6. Risiko yang Mungkin Terjadi

 

Apakah IUI memiliki risiko? Meskipun tergolong prosedur yang aman, IUI tetap memiliki beberapa risiko yang perlu Anda ketahui. Salah satunya adalah kemungkinan infeksi akibat pemasangan kateter, meskipun ini jarang terjadi. Selain itu, jika Anda menggunakan obat penyubur sebelum IUI, ada risiko kehamilan kembar akibat stimulasi ovarium yang berlebihan. Apakah ada efek samping lain? Beberapa wanita mungkin mengalami kram ringan atau sedikit perdarahan setelah prosedur, tetapi ini biasanya tidak berbahaya.

 

Apakah bayi tabung memiliki risiko lebih besar dibandingkan IUI? Karena IVF melibatkan lebih banyak tahapan medis, risikonya juga lebih kompleks. Salah satu risiko utama adalah sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), yaitu kondisi di mana ovarium menjadi terlalu terstimulasi akibat penggunaan obat penyubur. Selain itu, ada kemungkinan kehamilan kembar atau bahkan lebih, yang bisa meningkatkan risiko persalinan prematur. Apakah IVF bisa gagal? Ya, kegagalan implantasi embrio juga bisa terjadi, sehingga beberapa pasangan mungkin perlu mencoba lebih dari satu siklus. 

 

7. Lama Waktu Prosedur

 

Prosedur ini sebenarnya cukup cepat dan sederhana. Setelah pemeriksaan awal dan persiapan, proses inseminasi sendiri hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit. Apakah harus beristirahat lama setelahnya? Tidak, sebagian besar wanita bisa langsung beraktivitas seperti biasa setelah prosedur. Namun, Anda tetap perlu menunggu sekitar dua minggu untuk mengetahui apakah IUI berhasil atau tidak.

 

Apakah IVF memerlukan waktu lebih lama dibandingkan IUI? Ya, karena IVF terdiri dari beberapa tahapan yang memakan waktu lebih panjang. Mulai dari stimulasi ovarium, pengambilan sel telur, pembuahan di laboratorium, hingga transfer embrio, keseluruhan proses bisa memakan waktu sekitar 4-6 minggu. Apakah setelah itu langsung terlihat hasilnya? Tidak, setelah transfer embrio, Anda masih harus menunggu sekitar dua minggu untuk melakukan tes kehamilan.

 

8. Kompleksitas Tindakan

 

Apakah IUI merupakan prosedur yang rumit? Tidak, IUI termasuk teknik reproduksi yang relatif sederhana. Prosesnya tidak memerlukan anestesi atau tindakan bedah, hanya melibatkan pemasukan sperma ke dalam rahim dengan bantuan kateter kecil. Apakah setiap pasangan bisa langsung melakukan IUI? Tidak selalu, karena efektivitas IUI tergantung pada kondisi kesehatan reproduksi pasangan, dan dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum merekomendasikan prosedur ini.

 

Bagaimana dengan IVF, apakah lebih kompleks dibandingkan IUI? Ya, IVF jauh lebih kompleks karena melibatkan serangkaian tahapan medis, mulai dari pemberian obat hormonal, prosedur pengambilan sel telur, hingga pembuahan di laboratorium. Apakah setiap pasangan bisa langsung berhasil dalam satu siklus? Tidak selalu, karena banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan IVF, termasuk usia wanita, kualitas embrio, dan kondisi rahim. Oleh karena itu, banyak pasangan yang perlu menjalani beberapa siklus IVF sebelum akhirnya berhasil mendapatkan kehamilan.

 

9. Efektivitas pada Usia Lanjut

 

Apakah IUI masih efektif bagi wanita yang berusia di atas 35 tahun? Sayangnya, efektivitas IUI cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Mengapa demikian? Karena kualitas dan jumlah sel telur pada wanita menurun seiring waktu, sehingga kemungkinan pembuahan secara alami maupun dengan bantuan IUI menjadi lebih kecil. Jika Anda berusia di atas 35 tahun dan sudah mencoba beberapa kali tanpa hasil, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan metode lain seperti IVF.

 

Bagaimana dengan IVF? Apakah lebih efektif untuk wanita yang lebih tua? Ya, dibandingkan dengan IUI, IVF memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, bahkan untuk wanita di atas 35 tahun. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kualitas sel telur dan kondisi rahim. Untuk wanita di atas 40 tahun, dokter mungkin menyarankan penggunaan donor sel telur agar peluang kehamilan lebih besar. Jadi, jika Anda berusia lebih dari 35 tahun dan mengalami kesulitan hamil, IVF bisa menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan IUI.

 

10. Pertimbangan Emosional dan Psikologis

 

Bagaimana dampak emosional dari IUI? Meskipun prosedurnya relatif sederhana, banyak pasangan yang merasakan stres saat menunggu hasilnya. Apakah Anda pernah merasa cemas setiap kali melakukan tes kehamilan? Ini adalah hal yang wajar. Bagi beberapa pasangan, kegagalan IUI bisa menimbulkan perasaan kecewa dan putus asa. Oleh karena itu, penting untuk memiliki sistem dukungan yang baik, baik dari pasangan, keluarga, maupun tenaga medis.

 

Apakah IVF lebih menantang secara emosional dibandingkan IUI? Ya, karena prosesnya lebih panjang, kompleks, dan tidak selalu berhasil dalam satu kali percobaan. Banyak pasangan mengalami tekanan emosional saat menjalani setiap tahap, mulai dari stimulasi hormon hingga menunggu hasil implantasi embrio. Apakah Anda siap menghadapi kemungkinan kegagalan? Ini adalah hal yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum memulai proses IVF. Konsultasi dengan psikolog atau bergabung dengan komunitas pejuang garis dua bisa membantu mengurangi beban emosional selama menjalani program ini.

 

Kapan Harus Memilih IUI atau IVF?

Keputusan ini tergantung pada kondisi kesehatan dan riwayat kesuburan Anda. Jika masalah kesuburan Anda tergolong ringan, seperti gangguan sperma ringan atau ovulasi tidak teratur, IUI bisa menjadi pilihan awal yang lebih sederhana dan terjangkau. 

Namun, jika Anda mengalami masalah yang lebih kompleks, seperti saluran tuba tersumbat, endometriosis parah, atau usia sudah di atas 35 tahun, IVF bisa memberikan peluang keberhasilan yang lebih tinggi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan metode terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

 

Konsultasi di ASHA IVF Surabaya

Apakah Anda mencari tempat terbaik untuk menjalani program kehamilan? ASHA IVF Surabaya siap membantu Anda mewujudkan impian memiliki buah hati. Dengan tim dokter ahli dan teknologi reproduksi terkini, ASHA IVF menawarkan layanan IUI dan IVF yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jangan biarkan ketidakpastian menghalangi langkah Anda! 

Segera jadwalkan konsultasi dan dapatkan solusi terbaik untuk perjalanan kesuburan Anda. Hubungi ASHA IVF Surabaya sekarang dan mulailah langkah baru menuju kehamilan yang Anda impikan!

 

 

Sumber Referensi:

  1. Keyserlingk, E. W. (1981). Artificial insemination and in vitro fertilization. Journal of Medical Humanities, 3, 35–49. Diakses 2025.
  2. Clarke, G. N., Bourne, H., Hill, P., Johnston, W. I., Speirs, A., McBain, J. C., & Baker, H. W. (1997). Artificial insemination and in-vitro fertilization using donor spermatozoa: a report on 15 years of experience. Human Reproduction, 12(4), 722–726.  Diakses 2025.
  3. Adashi, E. Y., & Raj, S. R. (2021). The future of IVF: The new normal in human reproduction. Reproductive Sciences, 28(8), 2116–2126. Diakses 2025.
  4. Crowe, M. A., et al. (2024). Incidence and timing of pregnancy loss following timed artificial insemination and in vitro fertilization in cattle. Journal of Dairy Science, 106(6), 4380–4396. Diakses 2025.

 

10+ Mitos dan Fakta Seputar Bayi Tabung

Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) sering menjadi harapan bagi banyak pasangan yang mendambakan buah hati. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak beredar informasi keliru yang menimbulkan kebingungan dan keraguan. Ada yang bilang bayi tabung selalu menghasilkan kembar, atau bahwa prosesnya menyakitkan dan berisiko tinggi. 

 

Benarkah demikian? Sebelum Anda termakan mitos yang menyesatkan, penting untuk mengetahui fakta medis yang sebenarnya tentang bayi tabung. 

 

Artikel ini akan mengulas mitos dan menyajikan fakta yang dapat membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

 

 

1. Mitos: Bayi tabung selalu menghasilkan kehamilan kembar

Apakah Anda pernah mendengar bahwa bayi tabung pasti menghasilkan anak kembar? Faktanya, tidak selalu demikian. Teknologi reproduksi berbantu ini memang sering dikaitkan dengan kehamilan ganda karena dalam beberapa kasus, lebih dari satu embrio ditanamkan untuk meningkatkan peluang keberhasilan. Namun, dokter dapat menyesuaikan jumlah embrio yang ditanam sesuai dengan kondisi pasangan, sehingga kehamilan tunggal juga sangat mungkin terjadi.

 

2. Mitos: Bayi tabung hanya untuk pasangan yang sudah lama menikah

Mungkinkah Anda berpikir bahwa bayi tabung hanya diperuntukkan bagi pasangan yang sudah lama menanti momongan? Sebenarnya, prosedur ini bisa menjadi solusi bagi pasangan dengan berbagai kondisi kesuburan, tanpa harus menunggu bertahun-tahun. Jika setelah satu tahun menikah (atau enam bulan bagi yang berusia di atas 35 tahun) belum juga dikaruniai keturunan, konsultasi dengan dokter bisa menjadi langkah awal untuk mempertimbangkan program bayi tabung.

 

3. Mitos: Bayi tabung 100% berhasil

Pernahkah Anda mengira bahwa bayi tabung selalu berhasil tanpa kendala? Sayangnya, hal ini tidak sepenuhnya benar. Meskipun teknologi medis terus berkembang, tingkat keberhasilan bayi tabung dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia ibu, kualitas embrio, dan kondisi kesehatan pasangan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki ekspektasi yang realistis dan berkonsultasi dengan dokter untuk memahami peluang serta tantangan yang ada.

 

4. Mitos: Bayi tabung menghasilkan bayi yang tidak normal

Adakah kekhawatiran pada diri Anda bahwa bayi yang lahir melalui program bayi tabung akan mengalami kelainan? Faktanya, bayi yang lahir dari prosedur IVF (In Vitro Fertilization) memiliki peluang kesehatan yang sama dengan bayi yang dikandung secara alami. Teknologi bayi tabung bahkan memungkinkan dokter untuk melakukan screening embrio sebelum implantasi, sehingga risiko kelainan genetik dapat diminimalkan.

 

5. Mitos: IVF hanya untuk wanita

Apakah Anda berpikir bahwa bayi tabung hanya melibatkan wanita? Faktanya, kesuburan adalah tanggung jawab bersama. Program bayi tabung tidak hanya menangani masalah kesuburan pada wanita, tetapi juga membantu pasangan dengan masalah kesuburan pria, seperti jumlah sperma yang rendah atau gangguan motilitas sperma. Oleh karena itu, baik pria maupun wanita berperan penting dalam keberhasilan IVF.

 

6. Mitos: Bayi tabung adalah pilihan terakhir

Mungkinkah Anda beranggapan bayi tabung selalu menjadi jalan terakhir bagi pasangan yang ingin memiliki anak? Tidak selalu. Meskipun sering dianggap sebagai solusi akhir, bayi tabung juga bisa menjadi pilihan pertama bagi pasangan dengan kondisi medis tertentu, seperti tuba falopi yang tersumbat atau gangguan sperma yang signifikan. Konsultasi dengan dokter spesialis akan membantu menentukan metode terbaik sesuai kondisi pasangan.

 

7. Mitos: Proses bayi tabung sangat menyakitkan

Apakah Anda membayangkan bahwa menjalani program bayi tabung akan terasa sangat menyakitkan? Faktanya, prosedur ini melibatkan beberapa tahap, termasuk stimulasi hormon dan pengambilan sel telur, yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi tidak selalu menyakitkan. Dengan kemajuan teknologi medis dan penggunaan anestesi, banyak pasien yang menjalani proses ini tanpa rasa sakit yang berarti.

 

8. Mitos: Pasangan tidak perlu menjaga gaya hidup saat menjalani IVF

Apakah Anda berpikir bahwa keberhasilan bayi tabung hanya bergantung pada teknologi medis? Faktanya, gaya hidup sehat berperan besar dalam meningkatkan peluang keberhasilan IVF. Mengonsumsi makanan bergizi, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta mengelola stres dapat meningkatkan kualitas sel telur dan sperma, sehingga memperbesar peluang kehamilan yang sehat.

 

9. Mitos: IVF hanya cocok untuk wanita muda

Mungkin tanpa sengaja Anda pernah mendengar, program bayi tabung (IVF) hanya efektif untuk wanita muda? Faktanya, meskipun usia wanita mempengaruhi tingkat keberhasilan IVF, prosedur ini tetap dapat dilakukan oleh wanita yang lebih tua. Namun, penting untuk dicatat bahwa seiring bertambahnya usia, terutama setelah 35 tahun, kualitas dan jumlah sel telur cenderung menurun, yang dapat mempengaruhi keberhasilan IVF. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis kesuburan sangat dianjurkan untuk memahami peluang dan risiko yang ada.

 

10. Mitos: IVF menyebabkan bayi lahir prematur

Pernahkah ada slentingan yang masuk ke telinga kalau bayi yang lahir melalui program bayi tabung lebih rentan lahir prematur? Faktanya, kelahiran prematur lebih sering terjadi pada kehamilan kembar, yang bisa menjadi salah satu komplikasi dari teknologi reproduksi berbantu, termasuk bayi tabung. Ini berdasarkan embrio yang ditransferkan. Sayangnya ini sering dianggap menguntungkan, padahal hamil kembar resiko komplikasi pada si ibu lebih besar, seperti munculnya diabetes gestasional hingga terjadi prematuritas serta persalinan sesar.

 

11. Mitos: Bayi tabung hanya bisa dilakukan sekali

Apakah Anda berpikir bahwa program bayi tabung hanya dapat dilakukan satu kali? Faktanya, tidak ada batasan jumlah siklus IVF yang dapat dijalani oleh pasangan. Jika siklus pertama tidak berhasil, pasangan dapat mencoba lagi sesuai rekomendasi dokter dan kondisi kesehatan mereka. Selain itu, setelah berhasil hamil melalui IVF, beberapa pasangan bahkan dapat hamil secara alami di kemudian hari tanpa intervensi medis tambahan. 

 

12. Mitos: Bayi tabung sangat mahal untuk semua orang

Apakah Anda salah satu yang menganggap bahwa program bayi tabung selalu memerlukan biaya yang sangat tinggi? Faktanya, biaya IVF dapat bervariasi tergantung pada lokasi, fasilitas medis, dan kebutuhan individu. Beberapa klinik atau rumah sakit menawarkan paket yang lebih terjangkau atau program pembiayaan untuk membantu pasangan yang membutuhkan. Selain itu, beberapa asuransi kesehatan mungkin mencakup sebagian biaya prosedur ini. Sebaiknya, diskusikan opsi pembiayaan dengan penyedia layanan kesehatan untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi finansial Anda.

 

13. Mitos: IVF bisa dilakukan kapan saja tanpa batas waktu

Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa program bayi tabung (IVF) dapat dilakukan kapan saja tanpa mempertimbangkan faktor waktu. Faktanya, meskipun IVF dapat membantu mengatasi masalah kesuburan, faktor usia tetap memainkan peran penting dalam keberhasilan prosedur ini. Seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun, kualitas dan jumlah sel telur pada wanita cenderung menurun, yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan IVF. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesuburan sedini mungkin untuk menentukan waktu yang tepat dalam menjalani program ini.

 

14. Mitos: IVF hanya bisa dilakukan jika kedua pasangan subur

Apakah Anda beranggapan bahwa program bayi tabung hanya dapat dilakukan jika kedua pasangan memiliki kondisi kesuburan yang baik? Faktanya, IVF justru dirancang untuk membantu pasangan yang mengalami masalah kesuburan, baik pada pihak wanita maupun pria. Prosedur ini dapat mengatasi berbagai masalah kesuburan, seperti sumbatan tuba falopi pada wanita atau jumlah sperma yang rendah pada pria. Dengan bantuan teknologi reproduksi berbantu, pasangan dengan berbagai kondisi kesuburan memiliki kesempatan untuk mendapatkan keturunan.

 

Baca Juga: Apa Persiapan Sebelum Menjalani IVF?

 

Konsultasi Bayi Tabung di ASHA IVF Surabaya

Jika Anda dan pasangan sedang mempertimbangkan program bayi tabung, ASHA IVF RS PHC Surabaya dapat menjadi pilihan yang tepat. Klinik ini menawarkan layanan fertilitas yang komprehensif, termasuk program bayi tabung, dengan dukungan teknologi terkini dan tenaga medis berpengalaman.

Berlokasi di Gedung PMC Lantai 5, Jl. Prapat Kurung Selatan No. 1 Tanjung Perak, Surabaya, ASHA IVF RS PHC Surabaya siap membantu mewujudkan impian Anda memiliki buah hati. Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, Anda dapat menghubungi melalui WhatsApp di nomor +62-81135-17101.

 

Sumber Referensi:

  1. Sunderam, S., Kissin, D. M., Zhang, Y., et al. (2020). Assisted Reproductive Technology Surveillance — United States, 2018. Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), 69(9), 1–20.​ Diakses 2025.​
  2. ​Kamphuis, E. I., Bhattacharya, S., van der Veen, F., Mol, B. W., & Templeton, A. (2014). Are we overusing IVF? BMJ, 348, g252.​ Diakses 2025.​
  3. ​Hammarberg, K., & Kirkman, M. (2013). Infertility in resource-constrained settings: moving towards amelioration. Reproductive BioMedicine Online, 26(2), 189–195.. Diakses 2025
  4. ​Murray, S., & Shetty, P. (2011). ART and the risk of adverse birth outcomes. The Lancet, 377(9764), 1814–1815. Diakses 24 Maret 2025.​
  5. ​Ombelet, W., Cooke, I., Dyer, S., Serour, G., & Devroey, P. (2008). Infertility and the provision of infertility medical services in developing countries. Human Reproduction Update, 14(6), 605–621.​  Diakses 2025.
  6. ​Pinborg, A., Loft, A., & Schmidt, L. (2003). Attitudes of IVF/ICSI-twin mothers towards twin versus singleton pregnancy and birth. Human Reproduction, 18(3), 621–627.​ Diakses 24 Maret 2025.

 

pendaftaran konsultas

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih Waktu Reservasi*
No Telp*
Nama Lengkap*
Jenis Kelamin*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*