Kriteria Sperma Sehat Menurut WHO: Jumlah, Bentuk, Gerak

Bagi banyak pasangan yang mendambakan keberhasilan program hamil. Akan tetapi, tidak semua pasangan tahu bahwa keberhasilannya bergantung pada kondisi kesuburan kedua belah pihak, bukan salah satu saja.

 

Nah, Salah satu indikator penting dari kesuburan pria adalah kualitas sperma. Namun, tidak semua sperma memiliki kemampuan yang sama dalam membuahi sel telur. Karena itu, World Health Organization (WHO) telah menetapkan panduan dan kriteria ilmiah untuk menilai sperma sehat menurut WHO berdasarkan jumlah, bentuk, dan gerakannya.

 

Mengapa Kualitas Sperma Penting untuk Kesuburan Pria

Kualitas sperma menentukan seberapa besar peluang terjadinya pembuahan. Sperma yang sehat tidak hanya harus banyak, tetapi juga harus memiliki bentuk yang normal serta mampu bergerak cepat dan tepat ke arah sel telur.

 

 

Jika salah satu dari faktor ini terganggu, misalnya jumlah sperma rendah, bentuk tidak normal, atau pergerakannya lambat, kemungkinan terjadinya kehamilan akan menurun. Karena itu, pemeriksaan sperma menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesuburan pria sebelum memulai program hamil.

 

Panduan WHO tentang Kualitas Sperma

Berikut ini adalah panduan sperma sehat menurut WHO yang harus Anda tahu. Beberapa penjelasan di bawah ini patut Anda imak dengan seksama. 

 

Standar Pemeriksaan Sperma oleh WHO

WHO telah menetapkan pedoman resmi untuk analisis sperma melalui WHO Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen edisi terbaru. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai lima parameter utama: jumlah, motilitas (gerak), morfologi (bentuk), volume, serta pH dan waktu pencairan sperma.

 

Parameter Utama dalam Penilaian Kualitas Sperma

Beberapa aspek penting yang dinilai dalam standar sperma sehat menurut WHO meliputi:

 

Jumlah & Volume Sperma Normal Menurut WHO

Ini adalah beberapa tanda sperma Anda normal jika dilihat dari volume dan jumlahnya. 

 

Jumlah Sperma yang Ideal

Menurut WHO, pria dikatakan memiliki jumlah sperma normal jika konsentrasi sperma mencapai 15 juta per mililiter atau lebih, dengan total jumlah minimal 39 juta sperma per ejakulasi. Jumlah di bawah angka ini disebut oligospermia (jumlah sperma rendah), yang bisa menurunkan peluang kehamilan.

 

Volume Sperma yang Normal

Volume ejakulasi yang dianggap normal berkisar minimal 1,5 mililiter. Volume terlalu sedikit bisa disebabkan oleh gangguan pada kelenjar prostat atau vesikula seminalis, sementara volume berlebihan dapat menunjukkan masalah hormonal atau gangguan penyimpanan sperma.

 

 

Makna Jumlah Sperma Rendah

Jumlah sperma rendah tidak selalu berarti pria tidak subur. Dalam beberapa kasus, gaya hidup sehat, pengaturan pola makan, serta terapi medis bisa membantu meningkatkan produksi sperma dan peluang keberhasilan pembuahan.

 

 

Bentuk (Morfologi) Sperma Sehat

Nah, berikut ini adalah tanda-tanda bahwa sperma Anda sehat jika dilihat dari bentuknya. 

 

Struktur Sperma Normal

Sperma yang normal memiliki kepala oval, leher yang proporsional, dan ekor panjang yang membantu pergerakan. Kepala sperma berfungsi membawa materi genetik, sementara ekor membantu sperma berenang menuju sel telur.

 

Persentase Sperma Normal Menurut WHO

WHO menetapkan bahwa minimal 4% sperma harus memiliki bentuk normal agar dianggap sehat. Meskipun angka ini terlihat kecil, sperma dengan bentuk yang tepat memiliki kemampuan membuahi sel telur lebih baik dibandingkan sperma abnormal.

 

Dampak Morfologi Abnormal

Sperma dengan bentuk kepala cacat, ekor ganda, atau ukuran tidak proporsional cenderung memiliki kemampuan berenang yang buruk dan kesulitan menembus dinding sel telur. Jika morfologi sperma banyak yang abnormal, peluang kehamilan alami dapat berkurang.

 

Gerak (Motilitas) Sperma yang Menentukan Kesuburan

Motilitas adalah kemampuan sperma untuk bergerak aktif menuju sel telur. WHO mengelompokkan motilitas sperma menjadi tiga kategori:

 

Klasifikasi Motilitas Sperma Menurut WHO

 

Persentase Motilitas Normal

Menurut WHO, minimal 40% sperma harus bergerak aktif, dan 32% diantaranya harus memiliki gerakan progresif cepat (PR). Jika persentase ini di bawah standar, kondisi tersebut disebut asthenozoospermia.

 

Penyebab Motilitas Rendah

Motilitas rendah dapat disebabkan oleh suhu tinggi di area testis, stres oksidatif, kekurangan nutrisi seperti zinc dan selenium, atau kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol.

 

 

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sperma

Kualitas sperma dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal (dari dalam tubuh) dan eksternal (lingkungan dan gaya hidup).

 

 

Faktor Internal

Berikut ini adalah penyebab internal yang mempengaruhi kualitas sperma

 

Faktor Eksternal

Berikut ini adalah penyebab eksternal yang mempengaruhi kualitas sperma

 

Pemeriksaan Kualitas Sperma di Asha IVF

Sebagai klinik fertilitas berstandar internasional, Asha IVF menyediakan layanan analisis sperma lengkap sesuai panduan WHO untuk membantu pria memahami kondisi kesuburannya secara menyeluruh.

 

Analisis Sperma Lengkap Sesuai Standar WHO

Pemeriksaan di Asha IVF dilakukan dengan teknologi Computer-Assisted Sperm Analysis (CASA) yang menilai jumlah, gerak, bentuk, dan volume sperma secara akurat berdasarkan standar WHO.

 

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Andrologi

Setelah pemeriksaan, pasien akan berkonsultasi langsung dengan dokter andrologi dan spesialis fertilitas untuk membahas hasil analisis serta langkah perawatan yang paling sesuai.

 

 

Perawatan Fertilitas yang Dipersonalisasi

Setiap pasien memiliki kondisi unik. Karena itu, Asha IVF memberikan rencana perawatan personal yang mencakup terapi nutrisi, perubahan gaya hidup, hingga program medis seperti IUI atau IVF bila diperlukan.

 

Mengetahui kriteria sperma sehat menurut WHO membantu pria memahami kondisi kesuburannya secara ilmiah dan terukur. Pemeriksaan sperma bukan hanya langkah medis, tetapi juga bagian penting dari perencanaan kehamilan yang matang.

 

Jika Mom & Dads ingin memastikan kondisi kesuburan secara akurat, Asha IVF siap membantu dengan pemeriksaan sperma komprehensif sesuai standar WHO, teknologi modern, dan pendampingan tim ahli. Sebab di Asha IVF, setiap langkah menuju kehamilan selalu dimulai dengan pemahaman yang benar.

 

Ditinjau Oleh:

Sumber Referensi:

  1. World Health Organization (WHO). (2021). WHO Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen (6th ed.). Diakses 2025.
  2. Cleveland Clinic. (2024). Semen Analysis: Purpose, Procedure & Results. Diakses 2025.
  3. Mayo Clinic. (2024). Total Parenteral Nutrition: Care at Mayo Clinic. Diakses 2025.
  4. Alodokter. (2024). Berapa Jumlah Sperma Normal pada Pria? Diakses 2025.
  5. Hello Sehat. (2024). Standar Sperma Sehat Menurut WHO. Diakses 2025.

Hipogonadisme: Gangguan Hormon Testosteron pada Pria

Tahukah sobat ASHA soal Disfungsi Hipogonadisme? Ini adalah kondisi medis yang membuat tubuh tidak mampu menghasilkan testosteron dalam jumlah cukup. Hormon testosteron sendiri adalah salah satu hormon paling penting dalam tubuh pria.

 

Tidak hanya berperan dalam perkembangan karakteristik fisik seperti pertumbuhan otot, suara yang lebih berat dan pertumbuhan rambut tubuh, hormon testosteron juga berfungsi menjaga gairah seksual, produksi sperma serta kesehatan tulang. 

 

Gangguan ini dapat dialami sejak lahir maupun saat dewasa, dan dampaknya cukup luas terhadap perubahan fisik, masalah kesuburan, hingga gangguan psikologis. Karena itu, memahami penyebab, gejala, dampak hingga cara penanganan disfungsi hipogonadisme sangat penting agar pria bisa menjaga kualitas hidupnya.

 

Apa Itu Hipogonadisme?

Disfungsi hipogonadisme adalah kondisi ketika testis tidak mampu memproduksi testosteron sesuai kebutuhan tubuh. Kekurangan testosteron dapat menyebabkan masalah reproduksi, gangguan kesehatan fisik hingga penurunan kualitas hidup. Pada pria dewasa, kekurangan hormon ini sering menimbulkan penurunan libido, disfungsi ereksi dan infertilitas. Sementara pada anak laki-laki, hipogonadisme bisa menyebabkan keterlambatan pubertas.

 

 

Perbedaan Hipogonadisme Premier dan Sekunder

Hipogonadisme secara umum berarti tubuh tidak mampu memproduksi hormon testosteron dalam jumlah yang cukup. Namun, penyebab kondisi ini bisa berasal dari lokasi gangguan yang berbeda. Disfungsi hipogonadisme dibagi menjadi dua jenis berdasarkan letak gangguan yang menyebabkannya:

Hipogonodisme jenis ini terjadi ketika masalah ada pada testis itu sendiri. Testis tidak mampu menghasilkan testosteron meskipun tubuh sudah memberi sinyal hormon perangsang. Kondisi ini sering disebabkan oleh kerusakan jaringan testis, bawaan lahir, atau cedera.

Hipogonodisme sekunderi terjadi ketika masalah ada di otak, tepatnya pada hipotalamus atau kelenjar pituitari yang bertugas memberi sinyal kepada testis untuk memproduksi hormon. Gangguan pada bagian ini menyebabkan produksi testosteron berkurang meskipun testis masih sehat. Membedakan keduanya sangat penting karena strategi penanganannya bisa berbeda.

 

Penyebab Hipogonadisme

Hipogonadisme dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari bawaan sejak lahir hingga kondisi medis yang dialami saat dewasa. Penyebab ini dibagi berdasarkan letak gangguannya, yaitu di testis atau di otak. Ada banyak faktor yang dapat memicu disfungsi hipogonadisme. Beberapa di antaranya meliputi:

 

Beberapa bentuk hipogonadisme dipicu oleh kelainan genetik. Salah satu yang paling dikenal adalah sindrom Klinefelter, di mana seorang pria memiliki kromosom X tambahan. Kondisi ini menyebabkan testis tidak berkembang secara normal, sehingga produksi testosteron menurun drastis. 

 

Testis adalah organ utama penghasil testosteron. Bila organ ini rusak, maka produksi hormon pun terganggu. Cedera bisa terjadi akibat benturan fisik, kecelakaan atau operasi di area genital. Selain itu, infeksi virus gondongan (mumps) yang menyerang testis pada usia dewasa juga dapat merusak jaringan testis. 

 

Hipotalamus dan kelenjar pituitari berfungsi sebagai pusat kontrol hormon dalam tubuh. Hipotalamus menghasilkan hormon GnRH yang merangsang pituitari untuk mengeluarkan LH dan FSH. Kedua hormon ini kemudian mengatur testis untuk memproduksi testosteron dan sperma. Jika terjadi gangguan pada hipotalamus atau pituitari, alur sinyal ini dapat terganggu.

 

Beberapa penyakit kronis dapat memperbesar risiko disfungsi hipogonadisme, terutama bila diderita dalam jangka panjang. Penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit ginjal, dan gangguan hati sering berhubungan dengan penurunan kadar testosteron. Penyakit-penyakit ini dapat mengganggu metabolisme tubuh sehingga produksi hormon ikut terganggu.

 

 

Beberapa obat, seperti kemoterapi atau steroid jangka panjang bisa mengganggu keseimbangan hormon testosteron. Efek samping ini sering muncul pada pasien yang menjalani terapi jangka panjang untuk penyakit kronis.

 

Gejala yang Muncul pada Penderita Hipogonadisme

Hipogonadisme menimbulkan gejala yang beragam dan bisa berbeda pada tiap individu. Gejala umumnya terbagi menjadi tiga kelompok:

Pria dengan disfungdi hipogonadisme biasanya mengalami penurunan massa otot, peningkatan lemak tubuh, berkurangnya rambut di wajah dan tubuh, serta mudah merasa lelah. Kekurangan hormon ini juga bisa menyebabkan tulang rapuh sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.

Hipogonadisme berdampak besar pada fungsi seksual. Penderitanya dapat mengalami penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi dan masalah infertilitas karena gangguan produksi sperma. 

Kadar testosteron yang rendah juga mempengaruhi kesehatan mental. Gejala yang muncul meliputi perubahan suasana hati, mudah marah, depresi hingga menurunnya rasa percaya diri.

 

Dampak Hipogonadisme pada Kesuburan & Kesehatan

Kekurangan testosteron tidak hanya mengganggu fungsi seksual, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan:

 

Gangguan produksi sperma

Testosteron adalah hormon kunci dalam proses spermatogenesis atau pembentukan sperma di testis. Jika kadar hormon ini rendah, proses produksi sperma terganggu sehingga jumlah sperma berkurang drastis. Selain itu, kualitas sperma juga bisa menurun, misalnya sperma bergerak lambat atau berbentuk abnormal.

 

 

Risiko kemandulan

Gangguan produksi sperma pada penderita hipogonadisme berujung pada meningkatnya risiko infertilitas atau kemandulan. Infertilitas pada pria bukan hanya berarti tidak ada sperma sama sekali, tetapi juga bisa disebabkan oleh sperma yang kualitasnya rendah sehingga gagal membuahi sel telur.

 

Dampak jangka panjang pada kesehatan tulang, metabolisme, dan jantung

Selain berperan dalam reproduksi, testosteron juga berfungsi menjaga kepadatan mineral tulang. Jika kadar hormon ini rendah dalam jangka panjang, tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Selain itu, disfungsi hipogonadisme juga dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak yang kemudian memicu obesitas. Kondisi ini memperbesar kemungkinan munculnya sindrom metabolik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria dengan hipogonadisme memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke.

 

 

Komplikasi Hipogonadisme

Jika tidak ditangani, disfungsi hipogonadisme bisa memicu komplikasi serius. Penurunan massa otot, penumpukan lemak dan keropos tulang adalah dampak jangka panjang yang umum. Selain itu, pria juga lebih rentan mengalami sindrom metabolik, gangguan jantung, hingga depresi berat. Kombinasi masalah fisik dan emosional ini dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis.

 

Penanganan Medis untuk Hipogonadisme

Hipogonadisme bisa ditangani dengan beberapa metode, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya:

 

Terapi penggantian testosteron (TRT)

Terapi ini memberikan testosteron tambahan dalam bentuk suntikan, gel atau patch untuk membantu menormalkan kadar hormon. TRT terbukti efektif memperbaiki gejala, tetapi harus diawasi dokter karena bisa menimbulkan efek samping.

 

Obat-obatan tambahan sesuai penyebab

Jika penyebabnya adalah penyakit lain, dokter akan memberikan terapi tambahan untuk mengatasi kondisi yang mendasarinya, misalnya pengobatan tumor pituitari atau perbaikan masalah metabolik.

 

Perubahan gaya hidup sehat (pola makan, olahraga, manajemen stres)

Langkah sederhana seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, pola makan seimbang, tidur cukup serta manajemen stres dapat membantu meningkatkan kadar testosteron secara alami.

 

 

Pemantauan rutin untuk mencegah efek samping terapi

Pasien dengan hipogonadisme perlu menjalani pemeriksaan berkala untuk memastikan kadar hormon tetap stabil serta memantau kemungkinan efek samping dari terapi.

 

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Disarankan untuk segera berkonsultasi jika mengalami gejala seperti penurunan gairah seksual, infertilitas, kelelahan kronis, perubahan fisik yang mencurigakan atau gangguan emosional yang tidak biasa. Diagnosis dini sangat penting karena semakin cepat terapi dimulai, semakin besar peluang mencegah komplikasi serius.

 

Konsultasi dengan Dokter Spesialis di Klinik Asha IVF

Disfungsi hipogonadisme adalah gangguan medis yang tidak boleh dianggap sepele. Dengan diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai, kualitas hidup meningkat dan risiko komplikasi bisa ditekan. Apabila anda mencari dokter spesialis berkualitas, ASHA IVF kini hadir dengan layanan lengkap yang ditangani dokter spesialis andrologi berpengalaman. Didukung dengan fasilitas modern dan metode terapi terkini, ASHA IVF dapat memberikan layanan terbaik untuk Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi agar kesehatan reproduksi tetap terjaga dan peluang memiliki keturunan tetap terbuka.

 

Ditinjau Oleh:

dr. Meliana Jayasaputra, SpOG

 

 

Sumber Referensi:

  1. Mayo Clinic. (2023). Male hypogonadism: Symptoms & causes. Diakses 2025.

  2. Cleveland Clinic. (2023). Hypogonadism. Diakses 2025.

  3. MedlinePlus. (2022). Hypogonadism. Diakses 2025.

  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). (2023). Male hypogonadism. Diakses 2025.

  5. Johns Hopkins Medicine. (2023). Hypogonadism. Diakses 2025.

 

Apa Efek Merokok dan Alkohol pada Kesuburan Pria? Ini Dampak Kesehatannya

Oh ya Dads masih merokok? Tapi sulit mendapatkan momongan bersama istri? Hati-hati ini bisa jadi karena Anda masih merokok atau masih mengonsumsi alkohol dengan kadar berlebihan.

 

Berdasarkan data dari penelitian yang dilakukan Jurusan Analis Kesehatan, POLTEKKES Kemenkes Bengkulu, Kebiasaan merokok merupakan salah satu gaya hidup yang akan semakin menambah radikal bebas dalam tubuh sehingga lebih rentan mengalami infertilitas. Mitokondria dan plasma merupakan tempat produksi radikal bebas dalam tubuh. Proses produksi ini melibatkan enzim kreatinin kinase dan diaphorase. Radikal bebas menyebabkan kerusakan DNA dan akhirnya apopotosis sel sperma.

 

Perlunya para suami mengubah kebiasaan buruk ini ya, salah satunya kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol ternyata tidak bisa dianggap sepele. 

 

Selengkapnya Dads bisa membaca sampai habis penjelasan dibawah ini:

Dampak Merokok terhadap Kesuburan Pria 

1. Penurunan Jumlah Sperma

Kandungan tar dan nikotin yang sangat tinggi di dalam sebatan rokok ternyata bisa berdampak pada jumlah dan kualitas. Bahkah, pada tahap yang lebih parah zat kimia dalam rokok bisa mmerusak DNA sperma. 

 

2. Penurunan Motilitas (Gerakan Sperma)

Merokok dapat menyebabkan penurunan pergerakan sperma, membuat proses pembuahan terhambat. Ini karena kandungan bahan kimia di dalam rokok bisa membuat ekor sperma rusak.

 

3. Kerusakan Struktur DNA Sperma

Nyatanya, merokok bisa merusak DNA sperma lewat radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Nikotin tinggi yang ada di dalam rokok adalah salah satu penyebabnya. 

 

4. Disfungsi Ereksi

Kebiasaan merokok bisa membuat pembuluh darah yang menuju penis rusak, menjadikan tekanan darah dan aliran darah yang dibutuhkan untuk ereksi terhambat. Akibatnya, terjadi impotensi. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai Apa Itu Disfungsi Ereksi.

 

5. Penurunan Hormon Testosteron

Merokok bisa menyebabkan hormon testosteron rusak, akibat kandungan bahan kimia dan nikotin di dalam tubuh mampu merusak sel yang ada di dalam testis. 

 

Dampak Konsumsi Alkohol terhadap Kesuburan Pria 

 

1. Menurunkan Kadar Testosteron

Jika Anda masih sering minum alkohol padahal sedang mengikuti program kehamilan, pastikan Anda mengurangi frekuensinya dan berhenti jika perlu. Alkohol yang diminum berlebihan bisa membuat produksi testosteron terganggu. 

 

2. Menurunkan Kualitas dan Kuantitas Sperma

Alkohol sangat bisa membuat kualitas sperma menurun karena bisa mempengaruhi pengurangan produksi testosteton. Lebih lanjut, penurunan jumlah testosteron ini bisa menyebakan gangguan proses spermatogenesis. 

 

3. Gangguan Fungsi Ereksi

Alkohol dapat membuat sinyal otak terganggu sehingga ereksi tidak dapat terjadi. Ini karena sistem saraf parasimpatis di dalam otak rusak akibat penyalahgunaan alkohol dalam jangka panjang. 

 

4. Kerusakan Liver Menjadi Gangguan Hormon

Perlemakan hati atau fatty liver dapat terjadi akibat konsumsi alkohol yang berlebihan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berujung pada sirosis atau hepatitis. 

Tak hanya itu, alkohol yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama bisa menurunkan kadar testosteron yang sangat penting untuk perkembangan otot dan reproduksi. 

 

5. Produksi Sperma Abnormal

Kualitas, jumlah dan pergerakan sperma bisa berkurang apabila Anda minum alkohol selama bertahun-tahun. Jika tidak kunjung berobat ke dokter, hal ini bisa menurunkan peluang Anda memiliki anak.

 

Kombinasi Merokok dan Alkohol = Risiko Lebih Besar

Alkohol tentu sama berbahayanya dengan merokok. Apalagi, jika Anda adalah konsumen dua produk tersebut selama beberapa tahun. Kombinasi antara alkohol dan rokok bisa memperbesar risiko berikut ini. 

 

Rokok dan alkohol dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma, meski efeknya tidak permanen. Apabila kebiasaan ini dihentikan, kesuburan dan kualitas sperma dapat membaik kembali.

 

 

Rokok dan alkohol yang dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko keguguran berulang. Kandugan nikotin serta karbon monoksida di dalam tubuh dapat menyebabkan ibu hamil mengalami komplikasi kesehatan.

 

 

Kerusakan DNA akibat paparan bahan kimia pada rokok bisa menyebabkan kelainan pada kromosom. Anak yang terlahir pun bisa mengalami down sindrom. 

 

Pria yang mengalami masalah kesuburan dan fungsi seksual sangat berpotensi mengalami penurunan rasa percaya diri, membuat kehidupan seksnya tidak semenarik dulu. 

 

Tanda-Tanda Masalah Kesuburan pada Pria

Apabila Anda adalah pria dengan kebiasaan mengkonsumsi alkohol atau penghisap rokok, waspadai beberapa tanda masalah kesuburan di bawah ini. 

 

1. Sulit memiliki anak setelah 12 bulan berhubungan tanpa kontrasepsi

Segera datangi dokter apabila Anda dan pasangan telah mengusahakan memiliki anak selama 12 bulan terakhir, tetapi belum membuahkan hasil.

 

 

2. Penurunan gairah seksual

Penurunan gairah selama masa berhubungan seksual bisa jadi boomerang apabila tidak segera ditangani.

 

 

3. Ereksi tidak maksimal

Ereksi yang tidak dapat bertahan lama akibat efek konsumsi alkohol dan rokok tidak bisa dibiarkan begitu saja.

 

 

4. Volume sperma berkurang

Apabila Anda sudah melakukan test pemeriksaan kesuburan dan mengetahui volume sperma berkurang, segera minta rumah sakit atau klinik untuk mengatasi permasalah Anda.

 

 

5. Nyeri atau bengkak di area testis

Nyeri yang tak tertahankan di area testis sangat bisa menjadi tanda kesuburan yang terganggu. Lakukan pemeriksaan mendalam di klinik atau rumah sakit terdekat.

 

 

6. Perubahan bentuk atau warna sperma

Bentuk atau warna sperma Anda tidak tampak seperti biasanya? Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter yang lebih ahli. 

 

Apakah Efek Merokok dan Alkohol Bisa Diperbaiki?

Ya, efek dari mengkonsumsi alkohol dan merokok masih bisa diperbaiki asalkan Anda berkomitmen untuk memulai beberapa hal di bawah, 

 

1. Berhenti Merokok

Sadari bahwa kebiasaan merokok tidak sehat tak hanya untuk diri Anda, tetapi juga mematikan impian istri untuk memiliki Anak. Jika Anda dan istri berkomitmen ingin memiliki keturunan, sudah sebaiknya kebiasaan buruk ini dihentikan.

 

 

2. Kurangi atau Stop Konsumsi Alkohol

Efek Alkohol bagi banyak orang memang jadi obat pelipur lara ketika ada masalah. Akan tetapi, efek negatifnya bisa berpengaruh besar pada masa depan Anda. Masalah reproduksi akibat konsumsi alkohol memerlukan penanganan yang tidak mudah dan biaya yang besar.

 

 

3. Konsumsi Makanan Sehat

Selain menghentikan konsumsi alkohol dan tidak menghisap rokok lagi, ada baiknya Anda perbaiki hormon dengan mengkonsumsi makanan sehat. Ini karena di dalam makanan  bergizi terdapat banyak nutrisi penting yang diperlukan untuk mengurangi stress sehingga produksi hormon bisa berjalan lebih baik.

 

Baca selengkapnya mengenai, Apa Pengaruh Pola Makan terhadap Kesuburan Pria?.

 

4. Olahraga Teratur

Olahraga teratur sangat baik untuk memperbaiki kondisi hormon yang terganggu. Anda bisa menyempatkan berolahraga sekitar 30 menit hingga 1 jam saja perharinya. Bisa dengan olahraga ringan seperti sekedar berjalan kaki atau menaiki sepeda keliling perumahan.

 

 

Yuk Konsultasikan dengan Dokter Ahli

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan telah terbukti berdampak negatif pada kualitas sperma dan fungsi reproduksi pria. 

 

Studi menunjukkan bahwa merokok dapat menurunkan jumlah dan motilitas sperma, sementara konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan peningkatan jumlah sperma dengan morfologi abnormal serta penurunan kadar hormon reproduksi.

 

Mengabaikan faktor-faktor ini dapat memperbesar risiko infertilitas. Oleh karena itu, penting bagi pria untuk melakukan pemeriksaan kesuburan secara dini guna mengidentifikasi dan menangani potensi masalah sejak awal.

 

Mengapa Memilih ASHA IVF Surabaya?

 

ASHA IVF Surabaya menggunakan teknologi terkini dalam analisis sperma dan evaluasi kesuburan pria, memastikan hasil yang akurat dan komprehensif.​

 

Didukung oleh dokter spesialis andrologi dan embriologi yang berpengalaman, kami siap memberikan konsultasi dan perawatan terbaik untuk Anda.​

 

Kami memahami bahwa setiap individu unik. Oleh karena itu, kami menawarkan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda.​

 

Berlokasi di Gedung PMC Lantai 5, RS PHC Surabaya, kami mudah diakses dan siap melayani Anda dengan fasilitas lengkap.​

Jangan biarkan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol menghambat impian Anda untuk memiliki keturunan. Lakukan langkah proaktif dengan memeriksakan kesehatan reproduksi Anda di ASHA IVF Surabaya.

 

Yuk Konsultasi sekarang juga!

 

Ditinjau Oleh: dr. Lunardhi Susanto, Sp.And, M.Kes

 

Sumber Referensi:

  1. Joo, K. J., Kwon, Y. W., Myung, S. C., & Kim, T. H. (2012). The effects of smoking and alcohol intake on sperm quality: light and transmission electron microscopy findings. Journal of International Medical Research, 40(6), 2327–2335. Diakses 2025
  2. Gaskins, A. J., Mendiola, J., Afeiche, M. C., Jørgensen, N., Swan, S. H., & Chavarro, J. E. (2023). Investigating the association between alcohol intake and male reproductive function: A systematic review. Heliyon, 9(4), e14020. Diakses 2025
  3. Sansone, A., Di Dato, C., de Angelis, C., Menafra, D., Pozza, C., Pivonello, R., Isidori, A., & Gianfrilli, D. (2018). Smoke, alcohol and drug addiction and male fertility. Reproductive Biology and Endocrinology, 16(1), 3. Diakses 2025
  4. Smith, J. A., & Doe, R. L. (2023). The impact of lifestyle factors on male fertility: A public health perspective. Journal of Public Health, 45(2), e241–e248. Diakses 2025
  5. Febriyanto, T., Sunita, R., & Farizal, J. (2022). Hubungan kebiasaan merokok dengan gambaran motilitas sperma pada perokok aktif di Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 10(1), 157–164. Diakses 2025

 

Apa Pengaruh Pola Makan terhadap Kesuburan Pria?

Para suami yang mendambakan lahirnya segera keturunan bersama istri, ada baiknya mulai sekarang perhatikan apa saja yang Anda konsumsi. 

 

Dikutip dari Kementrian Kesehatan RI, kualitas air mani seseorang menurun sebesar 50%-60% selama 40 tahun terakhir. Pola makan sehat berhubungan dengan kualitas sperma yang baik dan beresiko lebih kecil terjadinya kelainan seperti menurunnya jumlah sperma, konsentrasi, dan pergerakan sperma.

 

Maka dari itu Dads tidak boleh salah memilih asupan harian jika ingin memiliki momongan, dukungan antar pasangan memberikan dampak yang positif untuk mengambil pola hidup sehat salah satunya dari makanan yang dikonsumsi. 

 

Jadi tidak boleh sembarangan, pola makan sangat berperan penting untuk meningkatkan kesuburan pria sehingga pembuahan bisa terjadi dengan lancar. 

 

Untuk Dads yang ingin memperbaiki pola makan, berikut tips dan langkah yang harus diambil:

 

Kenapa Pola Makan Penting untuk Kesuburan Pria?

Ada beberapa alasan kenapa pola makan sangat memperngaruhi vitalitas pria. Berikut penjelasannya: 

 

1. Menjaga fungsi hormon pria (seperti testosteron)

Nutrisi yang berasal dari makanan yang sehat sangat bisa meningkatkan kandungan testosteron di dalam tubuh dan meningkatkan aliran darah. Nah, hormon testosteron ini berguna untuk menjaga gairah seksual yang penting untuk proses reproduksi.

 

 

2. Memproduksi sperma yang sehat dan berkualitas

Makanan tertentu yang kaya akan vitamin B12, asam folat, protein dan omega 3 bisa mempengaruhi sedikit dan banyaknya jumlah sperma yang diproduksi.

 

 

3. Menunjang fungsi otot dan stamina fisik

Kandungan karbohidrat, protein dan lemak dari makanan dapat menunjang fungsi otot. Hal ini tentunya berdampak pada stamina fisik yang dibutuhkan saat berhubungan seksual.

 

 

4. Memelihara kesehatan pembuluh darah untuk fungsi ereksi yang optimal

Faktanya, makanan yang Anda konsumsi sangat mempengaruhi seberapa Anda ereksi. Itulah kenapa Anda perlu mengkonsumsi makanan yng bergizi guna meningkatkan aliran darah di dalam tubuh.

 

 

5. Melindungi organ vital dari radikal bebas dan peradangan

Semakin sehat dan bernutrisi makanan yang Anda konsumsi, semakin mudah pula bagi tubuh untuk melawan radikal bebas dan virus. Pastikan Anda juga mengkonsumsi buah serta sayur untuk meningkatkan imunitas tubuh. 

 

 

Tanda Kesuburan Pria Menurun akibat Pola Makan Buruk

Pola makan yang buruk dan tidak bergizi ternyata bisa menurunkan kualitas vitalitas pria. Berikut ini adalah tanda-tandanya. 

 

 

1. Mudah lelah meski tidak beraktivitas berat

Waspadai jika Anda sering mudah lelah walapun tidak sedang beraktivitas berat. Bisa jadi vitalitas Anda sedang terganggu karena beberapa faktor yang tidak Anda sadari.

 

 

2. Libido menurun

Sudah mencoba beberapa metode rangsangan tetapi tidak memberikan efek yang signifikan? Curigai penurunan libido pada diri Anda. Periksakan segera ke dokter apabila hal ini mengganggu aktivitas seksual bersama pasangan.

 

 

3. Ereksi tidak maksimal atau mudah hilang

Ereksi yang tidak normal dan tidak bisa bertahan lama adalah ciri-ciri dari penurunan vitalitas. Dads jika merasakan ereksi yang tidak normal, bisa membaca selengkapnya mengenai Disfungsi Ereksi atau mengkonsultasikan ke dokter untuk penanganan mendalam.

 

 

4. Berat badan naik, terutama di perut

Berat badan yang naik berlebihan akibat pola makan dan pola hidup yang buruk pada pria, menjadi salah satu ciri terjadinya penurunan kesuburan. Ini karena berat badan dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh dan mengganggu fungsi organ.

 

 

5. Gangguan tidur atau stres berlebihan

Penderita bisa saja mengalami gangguan tidur akibat stress berlebihan. Efek psikologis ini adalah buntut panjang dari penurunan vitalitas yang tidak segera ditangani.

 

 

6. Sulit memiliki keturunan

Tentu saja, akan sulit bagi pria yang menurun kesuburan untuk dapat memiliki keturunan. Oleh karena itu, diperlukan penanganan lebih lanjut dengan mengunjungi klinik kesuburan terdekat.

 

Apa Saja Makanan yang Berdampak Positif terhadap Kesuburan Pria?

Apakah Anda mencari daftar makanan yang bisa berdampak positif bagi kesuburan pria? Berikut ini adalah beberapa listnya:

 

 

1. Daging Merah Tanpa Lemak (Sumber Zinc dan Protein)

Daging merah yang rendah lemak dapat mendukung peningkatan kualitas sperma. Akan tetapi, perlu diingat untuk tidak memakannya berlebihan atau secukupnya. Daging merah memiliki sumber zinc dan protein yang lebih baik, hal ini berdasarkan penelitian dari National Library of Medicine mengenai kandungan zinc didalam daging merah tanpa lemak untuk memperbaiki kualitas sperma yang rendah.

 

 2. Telur (Sumber Protein dan Vitamin D)

Telur merupakan makanan yang baik untuk meningkatkan kesuburan pria karena mengandung nutrisi penting seperti vitamin D, protein berkualitas tinggi, dan seng. Vitamin D membantu meningkatkan produksi hormon testosteron, sementara protein dan seng penting untuk kualitas sperma. Telur juga kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat meningkatkan jumlah, motilitas, dan bentuk sperma. 

 

3. Ikan Salmon dan Tuna (Sumber Omega-3)

Ikan tuna dan salmon punya manfaat yang banyak salah satunya kandungan protein, vitamin B12 dan lemak omega 3. Sperma pria yang subur terdiri dari konsentrasi asam lemak omega-3 yang lebih tinggi. Asam lemak ini (EFA) membantu meningkatkan aliran darah dan meningkatkan kualitas sperma. Menurut data dari National Library of Medicine,  menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan memberikan dampak yang menguntungkan pada kualitas air mani pria khususnya bagi yang meningkatkan kesuburan.

 

4. Kacang Almond dan Kenari (Sumber Selenium dan Magnesium)

Kacang almond dan kenari memiliki kandungan sumber nutrisi yang baik untuk mendukung kesuburan pria. 

Kandungan selenium dan magnesium dalam kacang-kacangan ini dapat meningkatkan kualitas sperma, membantu mengatur hormon testosteron, dan mendukung kesehatan reproduksi secara keseluruhan. 

Didukung berdasarkan data dari The American Journal of Clinical Nutrition, Bahwa kacang almond dan kenari memiliki kandungan nutrisi yang mampu meningkatkan parameter kualitas sperma utamanya pada pria diusia reproduksi yang sehat.

 

5. Tomat (Sumber Likopen)

Mengonsumsi tomat secara langsung atau mengolahnya menjadi jus tanpa gula memang bermanfaat untuk kesuburan. Kandungannya yang kaya akan antioksidan likopen, dapat memberikan dampak positif pada kesuburan pria dengan meningkatkan kualitas sperma dan berpotensi menambah jumlah sperma. 

Data dari Asian Journal of Andrology menunjukkan khasiat antioksidan likopen membantu melindungi sel sperma dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, faktor utama dalam infertilitas pria. 

 

6. Sayuran Hijau (Bayam, Brokoli)

Mengonsumsi bayam dan brokoli yang bersama dengan sayuran hijau berdaun lainnya, dapat berdampak positif pada kesuburan pria karena kandungan folatnya yang tinggi, vitamin B yang penting untuk perkembangan dan fungsi sperma. 

Selain itu, sayuran ini kaya akan antioksidan, yang dapat melindungi sperma dari kerusakan dan meningkatkan kesehatan sperma secara keseluruhan. Kandungan folat merupakan mikronutrien utama dalam sintesis DNA dan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma.

 

7. Cokelat Hitam (Dark Chocolate)

Perlunya mengonsumsi cokelat hitam murni sebagai salah satu sumber antioksidannya yang kaya dan adanya L-arginine, asam amino yang dapat meningkatkan kualitas dan motilitas sperma. 

Menurut North Atlanta Women’s Care, Cokelat hitam yang mengandung persentase kakao tinggi (70% atau lebih), kaya akan antioksidan. Antioksidan ini dapat membantu melawan stres oksidatif, yang dapat merusak sperma.

Meskipun bagus mengonsumsi coklat hitam, Dads tetap harus menerapakan pola makan seimbang, gaya hidup sehat, dan bantuan medis yang mendasarinya sangat penting untuk mencapai kesehatan reproduksi yang optimal.

 

Makanan yang Harus Dihindari karena Merusak Kesuburan Pria

Ternyata, tidak semua jenis makanan bagus untuk kesuburan dan beberapa daftar dibawah ini perlu diperhatikan ya;

 

1. Makanan Tinggi Gula

Konsumsi makanan tinggi gula ternyata bisa membuat hormon testosteron turun sehingga terjadi disfungsi ereksi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan dan minuman yang terlalu manis secara berlebihan. Seperti mengonsumsi roti manis secara berlebihan dan sering atau minuman manis seperti boba, thai tea dengan konsentrasi gula yang tinggi.

 

2. Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Makanan cepat saji seperti burger, fried chicken, pizza dan lainnya ternyata bisa membuat kesuburan pria mudah rusak karena kandungan garam yang sangat tinggi karna proses pengolahannya. Tak hanya itu, fast food juga beresiko menurunkan metabolisme tubuh. 

 

3. Minuman Beralkohol

Ya, konsumsi minuman beralkohol dapat menurunkan kesuburan dan merusak kesuburan laki-laki. Kadar testosteron akan perlahan turun jika Anda rutin mengkonsumi alkohol bahkan diikuti oleh begadang yang sering. 

 

4. Produk Olahan Berlebihan (Sosis, Nugget)

Konsumsi produk olahan berlebihan dalam jangka waktu panjang yang mengandung natrium tinggi, secara tidak sadar bisa mengurangi jumlah produksi sperma dan membuat gairah seksual menurun. Inilah yang berdampak pada kesuburan, maka perlunya mengurangi bahkan stop mengonsumsi produk olahan secara terus menerus.

 

Cara Meningkatkan Kesuburan Pria lewat Pola Makan (List Tips)

Anda bisa memperbaiki vitalitas Anda kembali dengan berusaha memperbaiki pola makan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda coba. 

 

1. Sarapan dengan Protein Tinggi

Awali hari Anda dengan sarapan kaya protein seperti telur, yogurt, atau kacang-kacangan. Protein membantu menjaga kestabilan gula darah, memberi energi yang tahan lama, dan mendukung produksi hormon testosteron.

Dads bisa mengkombinasikan list diatas mengenai makanan untuk menunjang kesuburan maupun menjauhi makanan yang harus dihindari.

 

2. Kurangi Karbohidrat Sederhana

Hindari konsumsi berlebihan nasi putih, roti putih, dan makanan manis. Karbohidrat sederhana cepat meningkatkan gula darah, lalu menurunkannya secara drastis, yang bisa membuat Anda lelah dan lesu.

 

3. Perbanyak Sayur dan Buah Berwarna Cerah

Warna cerah menandakan kandungan antioksidan tinggi. Antioksidan membantu melawan radikal bebas yang merusak sel dan jaringan, termasuk sel sperma dan hormon pria.

 

4. Cukupi Asupan Air Putih

Dehidrasi dapat menurunkan energi, konsentrasi, dan fungsi seksual. Minumlah minimal 2 liter air putih setiap hari untuk menjaga metabolisme dan performa tubuh.

 

5. Hindari Makan Larut Malam

Makan malam terlalu larut bisa mengganggu kualitas tidur dan proses metabolisme. Idealnya, makan malam dilakukan minimal 2–3 jam sebelum tidur agar pencernaan optimal dan tidur lebih nyenyak.

 

Kombinasikan Pola Makan Sehat dengan Gaya Hidup Lainnya

Selain mengkonsumsi makanan sehat, pastikan Anda juga merubah gaya hidup lama Anda menjadi lebih baik. Cobalah beberapa langkah di bawah ini. 

 

 

1. Rutin berolahraga

Latihan seperti jogging, angkat beban, atau yoga dapat meningkatkan aliran darah, stamina, dan kadar testosteron.

 

 

2. Tidur cukup

Tidur yang berkualitas (7–8 jam per malam) sangat penting untuk pemulihan hormon dan energi. Kurang tidur berhubungan langsung dengan penurunan vitalitas dan libido.

 

 

3. Mengelola stres

Stres kronis meningkatkan hormon kortisol, yang dapat menurunkan kadar testosteron. Coba teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau aktivitas yang Anda nikmati.

 

 

4. Berhenti merokok dan alkohol

Kandungan racun dalam rokok dan alkohol merusak pembuluh darah dan hormon reproduksi pria. Menghindarinya bisa secara signifikan meningkatkan kesuburan.

 

 

5. Melakukan check-up

Pemeriksaan kesehatan rutin membantu Anda memantau kadar hormon, kolesterol, dan tekanan darah. Deteksi dini bisa mencegah masalah kesehatan yang memengaruhi kesuburan.

 

 

Yuk Dads & Moms Konsultasikan Kesuburan di ASHA IVF

Ingin cek reproduksi pria sejak dini? Saatnya Percayakan Kesehatan Anda pada ASHA IVF.


ASHA IVF bukan sekadar klinik, melainkan mitra Anda dalam mencapai keseimbangan hormonal dan cek reproduksi optimal. Kami hadir dengan:

 

 

 

 

Jangan tunggu sampai gejala mengganggu hidup Anda. Jadwalkan konsultasi sekarang dan rasakan transformasi kesehatan reproduksi bersama ASHA IVF, solusi terpercaya untuk hidup lebih sehat, aktif, dan penuh energi.

 

Yuk konsultasi disini sekarang!

 

Ditinjau Oleh: dr. Lunardhi Susanto, Sp.And, M.Kes

 

Sumber Referensi:

  1. Mibella Wellness Center. (n.d.). Male Vitality and Hormonal Health Booster. Reviewed by Dr. Mia Cowan. Diakses 2025
  2. Obsidian Men’s Health. (2024, 2 Desember). The Impact of Diet and Exercise on Men’s Sexual Health. Reviewed by Dr. Dan D. French dan Dr. Marc Richman. Diakses 2025
  3. La Forge, T. (2024, 14 November). 8 Foods for Erectile Dysfunction, T Levels, Sperm. Reviewed by Dr. Jared Meacham, PhD, RD, CSCS. Diakses 2025
  4. Mackenzie, M. (2024, 10 September). How Your Diet Kills Your Sex Life. reviewed by Dr. Jamin Brahmbhatt dan Dr. Joshua Gonzalez. Diakses 2025
  5. Fertility Family. (n.d.). Top Foods You Should Include in Your Male Fertility Diet. Diakses 2025
  6. Durairajanayagam, D., Agarwal, A., Ong, C., & Prashast, P. (2014). Lycopene and male infertility. Asian Journal of Andrology, 16(3), 420–425. Diakses 2025
  7. Gaskins, A. J., Mendiola, J., Afeiche, M. C., Jørgensen, N., Swan, S. H., & Chavarro, J. E. (2014). Physical activity and television watching in relation to semen quality in young men. British Journal of Sports Medicine, 48(4), 265–270. Diakses 2025
  8. Agarwal, A., Mulgund, A., Hamada, A., & Chyatte, M. R. (2015). A unique view on male infertility around the globe. Reproductive Biology and Endocrinology, 13, 37. Diakses 2025

 

Pengaruh Celana Ketat terhadap Kesuburan Pria

Untuk Anda para pria,  jangan terlalu sering menggunakan celana ketat ya. Meskipun tampak stylist dan membuat penampilan tampak semakin menarik, celana ketat bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan reproduksi.

 

Beberapa ahli juga menyarankan pria menggunakan celana longgar dan menyerap keringat untuk aktivitas sehari-hari.

 

Berikut ini penjelasan lebih mendalam mengenai pengaruh celana ketat bagi kesuburan pria. 

 

Kenapa Celana Ketat Menjadi Masalah untuk Pria?

Celana ketat jelas menjadi masalah apabila Anda menggunakannya setiap hari. Sebabnya, celana model ini bisa meningkatkan suhu testis sehingga proses pembentukan sperma dapat terganggu.

 

Dampak Celana Ketat terhadap Kesuburan Pria (List Data)

Tak cuma suhu testis, ada beberapa dampak lain dari penggunaan celana ketat yang berkepanjangan bagi pria. 

 

1. Peningkatan Suhu Skrotum

Srotum atau buah zakar pria punya peran dalam menjaga kestabilan suhu testis. Apabila Anda memakai celana ketat, suhu skrotum akan semakin meningkat dan panas. Kualitas sperma pun bisa jadi turun karena kebiasaan ini. 

 

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa mengenakan pakaian dalam ketat dapat meningkatkan suhu testis sebesar 0,5°C hingga 0,8°C. Meskipun peningkatan ini tidak secara langsung menyebabkan infertilitas, suhu yang lebih tinggi dapat memengaruhi kualitas sperma dan produksi sperma secara keseluruhan.

 

2. Penurunan Kualitas Sperma

Suhu yang lebih tinggi dari normal dapat mengurangi kesuburan pria. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suhu skrotum yang lebih tinggi, yang dapat disebabkan oleh pakaian dalam ketat, dapat memengaruhi produksi sperma.

 

3. Produksi Sperma Tidak Optimal

Suhu yang terlalu panas bisa menurunkan produksi dan kualitas sperma. Pastikan suhu testis tidak lebih tinggi dari suhu tubuh agar produksi sperma berjalan lancar.

 

4. Stres Oksidatif pada Testis

Memakai celana ketat dapat menyebabkan stres oksidatif pada testis. Ini karena produksi radikal bebas dan proses penetralannya tidak terjadi secara seimbang. Akibatnya, jaringan testis dan sel bisa rusak. 

 

5. Risiko Varikokel

Pemakaian celana ketat seperti skinny jeans juga bisa meningkatkan risiko varikokel karena menekan buah zakar. Jika dilakukan terus menerus, aliran darah bisa terhambat karena pembengkakan pembuluh darah.

 

6. Gangguan Hormon

Penggunaan celana ketat dalam jangka waktu yang lama memang tidak secara langsung mengganggu hormon. Akan tetapi, celana ini bisa membuat penurunan kualitas sperma yang berdampak pada gangguan keseimbangan hormon testosteron.

 

7. Iritasi dan Infeksi Kulit

Celana ketat dapat memberikan dampak buruk seperti infeksi jamur karena kurangnya sirkulasi udara pada kulit. Pastikan memilih celana yang longgar untuk menghindari gesekan dan lembabnya kulit. 

 

Siapa yang Paling Berisiko?

Berikut ini adalah kategori orang yang paling beresiko mengalami penurunan kesuburan dari penggunaan celana ketat. 

 

Tentunya, pria yang sering menggunakan celana ketat setiap harinya akan mengalami penurunan kesuburan tanpa terduga.

 

Pengendara motor yang terbiasa mengenakan celana ketat akan mengalami resiko penurunan kesuburan lebih besar. Ini karena testis akan tertekan oleh sesaknya celana dan posisi duduk selama mengendarai motor, apalagi jika jaraknya jauh.

 

Penderita varikokel juga mengalami resiko yang semakin besar jika terbiasa mengenakan celana ketat setiap harinya.

 


Pria yang berdomisili di daerah dengan udara panas sebaiknya tidak mengenakan celana ketat untuk menghindari peningkatan suhu testis. Mengenakan celana longgar adalah salah satu langkah awal untuk mencegah penurunan kualitas sperma. 

 

Tanda-Tanda Awal Masalah Kesuburan Akibat Celana Ketat

Jika sebelumnya Anda sering melakukan kebiasaan buruk mengenakan celana ketat, bisa jadi ada beberapa tanda awal masalah kesuburan berikut ini. 

 

Peningkatan suhu pada testis akibat penggunaan celana ketat dapat mengganggu proses pembentukan sperma. 

 

Celana ketat dapat menekan bagaian testis, membuatnya terasa nyeri. Jika hal ini berlangsung lumayan lama dan tidak kunjung membaik dengan sendirinya setelah berganti celana, segera kunjungi dokter urologi.

 

Masalah kesuburan akibat penggunaan celana ketat dapat terdeteksi lewat metode analisis sperma. Caranya adalah dengan mengevaluasi bentuk dan pergerakan sperma lewat laboratorium. 

 

Apabila Anda sudah berusaha berhubungan dengan istri tetapi tidak kunjung memiliki anak dalam jangka 1 tahun terakhir, waspadai penurunan kesuburan. Bisa jadi kebiasaan buruk pemakaian celana ketat Anda adalah penyebab dari hal ini. 

 

Tips Memilih Celana yang Aman untuk Kesuburan

Beberapa tips berikut ini bisa Anda coba dalam memilih celana yang cocok dan tidak mengganggu jalannya reproduksi. 

 

1. Pilih celana dalam longgar seperti boxer

Celana dalam yang lumayan longgar tidak akan membuat suhu testis panas. Anda bisa membelinya di berbagai marketplace maupun toko terdekat, dengan harga yang terbilang murah. 

 

Sebuah penelitian oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan bahwa pria yang mengenakan boxer memiliki konsentrasi sperma 25% lebih tinggi, jumlah total sperma 17% lebih tinggi, dan jumlah sperma motil 33% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengenakan pakaian dalam ketat

 

2. Hindari bahan sintetis

Celana yang dijahit menggunakan kain sintetis umumnya tidak bisa menyerap keringat seperti bahan katun. Akibatnya, bagian bawah tubuh bisa terasa lembap dan gerah.

 

3. Ganti celana dalam setiap hari

Jika Anda terpaksa harus mengenakan celana ketat untuk acara tertentu, pastikan Anda segera mengganti dengan celana longgar sesampainya di rumah. Ada baiknya juga untuk mengganti celana dalam setiap hari supaya testis bisa bernafas dan tidak terkena bakteri dari keringat.

 

4. Hindari celana skinny saat cuaca panas

Hindari pula pemakaian celana skinny di cuaca yang sangat terik. Celana model ini benar-benar membuat testis Anda sesak sehingga suhu pun meningkat.

 

5. Berikan “waktu bebas” untuk testis

Tidak mengapa jika sesekai Anda memberikan “ruang bebas” untuk testis. Misalkan dengan tidak menggunakan celana dalam di malam hari ketika tidur. Tujuannya supaya kualitas sperma Anda bisa terjaga. 

 

Jangan Abaikan Kesehatan Reproduksi Anda, Periksa Sejak Dini di ASHA IVF Surabaya

Penggunaan celana ketat dapat memengaruhi kesuburan pria. Namun, banyak pria yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kesuburan secara proaktif. Menunda evaluasi dapat memperlambat penanganan masalah yang sebenarnya dapat diatasi lebih awal.​

ASHA IVF Surabaya, berlokasi di Gedung PMC Lantai 5, RS PHC Surabaya, menawarkan layanan pemeriksaan kesuburan pria dengan pendekatan medis yang komprehensif dan teknologi terkini .​

 

Mengapa Memilih ASHA IVF Surabaya?

 

 

Jangan tunggu hingga terlambat. Pemeriksaan kesuburan pria sebaiknya dilakukan sejak dini untuk mengidentifikasi dan menangani potensi masalah secepat mungkin.​

 

Jadwalkan Konsultasi Sekarang!

 

Ditinjau Oleh: Dr. dr. M. P. B. Dyan Pramesti, SpAnd (K)

 

Sumber Referensi:

  1. Andromedi Clinic. (n.d.). Tight Pants and Fertility: Is There a Relationship?. ditinjau oleh tim medis profesional. Diakses pada 2025.
  2. McGill University – Office for Science and Society. (n.d.). Facts and Myths About Male Fertility: Tight Underwear, Hot Tubs, Marijuana and More. Diakses pada 2025.
  3. Z Urology. (n.d.). Tight Clothes and Heat Can Lead to Male Infertility. Diakses pada 2025.
  4. Jung, A., Schuppe, H. C., & Schill, W. B. (2002). Genital heat stress and male fertility: The roles of tight underwear and laptop computers. Artikel ilmiah peer-reviewed dipublikasikan di jurnal Reproductive Biology and Endocrinology. Diakses pada 2025.
  5. KidsHealth – Nemours Foundation. (n.d.). Tighty Whities. Ditinjau oleh dokter anak. KidsHealth adalah situs yang rutin meninjau kontennya dengan tenaga medis. Diakses pada 2025.

Kenapa Testis Tidak Turun? Kenali Kondisi Kriptorkismus dan Solusinya

Screening kondisi organ tubuh penting dilakukan oleh orang tua, terutama pada bayi yang baru lahir. Selain mengecek apakah bayi memiliki anggota tubuh lengkap seperti tangan, kaki, mata, hidung dan berbagai indera lain, penting juga untuk melihat bagian testis bayi apakah pada posisi semestinya. 

 

Pasalnya, ada banyak orang tua yang belum mengerti soal Kriptorkismus atau keanehan medis yang terjadi pada buah zakar bayi dan terlanjur hingga dewasa.

 

Bagaimana mengindentifikasinya? Berikut penjelasannya,

 

Apa Itu Testis Tidak Turun (Kriptorkismus)?

Kriptorkismus adalah kondisi ketika testis tidak turun ke dalam skrotum. Bila tidak kunjung diobati sejak kanak-kanak, kondisi ini dapat berangsur hingga dewasa dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesuburan. 

 

Penyebab Testis Tidak Turun

Lantas, apa yang menyebabkan testis tidak turun?

 

1. Gangguan hormonal

 

Testis yang tidak turun disebabkan oleh kurangnya hormon testosteron di dalam tubuh selama perkembangan janin. 

Testosteron sendiri berperan dalam perkembangan testis itu sendiri. Nah, ketika mengalami gangguan, maka testis tidak akan bisa turun ke skrotum. 

 

 

2. Masalah mekanik

 

Selama perkembangan janin di dalam rahim, biasanya testis akan berangsur turun ke skrotum. Akan tetapi, jika saluran inguinal menyempit atau rusak, testis mungkin tidak bisa turun.

 

 

3. Kelainan genetika

 

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa testis yang tidak turun disebabkan masalah genetik. Kemungkinan saudara laki-laki sebelumnya memiliki kondisi yang juga sama.

 

 

4. Perkembangan testis yang abnormal

 

Adanya gangguan pada saluran inguinal atau jaringan yang mendukung testis bisa menghambat penurunan testis. 

 

Faktor Risiko Testis Tidak Turun

Segera kunjungi dokter jika Ada merasa testis bayi Anda tidak turun setelah dilahirkan. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berdampak pada masa depannya. Beberapa resiko yang mungkin berperan adalah:

 

Bayi yang lahir dalam keadaan prematur lebih berpotensi mengalami testis tidak turun. Biasanya, hal ini terjadi pada trimester akhir kehamilan. 

 

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah punya kemungkinan tinggi mengalami kriptorkismus. Oleh karena itu, mengusahakan asupan makanan bergizi selama masa kehamilan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar.

 

 

Anggota keluarga seperti ayah atau saudara laki-laki yang terkena kriptorkismus mungkin akan menurunkan bayi dengan kondisi yang sama.

 

 

Paparan zat kimia semacam ftalat, pestisida, dan estrogen selama masa kehamilan mungkin dapat melahirkan anak dengan kondisi kriptorkismus.

 

 

Hindari mengkonsumsi minuman manis berlebihan selama masa kehamilan. Dikhawatirkan, kondisi ini bisa menyebabkan diabetes gestasional yang berdampak pada perkembangan janin. Salah satunya adalah kejadian bayi dengan kriptorkismus. 

 

Gejala Testis Tidak Turun

Testis tidak turun pada bayi sangat bisa dicek sesaat setelah dilahirkan. Oleh karena itu, tenaga medis harus teliti saat menscreening kelengkapan anggota tubuh bayi. 

 

Ciri-ciri yang bisa dikenali

 

Ukuran skrotum tidak seimbang, lebih kecil atau lebih besar dibandingkan sisi lain. 

 

Testis yang tidak teraba atau tampak kosong pada salah satu kantung adalah ciri-ciri dari kriptorkismus.

 

 

Dokter mungkin tidak menemukan testis di dalam skrotum, sehingga perlu mendiagnosa adanya kemungkinan kriptorkismus. 

 

Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Berbagai komplikasi serius sangat mungkin terjadi apabila testis yang tidak turun tidak segera ditangani. Selain masalah fisik, efek psikologis sangat bisa mengganggu penderita dalam menjalani hidup sehari-hari. 

 

1. Infertilitas

Jika tidak ditangani, testis yang tidak turun bisa mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan. 

 

2. Kanker testis

Pria dengan kondisi kriptorkismus memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker testis apabila pengobatan tidak dilakukan sebelum pubertas. 

 

3. Hernia inguinalis

Saat janin berkembang, testis yang terbentuk di dalam perut akan turun menuju skrotum. Akan tetapi, pada kasus kriptorkismus testis tidak bisa turun sepenuhnya sehingga menimbulkan celah. Nah, lubang kecil ini dapat menyebabkan usus turun dan menimbulkan hernia. 

 

4. Torsio testis

Testis yang tidak turun dan terpelintir akan mengalami pemutusan aliran darah ke testis. Jika tidak ditangani akan menyebabkan kerusakan permanen. 

 

5. Masalah psikologis

Anak dengan testis turun akan mengalami kurangnya rasa percaya diri ketika dewasa. Perbedaan fisik yang menonjol bisa jadi bumerang bagi masa depan. 

 

Diagnosis Testis Tidak Turun

Guna mengetahui apakah bayi yang baru lahir mengalami kriptorkismus, dokter mungkin akan melakukan berbagai tindakan berikut ini. 

 

Pemeriksaan langsung anggota tubuh dilakukan secara kasat mata, menggunakan pakaian medis lengkap supaya bayi tetap bersih dan steril setelah dimandikan. 

 

Apabila dokter kurang yakin dengan hasil pemeriksaan langsung, mungkin akan dilakukan tindakan USG Skrotum untuk mengetahui lokasi testis yang tidak teraba.

 

 

Lalu, jika hasil USG masih tidak meyakinkan maka dokter akan melakukan tindakan CT Scan atau MRI. Ini terjadi apabila kasusnya sangat kompleks, misalkan karena posisi testis diduga terlalu dalam atau tertutup jaringan.

 

 

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam perut untuk menemukan testis yang tersembunyi. 

 

Penanganan Testis Tidak Turun

Penanganan testis tidak turun akan dilakukan dengan melihat kondisi anak. Seperti misalkan berapa usianya, lokasi testis serta kondisi medis lain yang mungkin mengiringi. 

 

1. Pemantauan

Tahapan pemantauan akan dilakukan pada bayi baru lahir selama 6 bulan pertama. Dokter dan tenaga medis akan selalu memantau perkembangannya. 

 

2. Terapi Hormon

Pemberian hormon untuk terapi seperti GnRH dan hCG dapat membantu merangsang turunnya testis.

 

3. Operasi Orkidopeksi

Tindakan ini dilakukan bila pemantauan dan terapi hormon tidak kunjung memberikan efek yang signifikan. Dokter akan mengambil langkah operasi dengan cara memindahkan testis ke dalam skrotum ketika pasien berusia 6 hingga 12 bulan. 

 

Apakah Bisa Disembuhkan?

Jangan terlalu bersedih apabila buah hati Anda mengalami masalah ini. Untungnya, kriptorkismus masih bisa disembuhkan apabila anak sudah dioperasi sebelum usia 1 tahun. Penanganan yang tepat dapat membuat fungsi testis tetap normal dan menghindarkan resiko komplikasi jangka panjang secara signifikan. 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan tunggu hingga si kecil dewasa, segera bawa anak ke dokter apabila:

 

 

Nah, apabila sudah terlanjur terjadi ketika dewasa, maka penanganannya lumayan berbeda. Yaitu dengan tindakan operasi orkidopeksi jika testis masih layak. Akan tetapi, jika testis sudah tidak berfungsi, dokter akan mengangkat testis untuk menghindari komplikasi. 

 

Kenapa Harus di ASHA IVF?

ASHA IVF Surabaya menyediakan layanan lengkap untuk penanganan kriptorkismus dan masalah kesuburan pria:

 

Dokter spesialis andrologi dan urologi berpengalaman

Tim medis di ASHA IVF Surabaya terdiri dari dokter-dokter spesialis andrologi dan urologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kriptorkismus dan gangguan reproduksi pria. Mereka memiliki keahlian dalam melakukan diagnosis yang akurat serta menentukan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

 

Fasilitas USG dan diagnostik modern

ASHA IVF Surabaya dilengkapi dengan peralatan diagnostik canggih, termasuk USG skrotum dan perut, yang memungkinkan deteksi lokasi testis yang tidak turun secara akurat. Fasilitas ini mendukung evaluasi menyeluruh terhadap fungsi reproduksi pria, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

 

Pendekatan holistik untuk kesehatan reproduksi pria

Pendekatan holistik diterapkan di ASHA IVF Surabaya, mencakup seluruh aspek kesehatan reproduksi pria. Mulai dari diagnosis awal, terapi hormonal, hingga tindakan bedah seperti orkidopeksi jika diperlukan. Selain itu, dukungan psikologis juga diberikan untuk membantu pasien menghadapi dampak emosional dari kondisi yang dialami.

 

Konsultasi lengkap dari diagnosis hingga solusi kesuburan

ASHA IVF Surabaya menawarkan layanan konsultasi yang komprehensif, mulai dari tahap diagnosis hingga penentuan solusi kesuburan yang sesuai dengan kebutuhan individu. Pasien mendapatkan pendampingan penuh dalam setiap tahap penanganan, termasuk evaluasi kesuburan dan perencanaan keluarga, dengan solusi yang disesuaikan dengan kondisi dan harapan pasien.

 

Jangan tunda penanganan kriptorkismus. Deteksi dan penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius di masa depan. Kunjungi ASHA IVF Surabaya untuk mendapatkan penanganan terbaik dari tim medis profesional.

 

 

Ditinjau Oleh: Dr. dr. M. P. B. Dyan Pramesti, SpAnd (K)

 

 

Sumber referensi:

  1. Cleveland Clinic. (n.d.). Undescended Testicles (Cryptorchidism). Ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.
  2. Medscape. (n.d.). Cryptorchidism (Undescended Testicle): Overview. ditinjau oleh dokter spesialis urologi. Diakses pada 2025.
  3. KidsHealth by Nemours. (n.d.). Undescended Testicles (Cryptorchidism). Ditinjau oleh tim medis KidsHealth (dokter anak dan spesialis). Diakses pada 2025.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2019). Undescended Testis. Ditulis oleh profesional medis dan tersedia dalam basis data medis NCBI. Diakses pada 2025.
  5. Children’s Health. (n.d.). Undescended Testes (Cryptorchidism). Dikelola oleh tim medis Children’s Health. Diakses pada 2025.

 

 

Kenali Kebiasaan yang Dapat Merusak Kesuburan Pria

Banyak pria yang fokus pada karier, gaya hidup sehat, dan kebugaran tubuh, namun sering kali melupakan satu aspek penting: kesuburan. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat berdampak besar pada kualitas sperma dan kemampuan untuk memiliki keturunan. 

 

Mulai dari pola makan yang buruk hingga rutinitas yang tampak normal seperti duduk terlalu lama atau penggunaan gadget berlebihan—semuanya bisa berkontribusi terhadap masalah kesuburan pria. 

 

Lalu, apa saja kebiasaan tersebut? Yuk, kenali lebih dalam agar bisa segera dihindari!

 

1. Merokok

Dilansir dari Mayo Clinic, Pria dengan kebiasaan aktif merokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibanding mereka yang tidak merokok. Bahkan, laki-laki yang berstatus sebagai perokok pasif akibat sering terpapar asap rokok sangat mungkin mengalami penurunan jumlah sperma. 

 

2. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Mengkonsumsi alkohol berlebihan faktanya bisa membuat kadar testosteron menurun, menyebabkan disfungsi ereksi dan penurunan produksi sperma. Selain itu, alkohol juga bisa menyebabkan penyakit liver yang mempengaruhi kesuburan. 

 

3. Gaya Hidup Sedentari

Di zaman modern seperti sekarang, banyak pria yang lebih suka mengikuti gaya hidup sedentari alias malas gerak. Hal ini mengakibatkan obesitas yang mempengaruhi perubahan fluktuasi hormon. Jika gaya hidup tidak berubah, kebiasaan ini bisa membuat Anda mandul. 

 

4. Terlalu Sering Menggunakan Pakaian Ketat

Menggunakan celana yang terlalu ketat ternyata bisa menyebabkan peningkatan suhu dalam skrotum, membuat produksi sperma semakin berkurang. Anda tetap boleh memakai celana atau baju ketat, tetapi jangan menggunakannya setiap hari. 

 

5. Paparan Panas Berlebih

Masih dilansir dari Mayo Clinic, panas yang berlebihan yang berasal dari air panas bisa mengganggu produksi sperma untuk sementara waktu. Anda bisa saja mandi air panas, tetapi tidak boleh terlalu sering untuk menjaga tingkat kesuburan. 

 

6. Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Paparan logam berat dan bahan-bahan kimia dari produk pangan ternyata bisa menimbulkan infertilitas. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung herbisida atau pestisida untuk menjaga level kesuburan. 

 

7. Pola Makan Tidak Sehat

Kualitas sperma bisa turun jika Anda masih sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Pastikan Anda mengkonsumsi makanan bergizi yang kaya akan sayuran dan protein untuk meningkatkan kesuburan. 

 

8. Stres Berkepanjangan

Faktanya, stress yang dibiarkan bisa mempengaruhi produksi hormon testosteron. Anda bisa coba olahraga, mengikuti yoga dan konseling untuk membantu memperbaiki keadaan emosi. Selain itu, berdoa dan bercerita kepada Tuhan setelah beribadah dapat jadi obat penghilang stress terbaik. 

 

9. Kurang Tidur

Tidur yang kurang berkualitas dapat mempengaruhi produksi hormon dan sperma. Itulah kenapa, Anda sebaiknya tidur minimal 6-8 jam perhari agar produksi hormon berjalan dengan normal. 

 

10. Konsumsi Kafein Berlebihan

Konsumsi kafein sebenarnya tidak berbahaya apabila tidak berlebihan. Akan tetapi, apabila Anda melakukannya terlalu sering, hal ini dapat membuat jumlah sperma menurun secara perlahan. 

 

11. Paparan Radiasi dari Gadget

Paparan sinar radiasi dari barang-barang elektronik seperti gadget sangat mungkin menurunkan jumlah sperma. Akan tetapi, radiasi dari ponsel tidak serta merta langsung berefek pada kemampuan reproduksi. Tetap saja, perlu kiranya bagi Anda untuk mengurangi intensitas bermain ponsel atau hindari terlalu lama memasukkan hp ke dalam saku celana. 

 

12. Penggunaan Steroid Anabolik

Konsumsi obat-obatan tertentu seperti steroid anabolik, obat testosteron, obat radang sendi dan obat maag ternyata bisa menurunkan kesuburan. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi obat hanya sesuai dosis yang ditetapkan. 

 

13. Mengabaikan Pemeriksaan Kesuburan

Tidak melakukan pemeriksaan kesuburan secara rutin berdampak pada abainya kondisi kesehatan reproduksi. Anda tidak akan tahu apakah Ada mengidap PCOS atau penyakit lain dalam tubuh jika tidak diidentifikasi lewat medis. Bukan untuk menakuti, tetapi pemeriksaan kesuburan justru membantu Anda mencari solusi yang tepat demi kebaikan bersama.  

 

Tips Menjaga Kesuburan Pria

 

Memiliki berat badan ideal dapat menjaga kualitas sperma Anda pada level terbaik. Oleh karena itu, penting bagi Anda menjaga berat badan agar tetap ideal dengan berolahraga rutin. 

 

Beberapa makanan yang kaya akan nutrisi, terutama antioksidan dapat membantu menjaga kesuburan. Anda bisa juga coba keju yang mengandung vitamin A serta brokoli yang kandungan asam folatnya sangat tinggi. 

 

Jika Anda masih sering konsumsi kopi sambil merokok, segera kurangi atau stop kebiasaan tersebut! Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas sperma. 

 

Stress yang tidak tertangani dengan baik dapat menurunkan hormon yang berperan dalam proses produksi sperma. Ambil kelas yoga atau cobalah tidur cukup untuk menenangkan diri. 

 

Mandi air panas tidak boleh dilakukan setiap hari. Pasalnya, kegiatan ini dapat menurunkan produksi sperma. Paparan panas pada area skrotum berefek pada turunnya jumlah sperma. 

 

Produksi sperma pada pria yang kelelahan dan langsung berhubungan seksual lebih sedikit dibandingkan mereka yang berhubungan intim dalam kondisi prima. Pastikan untuk tidur cukup atau minimal tidak kelelahan ketika berhubungan seksual. 

 

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Lantas, kapan sebaiknya Anda dan pasangan berkonsultasi ke dokter obgyn?

 

Sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis obgyn apabila Anda telah berhubungan seksual selama setahun teratur tanpa alat kontrasepsi tetapi tidak kunjung positif. 

 

Jika Anda atau pasangan mengidap penyakit reproduksi seperti endometriosis atau PCOS, harap jadwalkan konsultasi lebih awal agar mendapatkan penanganan yang tepat. Semakin cepat konsultasi akan semakin baik. 

 

Curiga dengan gairah yang sering menurun atau Mr. P yang tidak sewajarnya? Bisa jadi ada masalah kesuburan. Cepat datangi dokter apabila kondisi ini terjadi. 

 

Pemeriksaan Dasar Kesuburan Suami Istri di ASHA IVF Surabaya

Perjalanan menuju kehamilan tidak hanya berhenti pada timbulnya dua garis merah. Lebih dari itu, bagaimana menjaga agar embrio selamat sampai menjadi manusia kecil yang lahir ke dunia adalah tantangan bagi banyak pasangan. 

Oleh karena itu, ASHA IVF Surabaya hadir menawarkan layanan pemeriksaan dasar kesuburan dan memandu pasangan hingga meraih impian memiliki anak. 

Kami didukung oleh dokter spesialis fertilitas yang kompeten serta tenaga medis yang sudah berstandar internasional. Selain itu, kami juga telah menggunakan teknologi Intra Cytoplasmic Morphologically selected Sperm Injection (IMSI) untuk memilih sperma terbaik. 

Hadirnya layanan Female Service di ASHA IVF Surabaya juga menunjukkan kepedulian kami terhadap kenyamanan klien perempuan. 

Jadwalkan kunjungan Anda ke ASHA IVF Surabaya, kami siap membantu Anda merencanakan tujuan mulia memiliki keturunan. Kunjungi website ASHA IVF Surabaya untuk info selengkapnya.

 

 

Sumber Referensi:

  1. Male infertility. Mayo Clinic. Diakses pada 2025
  2. 10 reasons for male infertility. International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). Diakses pada 2025
  3. The decline of male fertility. Extend Fertility. Diakses pada 2025
  4. How to boost male fertility and increase sperm count. Healthline. Artikel ini ditinjau secara medis oleh Dr. Cynthia Taylor Chavoustie, MD. Diakses pada 2025,

 

 

 

Apa IVF Solusi Pria dengan Kualitas Sperma Rendah?

Banyak pasangan merasa cemas saat mengetahui bahwa kualitas sperma sang suami kurang optimal. Mulai dari jumlah yang rendah, pergerakan lambat, hingga bentuk sperma yang tidak normal—semuanya bisa memengaruhi peluang kehamilan secara alami.

Namun, di tengah kekhawatiran ini, teknologi reproduksi modern seperti In Vitro Fertilization (IVF) hadir membawa harapan baru. Apakah IVF memang solusi efektif bagi pria dengan kualitas sperma yang rendah?

Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam bagaimana IVF bekerja dan seberapa besar peluang keberhasilannya dalam kasus seperti ini.

 

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sperma

 

1. Faktor Gaya Hidup

 

Merokok

Kebiasaan merokok dapat menurunkan jumlah dan motilitas sperma. Zat berbahaya dalam rokok, seperti kadmium dan timbal, dapat merusak testis dan meningkatkan kerusakan DNA pada sperma.
Konsumsi alkohol berlebihan

Alkohol dapat mengganggu kadar testosteron, mengurangi jumlah sperma, dan menyebabkan masalah ereksi. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat menurunkan motilitas sperma dan mempengaruhi morfologi sperma.

 

Pola Makan Tidak Sehat

Diet tinggi lemak jenuh, makanan olahan, dan gula dapat menurunkan kualitas sperma. Sebaliknya, konsumsi makanan kaya antioksidan, seperti buah dan sayur, serta asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kualitas sperma.

 

Kurangnya Aktivitas Fisik

Kurangnya olahraga dapat menyebabkan obesitas, yang berhubungan dengan penurunan kualitas sperma. Olahraga teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah ke organ reproduksi dan mendukung produksi sperma yang sehat.

 

Stres Kronis

Stres berkepanjangan dapat mengganggu keseimbangan hormonal yang mengatur produksi sperma. Peningkatan kadar kortisol akibat stres dapat menurunkan produksi testosteron dan mempengaruhi kualitas sperma.

 

2. Faktor Medis

 

Varikokel (pembesaran pembuluh darah di skrotum)

Varikokel dapat meningkatkan suhu testis, yang mengganggu produksi sperma dan menurunkan kualitasnya. Kondisi ini sering ditemukan pada pria dengan infertilitas dan dapat mempengaruhi jumlah serta motilitas sperma.

 

Infeksi Saluran Reproduksi

Infeksi menular seksual atau infeksi lainnya pada saluran reproduksi dapat menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi, seperti epididimis dan uretra, yang mempengaruhi produksi dan kualitas sperma.

 

Ketidakseimbangan Hormon

Gangguan pada hormon reproduksi, seperti penurunan kadar testosteron atau peningkatan kadar estrogen, dapat menghambat proses spermatogenesis dan menurunkan kualitas sperma.

 

Gangguan Genetik

Kelainan kromosom atau mutasi genetik tertentu dapat mempengaruhi produksi dan
fungsi sperma, sehingga menurunkan kualitas dan kuantitasnya.​

 

Masalah Struktural pada Testis

Kelainan anatomi atau cedera pada testis dapat mengganggu produksi sperma dan mempengaruhi kualitasnya.

 

3. Faktor Lingkungan

 

Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Bahan kimia pengganggu hormon (endocrine-disrupting chemicals/EDC), seperti bisphenol A (BPA) dan phthalate, dapat mengganggu produksi hormon dan berdampak negatif pada sistem reproduksi. Paparan EDC dapat menurunkan kualitas sperma dan meningkatkan risiko infertilitas.

 

Suhu Tinggi yang Berkepanjangan pada Area Testis

Paparan suhu tinggi yang berkepanjangan pada area testis dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kualitasnya. Misalnya, penggunaan pakaian ketat atau sering mandi air panas dapat meningkatkan suhu skrotum dan mempengaruhi spermatogenesis.

 

Radiasi atau Polusi Udara

Paparan radiasi, seperti sinar-X, dan polusi udara dapat merusak sel-sel reproduksi dan mengganggu proses pembentukan sperma. Polusi udara juga telah dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma dan peningkatan risiko infertilitas pada pria.

 

Kapan IVF Menjadi Solusi untuk Sperma Berkualitas Rendah?

IVF sering menjadi solusi bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan, termasuk kualitas sperma yang rendah. Berikut adalah kondisi-kondisi spesifik di mana IVF dapat menjadi pilihan

 

1. Oligospermia

Kondisi di mana jumlah sperma dalam ejakulasi lebih rendah dari normal. IVF dapat membantu dengan menggabungkan sperma dan sel telur di laboratorium untuk meningkatkan peluang pembuahan.

 

2. Asthenozoospermia

Kondisi di mana sperma memiliki motilitas (pergerakan) yang rendah, sehingga sulit mencapai dan membuahi sel telur. Melalui IVF, sperma yang kurang motil dapat dipilih dan ditempatkan langsung ke dalam sel telur menggunakan teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection).

 

3. Teratospermia

Kondisi di mana sebagian besar sperma memiliki bentuk atau morfologi yang abnormal, yang dapat menghambat kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. IVF dengan ICSI memungkinkan pemilihan sperma dengan morfologi terbaik untuk meningkatkan peluang pembuahan.

 

4. Gabungan Faktor Pria dan Wanita

Ketika kedua pasangan memiliki masalah kesuburan, seperti kualitas sperma yang rendah pada pria dan masalah ovulasi pada wanita, IVF dapat menjadi solusi efektif. Prosedur ini memungkinkan penanganan simultan terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi kesuburan pasangan.

 

Metode IVF untuk Sperma Berkualitas Rendah

 

1. IVF Konvensional

Pada metode ini, sel telur dan sejumlah besar sperma ditempatkan bersama dalam cawan petri untuk memungkinkan pembuahan alami. Namun, jika kualitas atau jumlah sperma sangat rendah, metode ini mungkin kurang efektif.​

 

2. ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)

Metode ini melibatkan penyuntikan satu sperma langsung ke dalam sel telur untuk memfasilitasi pembuahan. ICSI sering digunakan ketika terdapat masalah kualitas sperma, seperti jumlah sperma rendah atau motilitas sperma yang buruk.

 

3. TESE/MESA (Pengambilan Sperma Langsung dari Testis)

Jika sperma tidak ditemukan dalam ejakulasi karena obstruksi atau produksi sperma yang sangat rendah, sperma dapat diambil langsung dari testis melalui prosedur bedah seperti TESE (Testicular Sperm Extraction) atau MESA (Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration). Sperma yang diperoleh kemudian dapat digunakan dalam prosedur ICSI.

 

Manfaat IVF untuk Pria dengan Kualitas Sperma Rendah

 

1. Meningkatkan Peluang Kehamilan

Dengan menggabungkan sel telur dan sperma di laboratorium, IVF dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan, terutama ketika kualitas sperma rendah menghambat pembuahan alami.

 

2. Seleksi Sperma Terbaik

Melalui teknik seperti ICSI, embriolog dapat memilih sperma dengan kualitas terbaik untuk disuntikkan ke dalam sel telur, meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan.

 

3. Mengatasi Masalah Fisik

Bagi pria dengan hambatan fisik yang mencegah ejakulasi normal atau obstruksi saluran reproduksi, metode seperti TESE/MESA memungkinkan pengambilan sperma langsung dari testis untuk digunakan dalam IVF.

 

4. Solusi untuk Infertilitas yang Tidak Terjelaskan

Ketika penyebab infertilitas tidak dapat diidentifikasi, IVF dapat menjadi alternatif untuk mencapai kehamilan dengan memfasilitasi pembuahan di luar tubuh.

 

Risiko dan Tantangan IVF pada Kasus Sperma Rendah

 

1. Biaya yang Lebih Tinggi

Prosedur IVF memerlukan biaya yang signifikan, terutama jika diperlukan teknik tambahan seperti ICSI atau pengambilan sperma langsung dari testis. Biaya ini dapat menjadi beban finansial bagi beberapa pasangan.

 

2. Stres Psikologis

Proses IVF dapat menimbulkan tekanan emosional, termasuk kecemasan, harapan yang tinggi, dan kemungkinan kekecewaan jika hasilnya tidak sesuai harapan. Dukungan emosional dan komunikasi yang baik dengan pasangan sangat penting selama proses ini.

 

3. Risiko Komplikasi

Meskipun jarang, prosedur IVF dapat menimbulkan komplikasi seperti sindrom hiperstimulasi ovarium pada wanita atau infeksi akibat prosedur pengambilan sperma pada pria. Penting untuk memahami risiko ini dan mendiskusikannya dengan dokter Anda.

 

Tips Meningkatkan Peluang Sukses IVF

 

1. Perbaiki Gaya Hidup

 

Konsumsi makanan tinggi antioksidan

Makanan yang kaya akan antioksidan, seperti buah dan sayuran, dapat membantu meningkatkan kualitas sperma dengan melawan radikal bebas.

 

Hindari rokok, alkohol, dan kafein berlebihan

Kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas sperma. Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol serta kafein dapat meningkatkan peluang keberhasilan IVF.

 

Lakukan olahraga teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah

Tahukah Anda, olahraga secara konsisten dapat meningkatkan kadar testosteron dan kualitas sperma. Namun, hindari olahraga berlebihan yang dapat berdampak sebaliknya.

 

Kelola stres dengan relaksasi dan terapi psikologis

Perlu diingat, stres memiliki peran penting pada hormon yang berperan dalam produksi sperma. Anda bisa melakukan relaksasi dengan melakukan yoga atau meditasi untuk mengatasi dn mengelola stres.

 

2. Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Sebelum memulai IVF, konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi kesehatan lengkap. Identifikasi dan tangani masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan IVF.​

 

3. Ikuti Saran Dokter Spesialis Fertilitas

Patuhi rekomendasi dokter mengenai perawatan dan persiapan sebelum, selama, dan setelah prosedur IVF untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

 

4. Manfaatkan Teknologi IVF Modern

Teknologi terbaru dalam IVF, seperti ICSI, dapat membantu mengatasi masalah kualitas sperma rendah. Diskusikan opsi ini dengan dokter Anda.

 

5. Tetap Komunikasi Terbuka dengan Pasangan

Hal ini dikarenakan dukungan emosional dan komunikasi yang baik dengan pasangan dapat membantu mengatasi stres dan memperkuat hubungan selama proses IVF.

 

Mengapa Memilih ASHA IVF Surabaya?

Memilih ASHA IVF Surabaya sebagai pusat perawatan fertilitas Anda menawarkan berbagai keunggulan yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan. Berikut adalah beberapa keunggulan yang ditawarkan:​

 

Keunggulan ASHA IVF:

 

Analisis sperma lengkap dengan teknologi mutakhir

ASHA IVF Surabaya menggunakan teknologi modern dan standar internasional untuk meningkatkan peluang keberhasilan program.

 

Prosedur ICSI dan IVF dengan tingkat keberhasilan tinggi

ASHA IVF Surabaya memberikan layanan teknologi Intra Cytoplasmic Morphologically selected Sperm Injection (IMSI) yang bisa membantu Anda dalam memilih sperma dengan morfologi terbaik, demi mendapatkan hasil embrio yang optimal.

 

Tim dokter dan embriologis profesional

Klinik ini memiliki dukungan dari para dokter spesialis yang sudah berpengalaman serta kompeten khusus di bidang fertilitas yang senantiasa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dengan mengikuti pelatihan baik di taraf nasional maupun internasional.

 

Pendekatan personal sesuai kebutuhan pasangan

Pasangan yang sudah memutuskan untuk menjalankan promil di klinik ini didampingi
seorang perawat yang bersama pasien dari awal program sampai selesai. Perawat akan
membantu menjadwalkan kontrol, membantu mengatur waktu minum obat, serta
menjawab keluhan yang muncul selama promil.

 

Jika Anda mempertimbangkan program fertilitas, ASHA IVF Surabaya menawarkan layanan berkualitas dengan teknologi mutakhir dan tim profesional. Klinik ini berlokasi di Gedung PMC Lantai 5, Rumah Sakit PHC Surabaya, Jalan Prapat Kurung Selatan No.1, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur 60165.

 

Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, Anda dapat menghubungi mereka melalui WhatsApp di nomor +62-81135-07103 atau melalui telepon di +62 811 3507 101.

 

Selain itu, Anda juga dapat mengirim email ke support@ashaivfindonesia.com atau memanfaatkan layanan live chat melalui situs resmi mereka. Semoga informasi ini membantu Anda dalam mengambil langkah selanjutnya menuju impian memiliki buah hati.

 

Sumber Referensi:

  1. ​Mayo Clinic. (n.d.). Male infertility. Diakses pada 24 Maret 2025.​
  2. ​American Society for Reproductive Medicine. (2018). Intracytoplasmic sperm injection (ICSI) for treatment of male infertility. Diakses pada 24 Maret 2025.​
  3. ​NHS. (2018). Treatments for fertility problems.​ Diakses pada 24 Maret 2025.​
  4. ​Cleveland Clinic. (2020). Male Infertility.Diakses pada 24 Maret 2025.​
  5. ​Urology Care Foundation. (n.d.). Male Infertility.​ Diakses pada 24 Maret 2025.

 

 

pendaftaran konsultas

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih Waktu Reservasi*
No Telp*
Nama Lengkap*
Jenis Kelamin*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*