Bagi banyak pasangan yang mendambakan keberhasilan program hamil. Akan tetapi, tidak semua pasangan tahu bahwa keberhasilannya bergantung pada kondisi kesuburan kedua belah pihak, bukan salah satu saja.
Nah, Salah satu indikator penting dari kesuburan pria adalah kualitas sperma. Namun, tidak semua sperma memiliki kemampuan yang sama dalam membuahi sel telur. Karena itu, World Health Organization (WHO) telah menetapkan panduan dan kriteria ilmiah untuk menilai sperma sehat menurut WHO berdasarkan jumlah, bentuk, dan gerakannya.
Mengapa Kualitas Sperma Penting untuk Kesuburan Pria
Kualitas sperma menentukan seberapa besar peluang terjadinya pembuahan. Sperma yang sehat tidak hanya harus banyak, tetapi juga harus memiliki bentuk yang normal serta mampu bergerak cepat dan tepat ke arah sel telur.
Jika salah satu dari faktor ini terganggu, misalnya jumlah sperma rendah, bentuk tidak normal, atau pergerakannya lambat, kemungkinan terjadinya kehamilan akan menurun. Karena itu, pemeriksaan sperma menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesuburan pria sebelum memulai program hamil.
Panduan WHO tentang Kualitas Sperma
Berikut ini adalah panduan sperma sehat menurut WHO yang harus Anda tahu. Beberapa penjelasan di bawah ini patut Anda imak dengan seksama.
Standar Pemeriksaan Sperma oleh WHO
WHO telah menetapkan pedoman resmi untuk analisis sperma melalui WHO Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen edisi terbaru. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai lima parameter utama: jumlah, motilitas (gerak), morfologi (bentuk), volume, serta pH dan waktu pencairan sperma.
Parameter Utama dalam Penilaian Kualitas Sperma
Beberapa aspek penting yang dinilai dalam standar sperma sehat menurut WHO meliputi:
- Jumlah (Konsentrasi Sperma): Minimal 15 juta sel sperma per mililiter.
- Gerak (Motilitas Sperma): Minimal 40% sperma harus mampu bergerak aktif, dan setidaknya 32% di antaranya bergerak progresif.
- Bentuk (Morfologi Sperma): Minimal 4% sperma memiliki bentuk normal.
- Volume & Warna Cairan Mani: Volume normal adalah 1,5–5 mililiter dengan warna putih keabu-abuan.
- pH dan Waktu Pencairan Sperma: pH cairan mani normal antara 7,2–8,0, dan sperma biasanya mencair dalam waktu 15–30 menit setelah ejakulasi.
Jumlah & Volume Sperma Normal Menurut WHO
Ini adalah beberapa tanda sperma Anda normal jika dilihat dari volume dan jumlahnya.
Jumlah Sperma yang Ideal
Menurut WHO, pria dikatakan memiliki jumlah sperma normal jika konsentrasi sperma mencapai 15 juta per mililiter atau lebih, dengan total jumlah minimal 39 juta sperma per ejakulasi. Jumlah di bawah angka ini disebut oligospermia (jumlah sperma rendah), yang bisa menurunkan peluang kehamilan.
Volume Sperma yang Normal
Volume ejakulasi yang dianggap normal berkisar minimal 1,5 mililiter. Volume terlalu sedikit bisa disebabkan oleh gangguan pada kelenjar prostat atau vesikula seminalis, sementara volume berlebihan dapat menunjukkan masalah hormonal atau gangguan penyimpanan sperma.
Makna Jumlah Sperma Rendah
Jumlah sperma rendah tidak selalu berarti pria tidak subur. Dalam beberapa kasus, gaya hidup sehat, pengaturan pola makan, serta terapi medis bisa membantu meningkatkan produksi sperma dan peluang keberhasilan pembuahan.
Bentuk (Morfologi) Sperma Sehat
Nah, berikut ini adalah tanda-tanda bahwa sperma Anda sehat jika dilihat dari bentuknya.
Struktur Sperma Normal
Sperma yang normal memiliki kepala oval, leher yang proporsional, dan ekor panjang yang membantu pergerakan. Kepala sperma berfungsi membawa materi genetik, sementara ekor membantu sperma berenang menuju sel telur.
Persentase Sperma Normal Menurut WHO
WHO menetapkan bahwa minimal 4% sperma harus memiliki bentuk normal agar dianggap sehat. Meskipun angka ini terlihat kecil, sperma dengan bentuk yang tepat memiliki kemampuan membuahi sel telur lebih baik dibandingkan sperma abnormal.
Dampak Morfologi Abnormal
Sperma dengan bentuk kepala cacat, ekor ganda, atau ukuran tidak proporsional cenderung memiliki kemampuan berenang yang buruk dan kesulitan menembus dinding sel telur. Jika morfologi sperma banyak yang abnormal, peluang kehamilan alami dapat berkurang.
Gerak (Motilitas) Sperma yang Menentukan Kesuburan
Motilitas adalah kemampuan sperma untuk bergerak aktif menuju sel telur. WHO mengelompokkan motilitas sperma menjadi tiga kategori:
Klasifikasi Motilitas Sperma Menurut WHO
- Progresif cepat (PR): Sperma bergerak cepat dan lurus ke arah sel telur — tipe terbaik untuk pembuahan.
- Non-progresif (NP): Sperma bergerak lambat atau berputar tanpa arah jelas.
Immotile (IM): Sperma tidak bergerak sama sekali.
Persentase Motilitas Normal
Menurut WHO, minimal 40% sperma harus bergerak aktif, dan 32% diantaranya harus memiliki gerakan progresif cepat (PR). Jika persentase ini di bawah standar, kondisi tersebut disebut asthenozoospermia.
Penyebab Motilitas Rendah
Motilitas rendah dapat disebabkan oleh suhu tinggi di area testis, stres oksidatif, kekurangan nutrisi seperti zinc dan selenium, atau kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol.
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sperma
Kualitas sperma dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal (dari dalam tubuh) dan eksternal (lingkungan dan gaya hidup).
Faktor Internal
Berikut ini adalah penyebab internal yang mempengaruhi kualitas sperma
- Usia: Produksi sperma wajar mulai menurun setelah usia 40 tahun.
- Gangguan hormon: Ketidakseimbangan hormon testosteron, FSH, dan LH dapat menghambat produksi sperma.
- Masalah genetik: Kondisi seperti sindrom Klinefelter atau kelainan kromosom lain dapat menyebabkan infertilitas pria.
Faktor Eksternal
Berikut ini adalah penyebab eksternal yang mempengaruhi kualitas sperma
- Pola makan tidak sehat: Kurangnya asupan nutrisi seperti zinc, vitamin C, dan E dapat menurunkan kualitas sperma.
- Paparan panas atau bahan kimia: Sering menggunakan laptop di pangkuan atau bekerja di lingkungan panas bisa menghambat produksi sperma.
- Rokok, alkohol, stres, dan kurang tidur: Faktor gaya hidup ini dapat menurunkan motilitas serta meningkatkan kerusakan DNA sperma.
Pemeriksaan Kualitas Sperma di Asha IVF
Sebagai klinik fertilitas berstandar internasional, Asha IVF menyediakan layanan analisis sperma lengkap sesuai panduan WHO untuk membantu pria memahami kondisi kesuburannya secara menyeluruh.
Analisis Sperma Lengkap Sesuai Standar WHO
Pemeriksaan di Asha IVF dilakukan dengan teknologi Computer-Assisted Sperm Analysis (CASA) yang menilai jumlah, gerak, bentuk, dan volume sperma secara akurat berdasarkan standar WHO.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Andrologi
Setelah pemeriksaan, pasien akan berkonsultasi langsung dengan dokter andrologi dan spesialis fertilitas untuk membahas hasil analisis serta langkah perawatan yang paling sesuai.
Perawatan Fertilitas yang Dipersonalisasi
Setiap pasien memiliki kondisi unik. Karena itu, Asha IVF memberikan rencana perawatan personal yang mencakup terapi nutrisi, perubahan gaya hidup, hingga program medis seperti IUI atau IVF bila diperlukan.
Mengetahui kriteria sperma sehat menurut WHO membantu pria memahami kondisi kesuburannya secara ilmiah dan terukur. Pemeriksaan sperma bukan hanya langkah medis, tetapi juga bagian penting dari perencanaan kehamilan yang matang.
Jika Mom & Dads ingin memastikan kondisi kesuburan secara akurat, Asha IVF siap membantu dengan pemeriksaan sperma komprehensif sesuai standar WHO, teknologi modern, dan pendampingan tim ahli. Sebab di Asha IVF, setiap langkah menuju kehamilan selalu dimulai dengan pemahaman yang benar.
Ditinjau Oleh:
Sumber Referensi:
- World Health Organization (WHO). (2021). WHO Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen (6th ed.). Diakses 2025.
- Cleveland Clinic. (2024). Semen Analysis: Purpose, Procedure & Results. Diakses 2025.
- Mayo Clinic. (2024). Total Parenteral Nutrition: Care at Mayo Clinic. Diakses 2025.
- Alodokter. (2024). Berapa Jumlah Sperma Normal pada Pria? Diakses 2025.
- Hello Sehat. (2024). Standar Sperma Sehat Menurut WHO. Diakses 2025.
