Kriteria Sperma Sehat Menurut WHO: Jumlah, Bentuk, Gerak

Bagi banyak pasangan yang mendambakan keberhasilan program hamil. Akan tetapi, tidak semua pasangan tahu bahwa keberhasilannya bergantung pada kondisi kesuburan kedua belah pihak, bukan salah satu saja.

 

Nah, Salah satu indikator penting dari kesuburan pria adalah kualitas sperma. Namun, tidak semua sperma memiliki kemampuan yang sama dalam membuahi sel telur. Karena itu, World Health Organization (WHO) telah menetapkan panduan dan kriteria ilmiah untuk menilai sperma sehat menurut WHO berdasarkan jumlah, bentuk, dan gerakannya.

 

Mengapa Kualitas Sperma Penting untuk Kesuburan Pria

Kualitas sperma menentukan seberapa besar peluang terjadinya pembuahan. Sperma yang sehat tidak hanya harus banyak, tetapi juga harus memiliki bentuk yang normal serta mampu bergerak cepat dan tepat ke arah sel telur.

 

 

Jika salah satu dari faktor ini terganggu, misalnya jumlah sperma rendah, bentuk tidak normal, atau pergerakannya lambat, kemungkinan terjadinya kehamilan akan menurun. Karena itu, pemeriksaan sperma menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesuburan pria sebelum memulai program hamil.

 

Panduan WHO tentang Kualitas Sperma

Berikut ini adalah panduan sperma sehat menurut WHO yang harus Anda tahu. Beberapa penjelasan di bawah ini patut Anda imak dengan seksama. 

 

Standar Pemeriksaan Sperma oleh WHO

WHO telah menetapkan pedoman resmi untuk analisis sperma melalui WHO Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen edisi terbaru. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai lima parameter utama: jumlah, motilitas (gerak), morfologi (bentuk), volume, serta pH dan waktu pencairan sperma.

 

Parameter Utama dalam Penilaian Kualitas Sperma

Beberapa aspek penting yang dinilai dalam standar sperma sehat menurut WHO meliputi:

 

Jumlah & Volume Sperma Normal Menurut WHO

Ini adalah beberapa tanda sperma Anda normal jika dilihat dari volume dan jumlahnya. 

 

Jumlah Sperma yang Ideal

Menurut WHO, pria dikatakan memiliki jumlah sperma normal jika konsentrasi sperma mencapai 15 juta per mililiter atau lebih, dengan total jumlah minimal 39 juta sperma per ejakulasi. Jumlah di bawah angka ini disebut oligospermia (jumlah sperma rendah), yang bisa menurunkan peluang kehamilan.

 

Volume Sperma yang Normal

Volume ejakulasi yang dianggap normal berkisar minimal 1,5 mililiter. Volume terlalu sedikit bisa disebabkan oleh gangguan pada kelenjar prostat atau vesikula seminalis, sementara volume berlebihan dapat menunjukkan masalah hormonal atau gangguan penyimpanan sperma.

 

 

Makna Jumlah Sperma Rendah

Jumlah sperma rendah tidak selalu berarti pria tidak subur. Dalam beberapa kasus, gaya hidup sehat, pengaturan pola makan, serta terapi medis bisa membantu meningkatkan produksi sperma dan peluang keberhasilan pembuahan.

 

 

Bentuk (Morfologi) Sperma Sehat

Nah, berikut ini adalah tanda-tanda bahwa sperma Anda sehat jika dilihat dari bentuknya. 

 

Struktur Sperma Normal

Sperma yang normal memiliki kepala oval, leher yang proporsional, dan ekor panjang yang membantu pergerakan. Kepala sperma berfungsi membawa materi genetik, sementara ekor membantu sperma berenang menuju sel telur.

 

Persentase Sperma Normal Menurut WHO

WHO menetapkan bahwa minimal 4% sperma harus memiliki bentuk normal agar dianggap sehat. Meskipun angka ini terlihat kecil, sperma dengan bentuk yang tepat memiliki kemampuan membuahi sel telur lebih baik dibandingkan sperma abnormal.

 

Dampak Morfologi Abnormal

Sperma dengan bentuk kepala cacat, ekor ganda, atau ukuran tidak proporsional cenderung memiliki kemampuan berenang yang buruk dan kesulitan menembus dinding sel telur. Jika morfologi sperma banyak yang abnormal, peluang kehamilan alami dapat berkurang.

 

Gerak (Motilitas) Sperma yang Menentukan Kesuburan

Motilitas adalah kemampuan sperma untuk bergerak aktif menuju sel telur. WHO mengelompokkan motilitas sperma menjadi tiga kategori:

 

Klasifikasi Motilitas Sperma Menurut WHO

 

Persentase Motilitas Normal

Menurut WHO, minimal 40% sperma harus bergerak aktif, dan 32% diantaranya harus memiliki gerakan progresif cepat (PR). Jika persentase ini di bawah standar, kondisi tersebut disebut asthenozoospermia.

 

Penyebab Motilitas Rendah

Motilitas rendah dapat disebabkan oleh suhu tinggi di area testis, stres oksidatif, kekurangan nutrisi seperti zinc dan selenium, atau kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol.

 

 

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sperma

Kualitas sperma dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal (dari dalam tubuh) dan eksternal (lingkungan dan gaya hidup).

 

 

Faktor Internal

Berikut ini adalah penyebab internal yang mempengaruhi kualitas sperma

 

Faktor Eksternal

Berikut ini adalah penyebab eksternal yang mempengaruhi kualitas sperma

 

Pemeriksaan Kualitas Sperma di Asha IVF

Sebagai klinik fertilitas berstandar internasional, Asha IVF menyediakan layanan analisis sperma lengkap sesuai panduan WHO untuk membantu pria memahami kondisi kesuburannya secara menyeluruh.

 

Analisis Sperma Lengkap Sesuai Standar WHO

Pemeriksaan di Asha IVF dilakukan dengan teknologi Computer-Assisted Sperm Analysis (CASA) yang menilai jumlah, gerak, bentuk, dan volume sperma secara akurat berdasarkan standar WHO.

 

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Andrologi

Setelah pemeriksaan, pasien akan berkonsultasi langsung dengan dokter andrologi dan spesialis fertilitas untuk membahas hasil analisis serta langkah perawatan yang paling sesuai.

 

 

Perawatan Fertilitas yang Dipersonalisasi

Setiap pasien memiliki kondisi unik. Karena itu, Asha IVF memberikan rencana perawatan personal yang mencakup terapi nutrisi, perubahan gaya hidup, hingga program medis seperti IUI atau IVF bila diperlukan.

 

Mengetahui kriteria sperma sehat menurut WHO membantu pria memahami kondisi kesuburannya secara ilmiah dan terukur. Pemeriksaan sperma bukan hanya langkah medis, tetapi juga bagian penting dari perencanaan kehamilan yang matang.

 

Jika Mom & Dads ingin memastikan kondisi kesuburan secara akurat, Asha IVF siap membantu dengan pemeriksaan sperma komprehensif sesuai standar WHO, teknologi modern, dan pendampingan tim ahli. Sebab di Asha IVF, setiap langkah menuju kehamilan selalu dimulai dengan pemahaman yang benar.

 

Ditinjau Oleh:

Sumber Referensi:

  1. World Health Organization (WHO). (2021). WHO Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen (6th ed.). Diakses 2025.
  2. Cleveland Clinic. (2024). Semen Analysis: Purpose, Procedure & Results. Diakses 2025.
  3. Mayo Clinic. (2024). Total Parenteral Nutrition: Care at Mayo Clinic. Diakses 2025.
  4. Alodokter. (2024). Berapa Jumlah Sperma Normal pada Pria? Diakses 2025.
  5. Hello Sehat. (2024). Standar Sperma Sehat Menurut WHO. Diakses 2025.

Manfaat Toge untuk Kesuburan Pria, Mitos atau Fakta?

Mom & Dads, banyak orang zaman dahulu percaya bahwa toge adalah makanan yang bisa menyuburkan pria. Bahkan, anggapan ini sudah turun-temurun dan sering kali dikaitkan dengan kualitas kejantanan laki-laki.

 

Pria yang sering mengkonsumsi makanan ini dianggap memiliki kualitas sperma yang baik sehingga mudah memiliki keturunan. Namun, benarkah manfaat toge untuk pria hanyalah mitos, atau justru ada dasar ilmiahnya?

 

 

Artikel ini akan membahas kandungan nutrisi pada toge, bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas sperma, serta tips konsumsi yang tepat. Kita juga akan mengulas nutrisi lain yang mendukung kesuburan pria dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar program kehamilan berjalan lancar.

 

Kandungan Nutrisi Pada Toge

Toge merupakan kecambah dari kacang hijau atau kedelai yang mengalami proses perendaman dan perkecambahan. Meski bentuknya kecil, toge mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin E, asam folat, zinc, serta antioksidan alami.

 

Kandungan-kandungan ini membuat toge tidak hanya bergizi, tetapi juga berpotensi mendukung fungsi reproduksi pria. Selain itu, manfaat toge untuk pria sangatlah banyak karena sifatnya yang rendah kalori dan lemak sehingga cocok dikonsumsi setiap hari.

 

 

Kandungan seratnya yang tinggi membantu menjaga sistem pencernaan, sementara enzim-enzim yang terbentuk selama proses kecambah dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dalam tubuh.

 

Manfaat Toge untuk Kesuburan Pria

Kandungan vitamin dan mineral dalam toge terbukti secara ilmiah memiliki peran dalam mendukung fungsi reproduksi, mulai dari meningkatkan produksi hormon hingga memperbaiki kualitas sperma. Tak heran, manfaat toge untuk pria ini menjadikannya salah satu pilihan nutrisi alami yang sering ada dalam menu program kehamilan.

 

Manfaat toge untuk pria akan lebih terasa jika dikombinasikan dengan pola makan dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Berikut beberapa pengaruh positif toge terhadap kesehatan sperma:

 

1. Kualitas Sperma

Vitamin C dan E yang terkandung dalam toge memiliki efek antioksidan yang penting dalam menjaga kualitas sperma. Antioksidan ini berperan dalam melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas. Nah, sperma yang terlindungi memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk membuahi sel telur secara optimal.

 

 

2. Produksi Sperma

Zinc dan asam folat dalam toge merupakan dua nutrisi yang sangat berguna dalam proses pembentukan sperma di testis. Zinc membantu meningkatkan kadar testosteron dan memperbaiki proses produksi sperma, sementara asam folat berperan dalam pembentukan materi genetik sperma (DNA dan RNA). Dengan kandungan kedua zat tersebut dari toge, tubuh dapat menghasilkan sperma dalam jumlah dan kualitas yang lebih baik. 

 

3. Motilitas Sperma

Motilitas atau kemampuan sperma untuk bergerak secara aktif sangat penting untuk mencapai dan membuahi sel telur. Vitamin E dan C dalam toge mampu membantu menjaga kesehatan membran sperma sehingga mendukung pergerakan yang lebih lincah dan terarah.

 

Konsumsi Toge yang Tepat untuk Mendukung Kesuburan

Meskipun ada banyak manfaat toge untuk pria, konsumsi tanaman ini tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya maksimal dan tidak menimbulkan risiko. Cara penyajian dan porsi yang tepat akan membantu Mom & Dads mendapatkan nutrisi yang optimal

 

Porsi Aman dan Cara Penyajian

Porsi konsumsi toge yang disarankan adalah sekitar setengah hingga 1 cangkir per hari. Toge bisa disajikan dalam bentuk tumis, campuran sayur, atau direbus sebentar untuk menjaga kandungan gizinya. Hindari mengkonsumsi toge mentah secara berlebihan, karena dikhawatirkan mengandung bakteri jika tidak dicuci atau dimasak dengan baik.

 

Kombinasi dengan Pola Makan Sehat Lain

Toge sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein seperti ikan dan telur untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian. Sayur dan buah segar yang kaya antioksidan juga sebaiknya menjadi bagian dari menu harian. Pola makan yang seimbang dapat membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih efisien.

 

Kandungan Nutrisi Lain untuk Kesuburan Pria

Setelah mengetahui manfaat toge untuk pria, Mom & Dads juga perlu mengetahui kandungan nutrisi lain untuk kesuburan pria sebagai alternatif. Sebenarnya, ada beberapa zat gizi lain yang secara spesifik berperan penting dalam mendukung kesuburan pria.

 

Asupan vitamin dan mineral berikut perlu dipenuhi dari berbagai sumber makanan untuk memastikan kesehatan sperma lebih optimal.

 

Vitamin D

Vitamin D membantu meningkatkan kadar testosteron dan mendukung produksi sperma yang sehat. Pria dengan kadar vitamin D yang cukup terbukti memiliki konsentrasi sperma dan motilitas yang lebih tinggi. Sumber vitamin D bisa didapatkan dari sinar matahari pagi, ikan berlemak dan kuning telur. 

 

Zinc dan Selenium

Zinc berperan penting dalam pembentukan sperma dan produksi hormon testosteron. Sementara itu, selenium berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel sperma dari kerusakan. Kombinasi keduanya terbukti mampu meningkatkan volume air mani, jumlah sperma, serta meningkatkan peluang pembuahan.

 

Sumber makanan yang mengandung zinc dan selenium antara lain daging merah, tiram, biji labu, kacang-kacangan, dan telur. Mengonsumsi makanan ini secara rutin dapat memberikan dukungan optimal terhadap kesuburan pria.

 

Asam Folat

Asam folat membantu dalam pembentukan DNA dan RNA sperma, serta memperbaiki morfologi dan struktur sel sperma. Kekurangan folat dapat menyebabkan kelainan kromosom dan menurunkan peluang keberhasilan pembuahan.

 

Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kangkung, serta gandum utuh adalah sumber folat yang baik. Konsumsi rutin makanan ini penting, terutama jika sedang dalam program kehamilan bersama pasangan.

 

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kesuburan Pria

Perlu Mom & Dads pahami bahwa makanan hanyalah salah satu aspek pendukung program kehamilan. Sebenarnya, banyak faktor lain yang turut mempengaruhi, mulai dari gaya hidup, riwayat kesehatan, hingga kebiasaan sehari-hari. Mengenali faktor-faktor ini akan membantu mengambil langkah pencegahan lebih awal.

 

1. Gaya Hidup dan Kebiasaan Sehari-hari

Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang olahraga, dan pola tidur tidak teratur adalah contoh gaya hidup yang bisa merusak kualitas sperma. Selain itu, kebiasaan seperti duduk terlalu lama, memakai celana terlalu ketat, atau sering terpapar suhu tinggi juga dapat mengganggu kesehatan testis.

 

2. Asupan Nutrisi Secara Umum

Walaupun Anda sudah tahu manfaat toge untuk pria yang sangat baik untuk kesuburan, Mom & Dads tetap memerlukan asupan nutrisi lain. Jika pola makan tidak seimbang atau bergantung pada makanan instan, kualitas sperma pun bisa menurun. Konsumsilah berbagai sumber protein, vitamin, dan mineral dari makanan alami, dan pastikan asupan air cukup untuk mendukung metabolisme tubuh.

 

4. Kondisi Medis atau Riwayat Penyakit

Beberapa penyakit seperti diabetes, gangguan hormon, varikokel, atau infeksi saluran reproduksi dapat mempengaruhi kualitas sperma. Penggunaan obat-obatan tertentu dan efek samping dari pengobatan juga bisa menurunkan kesuburan.

 

Mom & Dads yang memiliki riwayat penyakit sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani program kehamilan. Pemeriksaan sperma dan hormon bisa menjadi langkah awal untuk memahami kondisi tubuh dengan lebih akurat.

 

5. Stres dan Kualitas Tidur

Stres kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menurunkan kadar testosteron dalam tubuh. Kondisi ini juga bisa mempengaruhi gairah seksual dan menurunkan kualitas sperma secara bertahap.

 

Tidur yang cukup dan berkualitas membantu tubuh memulihkan diri serta menjaga sistem hormon tetap stabil. Hindari begadang, batasi penggunaan gawai sebelum tidur dan ciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

 

 

Layanan ASHA IVF untuk Pemeriksaan Kesuburan Pria

Mom & Dads, jika Anda sedang merencanakan kehamilan namun belum juga mendapatkan hasil yang diharapkan, jangan ragu untuk melakukan evaluasi menyeluruh sejak dini. Di ASHA IVF, kami menyediakan layanan khusus bagi pria untuk memeriksakan kondisi kesuburannya secara medis, akurat, dan profesional.

 

Layanan yang kami tawarkan meliputi analisis sperma lengkap, pemeriksaan hormon, serta konsultasi bersama dokter andrologi dan fertilitas. ASHA IVF juga menggunakan teknologi modern seperti:

 

Tidak hanya itu, kami juga menghadirkan layanan Female Services yang dirancang khusus untuk wanita sebagai prioritas utama. Semua layanan kami mengedepankan suasana tenang, suportif, dan penuh empati terhadap perjalanan pasangan yang sedang berjuang memiliki buah hati.

 

Ditinjau Oleh:

dr. Lunardhi Susanto, M. Kes., SpAnd

 

Sumber Referensi:

  1. Cleveland Clinic. (2025). Male infertility. Diakses 2025.

  2. Harvard Health Publishing. (2025). Foods that boost male fertility. Diakses 2025.

  3. Mayo Clinic. (2025). Male infertility and fertility: What affects sperm health? Diakses 2025.

  4. WebMD. (2025). How to boost sperm count. Diakses 2025.

8 Makanan Penyubur Sperma yang Bisa Bantu Program Kehamilan

Mom & Dads, ketika menjalani program kehamilan, perhatian penuh sering kali diberikan pada kondisi tubuh perempuan saja. Seolah-olah, hanya kondisi wanita yang memberikan andil dalam keberhasilan program. 

 

Padahal, Mom & Dads perlu memperhatikan juga kualitas sperma pada laki-laki.  Itulah kenapa, mengenal makanan penyubur sperma dan mengkonsumsinya secara rutin adalah langkah awal yang tepat bila ingin program kehamilan yang dijalani berhasil.  

 

 

Artikel ini akan membahas berbagai jenis makanan yang terbukti secara medis dapat mendukung kualitas sperma, baik dari segi jumlah, pergerakan, maupun bentuknya. 

 

Peran Nutrisi untuk Kesuburan Pria

Nutrisi yang baik tidak hanya menjaga kesehatan secara umum, tetapi juga berperan langsung dalam pembentukan dan pematangan sperma. Proses spermatogenesis tetap memerlukan sejumlah vitamin, mineral, dan antioksidan agar dapat berjalan optimal. 

 

Kurangnya nutrisi seperti vitamin C, vitamin D, zinc, dan asam folat dapat menurunkan motilitas dan morfologi sperma. Dengan kata lain, memperbaiki pola makan dengan makanan penyubur sperma dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesuburan pria.

 

Jenis Kandungan dan Makanan Penyubur Sperma

Untuk mendukung kesuburan pria, penting bagi Mom & Dads untuk memahami jenis-jenis zat gizi yang berperan dalam pembentukan sperma. Makanan yang mengandung gizi tersebut bisa dengan mudah ditemukan di sekitar kita.

 

Di bawah kita akan mengulas secara detail berbagai makanan penyubur sperma yang dikenal mudah dan murah didapat.

 

 

1. Makanan Kaya Vitamin

Studi telah menunjukkan bahwa pria dengan asupan vitamin yang cukup memiliki jumlah sperma lebih banyak serta motilitas yang lebih baik dibandingkan pria dengan defisiensi vitamin. Cobalah konsumsi makanan berikut ini untuk meningkatkan kesuburan:

 

Stroberi

Stroberi adalah buah yang kaya vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sperma dari stres oksidatif. Buah ini juga mendukung peningkatan volume air mani dan membantu menjaga integritas DNA sperma. 


Tauge

Tauge dikenal sebagai sumber vitamin E yang sangat baik dan telah lama dipercaya sebagai makanan penyubur bagi pria. Selain itu, tauge juga mengandung asam folat dan zinc dalam kadar yang cukup untuk mendukung fungsi hormon reproduksi.


Jamur

Vitamin D dalam jamur dapat membantu mengatur hormon testosteron yang berkaitan langsung dengan kesuburan pria, sementara vitamin B12 mendukung pembentukan sperma yang normal dan berkualitas baik. 


Ikan Berlemak

Ikan berlemak seperti salmon dan tuna kaya akan llemak omega-3 yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sperma. Kandungan anti-inflamasi dalam ikan berlemak juga mendukung kesehatan sistem reproduksi secara umum.

 

Kuning Telur

Kuning telur merupakan sumber vitamin B12, vitamin E, dan kolin yang sangat baik untuk kesehatan reproduksi pria. Bagi pria yang tidak memiliki gangguan kolesterol, satu butir telur per hari umumnya aman dan justru memberikan manfaat positif bagi kesuburan.

 

Produk Susu

Vitamin D dalam produk susu telah terbukti dapat meningkatkan kadar testosteron dan membantu spermatogenesis. Sementara itu, probiotik dalam yogurt membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang turut berperan dalam metabolisme hormon.

 

2. Makanan Kaya Mineral

Makanan yang kaya zinc dan selenium sangat mudah ditemukan dalam bahan pangan hewani maupun nabati. Mengonsumsi makanan yang mengandung kedua mineral ini secara rutin akan membantu menjaga keseimbangan hormonal dan meningkatkan peluang keberhasilan program hamil.

 

Cobalah beberapa opsi makanan kaya mineral berikut untuk meningkatkan keberhasilan pembuahan:

 

Daging Merah

Daging merah seperti daging sapi dan kambing adalah sumber zinc yang sangat baik bagi pria. Zinc sendiri merupakan mineral yang esensial dalam proses pembentukan sperma serta berperan dalam menjaga stabilitas hormon testosteron.

 

Biji-Bijian

Biji-bijian seperti biji labu, biji bunga matahari, dan biji chia mengandung kombinasi zinc, selenium, dan asam lemak esensial yang mendukung kesuburan pria. Mom & Dads dapat dengan mudah menambahkan biji-bijian ke dalam menu harian, misalnya sebagai topping pada salad, smoothie bowl, atau dicampur ke dalam oatmeal.

 

Tiram

Satu porsi tiram mengandung sejumlah zinc yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian pria. Zinc pada tiram telah terbukti meningkatkan jumlah dan pergerakan sperma secara signifikan serta memperbaiki kualitas air mani.

 

3. Makanan Kaya Antioksidan

Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif yang merusak DNA sperma, menurunkan motilitas, dan mempengaruhi kualitas keseluruhan sperma. Oleh karena itu, asupan makanan kaya antioksidan sangat penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi pria..

 

Tomat

Studi menunjukkan bahwa konsumsi likopen pada tomat secara rutin dapat memperbaiki morfologi sperma serta meningkatkan pergerakannya. Selain itu, tomat juga mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai pelindung tambahan terhadap kerusakan oksidatif.

 

Alpukat

Alpukat adalah sumber lemak sehat yang juga mengandung vitamin E dan glutathione, dua senyawa antioksidan penting untuk melindungi sperma. Lemak tak jenuh di dalamnya juga membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi sehingga sperma tetap berkualitas.

 

Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan seperti almond dan kenari mengandung kombinasi antioksidan dan vitamin E yang sangat baik untuk kesuburan pria. Konsumsi rutin jenis kacang ini terbukti dapat meningkatkan volume ejakulasi. 


Buah Delima

Buah delima mengandung polifenol  yang tinggi dan terbukti mampu melindungi sperma dari stres oksidatif. Cobalah konsumsi jus delima secara rutin untuk meningkatkan jumlah sperma secara signifikan..

 

4. Makanan Kaya Asam Folat

Asam folat tidak hanya penting bagi wanita selama masa kehamilan, tetapi juga berperan besar dalam proses pembentukan sperma. Nutrisi ini membantu dalam proses pembelahan sel dan produksi DNA. Berbagai contoh makanan kaya asam folat berikut sangat mudah didapat dengan harga murah:

 

Bayam

Bayam merupakan salah satu sumber asam folat terbaik yang mudah ditemukan dan diolah. Kandungan asam folat dalam bayam membantu memperbaiki kualitas sperma, khususnya dalam hal jumlah dan struktur genetiknya.

 

Brokoli

Brokoli adalah tanaman yang kaya akan asam folat dan serat, menjadikannya sebagai salah satu sayuran terbaik untuk mendukung kesuburan pria. Asam folat dalam brokoli membantu memperkuat struktur DNA sperma sehingga pembuahan mudah terjadi.

 

Kangkung

Meskipun sering dianggap sebagai sayuran sederhana, kangkung memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Mengkonsumsinya secara rutin membantu menjaga kualitas sperma dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

 

Gandum Utuh

Gandum utuh seperti oatmeal, roti gandum, dan beras merah merupakan sumber asam folat nabati yang baik untuk pria. Selain asam folat, gandum utuh juga mengandung vitamin B kompleks dan magnesium yang mendukung fungsi hormon reproduksi. 

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Selain Asupan Makanan

Mom & Dads, memperbaiki pola makan dengan makanan penyubur sperma memang merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sperma. Namun, hasilnya tidak akan optimal jika tidak disertai dengan perbaikan gaya hidup secara menyeluruh. Pastikan untuk memperhatikan hal-hal berikut ini selama program kehamilan. 

 

Hindari Rokok dan Alkohol

Kandungan zat kimia dalam rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dapat merusak DNA sperma dan menurunkan kualitas air mani. Sementara itu, alkohol dalam jumlah berlebihan dapat mengganggu metabolisme hormon yang dibutuhkan dalam proses produksi sperma.

 

Oleh karena itu, menghindari konsumsi rokok dan alkohol merupakan langkah krusial bagi pria yang sedang menjalani program kehamilan bersama pasangannya.

 

Jaga Berat Badan Ideal

Kelebihan lemak tubuh di area perut dapat meningkatkan produksi hormon estrogen dan menurunkan kadar testosteron. Hal ini berdampak langsung pada penurunan produksi dan kualitas sperma.

 

Sebaliknya, kekurangan berat badan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan nutrisi atau hormon. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur akan membantu tubuh memproduksi sperma dalam kondisi optimal. 

 

 

Kelola Stres

Stres kronis dapat mengganggu sistem endokrin yang mengatur hormon kesuburan, Selain itu, stres juga dapat berdampak pada gaya hidup, seperti gangguan tidur, nafsu makan berkurang, atau konsumsi rokok dan alkohol yang meningkat.

 

Oleh karena itu, penting bagi Mom & Dads untuk mengenali dan mengelola sumber stres dalam kehidupan sehari-hari. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau melakukan hobi yang menyenangkan bisa membantu menurunkan tingkat stres. 

 

Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kadar hormon testosteron dan memperbaiki kualitas sperma. Olahraga juga meningkatkan sirkulasi darah ke organ reproduksi, menjaga berat badan ideal, serta menurunkan kadar stres. Pria yang aktif secara fisik cenderung memiliki motilitas sperma yang lebih baik dibandingkan pria yang gaya hidupnya pasif.

 

 

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kualitas Sperma

Mom & Dads, selain makanan dan kebiasaan hidup sehat, ada sejumlah faktor eksternal maupun biologis yang juga dapat mempengaruhi kualitas sperma pria. Di bagian ini kita akan membahas satu per satu faktor yang kerap tidak disadari namun memiliki dampak signifikan terhadap kualitas sperma.

 

1. Gaya Hidup Tidak Sehat

Pola hidup yang tidak teratur seperti sering begadang dan kurang istirahat dapat menurunkan kualitas sperma secara perlahan. Kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap gangguan hormonal yang berkaitan dengan produksi sperma. 

 

2. Usia

Meskipun pria tetap dapat memproduksi sperma hingga usia lanjut, kualitas sperma cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Setelah usia 40 tahun, terjadi penurunan konsentrasi serta peningkatan risiko kelainan genetik pada sperma. 

 

3. Paparan Polusi dan Bahan Kimia

Paparan polusi udara, logam berat, pestisida dan bahan kimia industri dapat menurunkan kualitas sperma secara signifikan. Bahan-bahan ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara atau kontak langsung, lalu mempengaruhi sistem hormon dan merusak struktur genetik sperma. 

 

4. Riwayat Penyakit atau Infeksi

Penyakit seperti diabetes dan gangguan tiroid bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma. Begitu pula dengan infeksi saluran reproduksi atau penyakit menular seksual (PMS) yang dapat merusak saluran sperma dan menyebabkan peradangan. 

 

5. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa jenis obat terutama yang digunakan untuk mengobati kanker dan gangguan hormon dapat memiliki efek samping terhadap kesuburan. Obat-obatan seperti steroid anabolik juga diketahui dapat menekan produksi sperma secara drastis. 

 

 

6. Kualitas Tidur dan Tingkat Stres

Tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hormon reproduksi. Dalam jangka panjang, gangguan tidur juga dapat menyebabkan kelelahan kronis dan penurunan gairah seksual.

 

Kesimpulan

Mom & Dads, menjaga kesuburan pria bukanlah hal yang bisa disepelekan, terutama jika sedang merencanakan kehadiran buah hati. Mengonsumsi makanan penyubur sperma seperti stroberi, ikan berlemak, bayam, dan biji-bijian hanyalah salah satu langkah penting dalam proses ini.

 

Namun, agar hasilnya maksimal, pola makan sehat perlu dibarengi dengan gaya hidup yang baik, tidur cukup, kelola stres, serta hindari rokok dan alkohol. Jika sudah melakukan berbagai upaya namun belum mendapatkan hasil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim medis yang berpengalaman.

 

Di ASHA IVF, kami menyediakan layanan pemeriksaan kesuburan pria secara menyeluruh, termasuk analisis sperma, evaluasi hormon, serta dukungan teknologi canggih seperti Time-Lapse Embryo Monitoring dan Frozen Embryo Transfer (FET).

 

Dengan pendekatan personal, nyaman, dan profesional, kami siap mendampingi setiap langkah perjalanan program hamil kamu dan pasangan. Jadwalkan konsultasi dengan tim ahli ASHA IVF sekarang juga!

 

Ditinjau Oleh:

dr. Lunardhi Susanto, M. Kes., SpAnd

 

Sumber Referensi:

  1. Fertility and Sterility. (2008). Relationship between semen quality and fertility: a population-based study. Diakses 2025.

  2. Harvard Health Publishing. (2025). Foods that boost male fertility. Diakses 2025.

  3. Mayo Clinic. (2025). Male infertility and fertility: What affects sperm health? Diakses 2025.

  4. WebMD. (2025). How to boost sperm count. Diakses 2025.

 

Frekuensi Ejakulasi Mempengaruhi Kualitas Sperma? Ini Kata Dokter!

Sobat ASHA, mungkin kamu pernah mendengar bahwa frekuensi ejakulasi yang terlalu sering bisa merusak kualitas sperma. Disisi lain, ada juga yang percaya bahwa jarang ejakulasi akan membuat sperma lebih “kuat”. Lantas, mana yang benar secara medis?

 

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang hubungan antara frekuensi ejakulasi dan kualitas sperma berdasarkan penjelasan dokter serta hasil penelitian medis terbaru. Yuk, simak faktanya sebelum percaya mitos!

 

Ejakulasi dan Kaitannya dengan Kesuburan Pria

Ejakulasi merupakan proses alami yang terjadi ketika sperma dikeluarkan melalui penis saat orgasme. Bagi pria, ejakulasi menjadi indikator fungsi seksual sekaligus berperan penting dalam proses reproduksi.

 

Kualitas ejakulasi, termasuk volume, konsentrasi, dan motilitas sperma, sangat menentukan kemungkinan terjadinya pembuahan. Karena itu, penting bagi Sobat ASHA memahami apakah frekuensi ejakulasi bisa berdampak positif atau justru merugikan.

 

 

Benarkah Frekuensi Ejakulasi Menurunkan Kualitas Sperma?

Faktanya, ejakulasi yang terlalu sering tidak serta-merta menurunkan kualitas sperma secara permanen. Namun, jika dilakukan dalam rentang waktu yang sangat dekat, misalnya beberapa kali dalam sehari, jumlah sperma yang dikeluarkan bisa menurun karena belum sempat terisi kembali.

 

Sebaliknya, ejakulasi dalam frekuensi yang wajar (2 – 4 hari sekali) justru membantu menjaga kesegaran sperma. Sperma yang tertahan terlalu lama dapat mengalami penurunan motilitas dan morfologi karena berada dalam kondisi yang tidak optimal di saluran reproduksi pria.

 

 

Penjelasan Medis Tentang Proses Produksi Sperma

Tubuh pria memproduksi sperma di testis melalui proses yang disebut spermatogenesis. Proses ini memerlukan waktu sekitar 64 – 72 hari untuk menghasilkan sperma yang matang dan siap untuk dikeluarkan saat ejakulasi.

 

Produksi sperma memang berlangsung terus-menerus, tetapi cadangan sperma yang siap dikeluarkan membutuhkan waktu tertentu untuk mengisi kembali setelah ejakulasi. Oleh karena itu, frekuensi ejakulasi yang terlalu sering bisa membuat volume sperma per ejakulasi lebih rendah, tapi tidak merusak sperma yang diproduksi berikutnya.

 

Hubungan Antara Ejakulasi dan Konsentrasi Sperma

Sobat ASHA, menurut WHO, konsentrasi sperma optimal biasanya didapat jika pria tidak ejakulasi selama 2–7 hari. Ini juga menjadi standar saat pemeriksaan analisis sperma dilakukan. Jika ejakulasi dilakukan terlalu sering dalam waktu singkat, jumlah sperma per mililiter bisa sedikit berkurang.

 

Namun, bukan berarti frekuensi tinggi akan selalu menghasilkan sperma yang buruk. Konsentrasi sperma bisa kembali normal hanya dalam beberapa hari jika tubuh memiliki sistem reproduksi yang sehat.

 

Berapa Lama Tubuh Memproduksi Sperma Kembali?

Tubuh pria membutuhkan sekitar 24–36 jam untuk mengisi kembali sperma yang dikeluarkan, terutama jika frekuensi ejakulasi sedang. Namun, untuk mengembalikan konsentrasi sperma ke level tertinggi, waktu idealnya adalah sekitar 2–3 hari setelah ejakulasi terakhir.

 

Karena itu, jeda yang sehat antara ejakulasi diperlukan agar kualitas sperma tetap optimal, khususnya bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

 

Frekuensi Ejakulasi Normal pada Pria

Tidak ada angka pasti yang menentukan “normal”, karena frekuensi ejakulasi bisa sangat bervariasi tergantung usia, kondisi kesehatan, dan dorongan seksual seseorang. Namun, secara umum, ejakulasi 2–5 kali per minggu dianggap berada dalam rentang sehat oleh sebagian besar ahli urologi.

 

Apakah Jarang Ejakulasi Justru Lebih Baik?

Tidak selalu. Menahan ejakulasi dalam waktu lama dapat menyebabkan sperma menjadi kurang segar dan berpotensi rusak karena terlalu lama disimpan. Sperma yang “terlalu tua” juga memiliki motilitas dan struktur yang tidak optimal.

 

Selain itu, ejakulasi yang terlalu jarang juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik seperti nyeri testis, mimpi basah, atau stres emosional.

 

Risiko Menahan Ejakulasi Terlalu Lama

Menahan ejakulasi terlalu lama dapat memicu stagnasi sperma di saluran reproduksi. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya inflamasi atau infeksi pada epididimis (epididimitis), bahkan bisa menimbulkan rasa nyeri di area panggul atau testis.

 

Secara psikologis, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan kecemasan seksual dan menurunkan kepuasan dalam hubungan intim.

 

Dampak Terhadap Kesehatan Reproduksi

Ketidakseimbangan dalam frekuensi ejakulasi, baik terlalu sering maupun terlalu jarang dapat berdampak pada kualitas sperma dan kenyamanan seksual. Frekuensi yang moderat dan konsisten merupakan kunci dalam menjaga kesehatan reproduksi pria secara keseluruhan.

 

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, konsultasi dengan dokter spesialis di ASHA IVF dapat membantu menyesuaikan frekuensi ejakulasi ideal dengan jadwal ovulasi pasangan.

 

Manfaat Ejakulasi Secara Rutin

Sobat ASHA, ejakulasi tidak hanya berperan dalam proses reproduksi, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika dilakukan secara rutin dalam frekuensi yang seimbang, ejakulasi dapat mendukung fungsi fisiologis tubuh dan memberikan efek positif pada kesehatan reproduksi, mental, hingga kardiovaskular.

 

Berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa ejakulasi secara teratur dapat membantu menjaga kualitas sperma, menurunkan risiko penyakit tertentu, serta meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional. Berikut beberapa manfaat penting dari kebiasaan ini yang perlu kamu ketahui.

 

1. Meningkatkan Kualitas Sperma

Rutin ejakulasi membantu tubuh untuk “menyegarkan” pasokan sperma. Sperma yang terlalu lama tersimpan dalam tubuh cenderung mengalami penurunan kemampuan bergerak dan bentuk.  Dengan ejakulasi rutin, sperma tua dikeluarkan dan digantikan oleh sperma baru yang lebih sehat dan aktif.

 

2. Menurunkan Risiko Kanker Prostat

Salah satu manfaat ejakulasi rutin yang cukup penting adalah menurunkan risiko kanker prostat. Studi yang dipublikasikan dalam European Urology menunjukkan bahwa pria yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibandingkan mereka yang lebih jarang melakukannya.

 

Hipotesis medis menyatakan bahwa ejakulasi secara rutin membantu mengurangi penumpukan zat karsinogenik di dalam kelenjar prostat, serta meningkatkan sirkulasi cairan prostatik. 

 

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Aktivitas seksual yang melibatkan ejakulasi turut berkontribusi terhadap kesehatan jantung. Proses ini meningkatkan detak jantung dan sirkulasi darah, yang serupa dengan olahraga ringan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga elastisitas pembuluh darah.

 

 

4. Tidur Lebih Nyenyak

Setelah ejakulasi, tubuh melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam menciptakan rasa tenang dan rileks. Kombinasi hormon ini menjadikan tubuh lebih siap untuk beristirahat dan mempercepat transisi ke fase tidur nyenyak.

 

Bagi pria yang mengalami kesulitan tidur akibat stres atau kelelahan mental, ejakulasi secara alami dapat menjadi salah satu cara non-medis yang mendukung kualitas tidur. 

 

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kualitas Sperma

Sobat ASHA, selain frekuensi ejakulasi, ada sejumlah faktor lain yang turut mempengaruhi kualitas sperma secara signifikan. Hal-hal seperti pola makan, gaya hidup, kebiasaan buruk, serta kondisi medis tertentu bisa menentukan seberapa sehat sperma yang diproduksi tubuh. Untuk itu, penting bagi setiap pria yang peduli terhadap kesehatan reproduksinya untuk memahami dan mengelola faktor-faktor ini secara optimal.

 

Pola Makan dan Gaya Hidup

Asupan nutrisi yang seimbang sangat berpengaruh terhadap produksi sperma. Makanan tinggi antioksidan seperti sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian, dan ikan berlemak dapat membantu meningkatkan motilitas dan morfologi sperma.

 

Selain itu, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan cukup tidur juga membantu menstabilkan hormon reproduksi dan meningkatkan peluang kehamilan.

 

Pengaruh Rokok dan Alkohol

Rokok mengandung zat beracun seperti nikotin dan karbon monoksida yang bisa merusak DNA sperma dan menurunkan kualitasnya. Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon testosteron dan menurunkan produksi sperma. Menghindari kedua zat ini terbukti secara medis dapat memperbaiki kualitas sperma dalam beberapa bulan setelah berhenti.

 

Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi medis dapat secara langsung mempengaruhi kualitas sperma, seperti gangguan hormonal, varikokel (pelebaran pembuluh darah di skrotum), serta infeksi pada saluran reproduksi. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu atau paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja juga bisa berdampak negatif.

 

Jika Sobat ASHA mengalami masalah seperti ini, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter di ASHA IVF guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

 

Tips Menjaga Kualitas Sperma Secara Alami

Menjaga kualitas sperma tidak selalu memerlukan pengobatan atau suplemen mahal. Langkah-langkah alami yang sederhana dan konsisten justru memiliki dampak besar terhadap kesuburan pria. Salah satunya adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi harian. 

 

Konsumsi makanan bergizi tinggi seperti ikan berlemak, telur, sayuran hijau, dan buah-buahan kaya antioksidan terbukti mampu meningkatkan motilitas dan bentuk sperma. Kombinasi vitamin C, E, zinc, dan selenium yang berasal dari makanan juga berperan dalam melindungi sel sperma dari kerusakan oksidatif.

 

 

Selain itu, gaya hidup sehat harus menjadi bagian dari rutinitas harian. Rutin berolahraga tidak hanya memperbaiki kebugaran fisik, tetapi juga membantu menyeimbangkan hormon testosteron. Hindari stres berlebihan karena stres kronis dapat mengganggu sistem endokrin dan menurunkan kualitas sperma. 

 

Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol adalah langkah krusial dalam menjaga kesehatan sperma. Rokok dan alkohol mengandung zat yang bersifat toksik bagi sel reproduksi dan dapat menyebabkan perubahan genetik pada sperma. 

 

Untuk memastikan tidak ada masalah tersembunyi, Sobat ASHA juga disarankan melakukan pemeriksaan kesuburan secara berkala di klinik fertilitas terpercaya seperti ASHA IVF, agar langkah pencegahan dan perawatan bisa dilakukan secara tepat waktu.

 

Kesimpulan: Menjaga Keseimbangan Frekuensi Ejakulasi untuk Kesehatan Reproduksi

Sobat ASHA, frekuensi ejakulasi memang bisa mempengaruhi kualitas sperma, tetapi bukan berarti kamu harus membatasi atau melakukannya terus menerus. Keseimbangan aktivitas ini  adalah kunci untuk mendapatkan sperma yang sehat. Ejakulasi yang rutin, sehat, dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh justru dapat meningkatkan peluang kehamilan serta menjaga kesehatan secara keseluruhan.

 

Jika kamu dan pasangan sedang menjalani program hamil atau ingin mengevaluasi kesehatan reproduksi, ASHA IVF menyediakan layanan analisis sperma, konsultasi andrologi, hingga teknologi canggih seperti Time-Lapse Embryo Monitoring dan Frozen Embryo Transfer (FET) yang siap mendukung setiap langkahmu menuju kehadiran buah hati.

 

Ditinjau Oleh:

dr. Lunardhi Susanto, M. Kes., SpAnd

 

Sumber Referensi:

  1. Cleveland Clinic. (2025). How often should men ejaculate? Diakses 2025.

  2. Mayo Clinic. (2025). Male infertility and fertility: What affects sperm health? Diakses 2025.

  3. WebMD. (2025). How often should a man ejaculate? Diakses 2025.

  4. World Health Organization (WHO). (2025). Infertility. Diakses 2025.

 

8 Mitos Tentang Kesuburan Pria & Faktanya Menurut Dokter

Mom & Dads, tekanan terhadap pasangan yang belum memiliki anak di Indonesia sering kali datang dari lingkungan terdekat, terutama orang tua atau mertua yang dengan mudah menyalahkan pihak wanita.

 

Saat kehamilan tak kunjung terjadi, istri kerap menjadi sasaran tuduhan, seolah-olah masalah kesuburan sepenuhnya ada di pihaknya. Padahal, fakta medis menunjukkan bahwa sekitar 40–50% kasus infertilitas disebabkan oleh faktor kesuburan pria.

 

 

Sayangnya, masih banyak mitos seputar kesuburan yang berkembang di masyarakat, mulai dari anggapan soal usia, gaya hidup, hingga hal-hal yang belum terbukti secara ilmiah. Dalam artikel ini, Mom & Dads akan diajak untuk mengenali delapan mitos umum tentang kesuburan pria, lengkap dengan penjelasan dari sudut pandang medis agar kita bisa memahami fakta yang sebenarnya.

 

Berbagai Mitos Tentang Kesuburan Pria

Kesuburan pria merupakan topik yang sering kali diselimuti banyak mitos. Banyak suami merasa tidak perlu memeriksakan diri karena menganggap masalah kesuburan hanya ada pada istri.  Akhirnya, akibat rasa gengsi memeriksakan diri ini membuat banyak sekali perempuan yang jadi korban karena dituduh sebagai biang masalah dalam usaha memiliki keturunan. 

 

Mengetahui mitos-mitos seputar kesuburan pria sebenarnya sangat penting agar Mom & Dads tidak terjebak dalam informasi yang salah dan bisa mengambil keputusan yang tepat jika sedang merencanakan kehamilan.

 

1. Usia Tidak Memengaruhi Kesuburan Pria

Banyak yang percaya bahwa pria tetap subur hingga usia lanjut. Faktanya, kualutas dan kuantitas sperma yang dimiliki pria memang akan menurun seiring bertambahnya usia dan berbagai faktor gaya hidup lainnya. 

 

Menurut Mayo Clinic, pria di atas usia 40 tahun cenderung memiliki sperma dengan motilitas dan morfologi yang lebih rendah. Kondisi ini bisa memengaruhi peluang keberhasilan pembuahan serta meningkatkan risiko gangguan genetik pada janin.

 

 

2. Celana Ketat Menyebabkan Kemandulan Pada Pria

Mitos penggunaan celana ketat yang membuat mandul memang cukup populer di Indonesia, meskipun belum sepenuhnya didukung oleh bukti kuat. Penggunaan celana ketat memang dapat meningkatkan suhu skrotum dan disinyalir bisa membuat sperma menurun secara kualitas. 

 

Faktanya, peningkatan suhu scrotal harus berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang agar berdampak signifikan. Oleh karena itu, mengenakan celana ketat sesekali tidak akan serta-merta menyebabkan infertilitas.

 

3. Terlalu Sering Ejakulasi Menurunkan Kualitas Sperma

Mom & Dads, seberapa sering ejakulasi memang memengaruhi penurunan jumlah sperma. Akan tetapi, ejakulasi yang terlalu jarang pun bisa menyebabkan sperma menjadi lebih tua dan kurang aktif. Idealnya, untuk tujuan kehamilan, ejakulasi 2–3 kali per minggu dianggap baik oleh banyak dokter. 

 

Oleh karena itu, Mom & Dads sebaiknya membuat jadwal berhubungan badan agar ritme ejakulasi bisa disesuaikan. Catat tanggal kapan sebaiknya hubungan badan dilakukan agar pembuahan berhasil dilakukan. 

 

4. Masalah Kesuburan Selalu Berasal dari Wanita

Mitos terkait kesuburan memang paling sering merugikan perempuan. Faktanya, seperti disebutkan sebelumnya, penyebab infertilitas bisa berasal dari pihak pria, wanita, atau keduanya. Dalam banyak kasus, pria yang mengalami gangguan pada kualitas atau kuantitas sperma menyumbang 50% masalah infertilitas dalam kehidupan rumah tangga.

 

Mom & Dads perlu sama-sama menyadari bahwa pemeriksaan kesuburan sebaiknya dilakukan oleh kedua pasangan. Tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain, gunakan kepala dingin dan selalu bekerja sama untuk mencapai tujuan memiliki keturunan. 

 

 

5. Merokok atau Minum Alkohol Tidak Terlalu Memengaruhi Kesuburan

Punya kebiasaan merokok atau mengkonsumsi alkohol? Ketahuilah bahwa dua kebiasaan ini justru memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesuburan pria. Rokok mengandung zat berbahaya seperti nikotin dan karbon monoksida bisa merusak DNA sperma dan menurunkan motilitas.

 

Begitu juga dengan konsumsi alkohol, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi produksi hormon testosteron. Oleh karena itu, gaya hidup sehat sangat dianjurkan jika Mom & Dads sedang merencanakan kehamilan.

 

6. Suplemen atau Makanan Tertentu Bisa Meningkatkan Kesuburan

Suplemen peningkat kesuburan yang beredar di pasaran sebenarnya tidak sesuai dengan klaim yang diiklankan. Meski beberapa nutrisi seperti zinc, vitamin C, E, dan selenium memang penting bagi kesehatan sperma, mengkonsumsi suplemen tanpa indikasi medis bukanlah solusi utama.

 

Sebelum mengonsumsi suplemen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui kebutuhan tubuh dan memastikan tidak ada riwayat medis pada tubuh yang kontra dengan kandungan suplemen.

 

7. Pria yang Subur Pasti Memiliki Dorongan Seks Tinggi

Dorongan seksual atau libido dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti hormon, stres, dan kondisi psikologis. Seorang pria bisa memiliki libido tinggi tetapi mengalami gangguan kualitas sperma, begitu juga sebaliknya.

 

 

Artinya, dorongan seks bukan indikator pasti dari kesuburan pria. Pria yang jarang bertemu istri tetapi memiliki kualitas sperma yang baik masih sangat mungkin memiliki keturunan. Sebaliknya, pria yang sering berhubungan badan tetapi memiliki kualitas sperma yang buruk karena kebiasaan merokok juga bisa jadi sulit memiliki anak.

 

Untuk itu, satu-satunya cara untuk mengetahuinya secara pasti adalah dengan melakukan pemeriksaan analisis sperma di klinik fertilitas. 

 

8. Harus Menunggu Setahun untuk Periksa Kesuburan

Banyak pasangan mengira bahwa harus menunggu hingga satu tahun sebelum memeriksakan diri terkait masalah keturunan. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Secara medis, memang pasangan dikatakan infertil bila sudah berhubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan namun belum juga hamil.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat pasangan disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan, bahkan meski baru enam bulan mencoba. Misalnya, jika ada riwayat masalah kesehatan reproduksi seperti:

Khusus untuk perempuan berusia di atas 35 tahun, evaluasi kesuburan sebaiknya tidak ditunda. Ini karena kualitas dan jumlah sel telur secara alami akan menurun seiring bertambahnya usia, sehingga waktu menjadi faktor penting dalam perencanaan kehamilan.

 

Jika Anda ingin memeriksakan kualitas sel telur saat ini, ASHA IVF menyediakan layanan pemeriksaan kesuburan pria dan wanita secara lengkap, termasuk analisis sperma dengan hasil akurat dan penanganan dari dokter spesialis andrologi dan fertilitas.

 

Kami memberikan layanan yang tak hanya mengedepankan kecanggihan teknologi, tetapi juga pendekatan personal agar memahami kebutuhan pasien secara lebih akurat. 

 

Kesimpulan

Kesuburan pria bukanlah topik yang bisa dianggap remeh saat Mom & Dads sedang merencanakan kehamilan. Mengetahui fakta yang benar dibandingkan percaya akan mitos adalah salah satu langkah terbaik yang akan membantu Anda dan pasangan mewujudka kehamilan.

 

Terlalu percaya pada mitos yang beredar justru membuat informasi menjadi bias dan menunda penanganan yang tepat. Jika Mom & Dads sedang merencanakan kehadiran buah hati, tak ada salahnya untuk segera berkonsultasi dengan tim medis berpengalaman.

 

Di ASHA IVF, kami menyediakan layanan komprehensif untuk pria, mulai dari pemeriksaan hormon, analisis sperma, hingga program fertilitas dengan teknologi Time-Lapse Embryo Monitoring dan Frozen Embryo Transfer (FET) yang terbukti meningkatkan peluang keberhasilan.

 

Dokter-dokter ahli kami sudah terpercaya di bidangnya dan berpengalaman puluhan tahun menangani masalah infertilitas di Indonesia. Booking jadwal konsultasi sekarang, wujudkan impian mulia memiliki keturunan. 

 

Ditinjau Oleh:

dr. Lunardhi Susanto, M. Kes., SpAnd

 

Sumber Referensi:

  1. Cleveland Clinic. (2025). Male infertility. Diakses 2025.

  2. Mayo Clinic. (2025). Fertility: Ovulation, conception, and getting pregnant. Diakses 2025.

  3. WebMD. (2025). Male fertility myths. Diakses 2025.

  4. World Health Organization (WHO). (2025). Infertility. Diakses 2025.

 

Apa IVF Solusi Pria dengan Kualitas Sperma Rendah?

Banyak pasangan merasa cemas saat mengetahui bahwa kualitas sperma sang suami kurang optimal. Mulai dari jumlah yang rendah, pergerakan lambat, hingga bentuk sperma yang tidak normal—semuanya bisa memengaruhi peluang kehamilan secara alami.

Namun, di tengah kekhawatiran ini, teknologi reproduksi modern seperti In Vitro Fertilization (IVF) hadir membawa harapan baru. Apakah IVF memang solusi efektif bagi pria dengan kualitas sperma yang rendah?

Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam bagaimana IVF bekerja dan seberapa besar peluang keberhasilannya dalam kasus seperti ini.

 

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sperma

 

1. Faktor Gaya Hidup

 

Merokok

Kebiasaan merokok dapat menurunkan jumlah dan motilitas sperma. Zat berbahaya dalam rokok, seperti kadmium dan timbal, dapat merusak testis dan meningkatkan kerusakan DNA pada sperma.
Konsumsi alkohol berlebihan

Alkohol dapat mengganggu kadar testosteron, mengurangi jumlah sperma, dan menyebabkan masalah ereksi. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat menurunkan motilitas sperma dan mempengaruhi morfologi sperma.

 

Pola Makan Tidak Sehat

Diet tinggi lemak jenuh, makanan olahan, dan gula dapat menurunkan kualitas sperma. Sebaliknya, konsumsi makanan kaya antioksidan, seperti buah dan sayur, serta asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kualitas sperma.

 

Kurangnya Aktivitas Fisik

Kurangnya olahraga dapat menyebabkan obesitas, yang berhubungan dengan penurunan kualitas sperma. Olahraga teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah ke organ reproduksi dan mendukung produksi sperma yang sehat.

 

Stres Kronis

Stres berkepanjangan dapat mengganggu keseimbangan hormonal yang mengatur produksi sperma. Peningkatan kadar kortisol akibat stres dapat menurunkan produksi testosteron dan mempengaruhi kualitas sperma.

 

2. Faktor Medis

 

Varikokel (pembesaran pembuluh darah di skrotum)

Varikokel dapat meningkatkan suhu testis, yang mengganggu produksi sperma dan menurunkan kualitasnya. Kondisi ini sering ditemukan pada pria dengan infertilitas dan dapat mempengaruhi jumlah serta motilitas sperma.

 

Infeksi Saluran Reproduksi

Infeksi menular seksual atau infeksi lainnya pada saluran reproduksi dapat menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi, seperti epididimis dan uretra, yang mempengaruhi produksi dan kualitas sperma.

 

Ketidakseimbangan Hormon

Gangguan pada hormon reproduksi, seperti penurunan kadar testosteron atau peningkatan kadar estrogen, dapat menghambat proses spermatogenesis dan menurunkan kualitas sperma.

 

Gangguan Genetik

Kelainan kromosom atau mutasi genetik tertentu dapat mempengaruhi produksi dan
fungsi sperma, sehingga menurunkan kualitas dan kuantitasnya.​

 

Masalah Struktural pada Testis

Kelainan anatomi atau cedera pada testis dapat mengganggu produksi sperma dan mempengaruhi kualitasnya.

 

3. Faktor Lingkungan

 

Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Bahan kimia pengganggu hormon (endocrine-disrupting chemicals/EDC), seperti bisphenol A (BPA) dan phthalate, dapat mengganggu produksi hormon dan berdampak negatif pada sistem reproduksi. Paparan EDC dapat menurunkan kualitas sperma dan meningkatkan risiko infertilitas.

 

Suhu Tinggi yang Berkepanjangan pada Area Testis

Paparan suhu tinggi yang berkepanjangan pada area testis dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kualitasnya. Misalnya, penggunaan pakaian ketat atau sering mandi air panas dapat meningkatkan suhu skrotum dan mempengaruhi spermatogenesis.

 

Radiasi atau Polusi Udara

Paparan radiasi, seperti sinar-X, dan polusi udara dapat merusak sel-sel reproduksi dan mengganggu proses pembentukan sperma. Polusi udara juga telah dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma dan peningkatan risiko infertilitas pada pria.

 

Kapan IVF Menjadi Solusi untuk Sperma Berkualitas Rendah?

IVF sering menjadi solusi bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan, termasuk kualitas sperma yang rendah. Berikut adalah kondisi-kondisi spesifik di mana IVF dapat menjadi pilihan

 

1. Oligospermia

Kondisi di mana jumlah sperma dalam ejakulasi lebih rendah dari normal. IVF dapat membantu dengan menggabungkan sperma dan sel telur di laboratorium untuk meningkatkan peluang pembuahan.

 

2. Asthenozoospermia

Kondisi di mana sperma memiliki motilitas (pergerakan) yang rendah, sehingga sulit mencapai dan membuahi sel telur. Melalui IVF, sperma yang kurang motil dapat dipilih dan ditempatkan langsung ke dalam sel telur menggunakan teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection).

 

3. Teratospermia

Kondisi di mana sebagian besar sperma memiliki bentuk atau morfologi yang abnormal, yang dapat menghambat kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. IVF dengan ICSI memungkinkan pemilihan sperma dengan morfologi terbaik untuk meningkatkan peluang pembuahan.

 

4. Gabungan Faktor Pria dan Wanita

Ketika kedua pasangan memiliki masalah kesuburan, seperti kualitas sperma yang rendah pada pria dan masalah ovulasi pada wanita, IVF dapat menjadi solusi efektif. Prosedur ini memungkinkan penanganan simultan terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi kesuburan pasangan.

 

Metode IVF untuk Sperma Berkualitas Rendah

 

1. IVF Konvensional

Pada metode ini, sel telur dan sejumlah besar sperma ditempatkan bersama dalam cawan petri untuk memungkinkan pembuahan alami. Namun, jika kualitas atau jumlah sperma sangat rendah, metode ini mungkin kurang efektif.​

 

2. ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)

Metode ini melibatkan penyuntikan satu sperma langsung ke dalam sel telur untuk memfasilitasi pembuahan. ICSI sering digunakan ketika terdapat masalah kualitas sperma, seperti jumlah sperma rendah atau motilitas sperma yang buruk.

 

3. TESE/MESA (Pengambilan Sperma Langsung dari Testis)

Jika sperma tidak ditemukan dalam ejakulasi karena obstruksi atau produksi sperma yang sangat rendah, sperma dapat diambil langsung dari testis melalui prosedur bedah seperti TESE (Testicular Sperm Extraction) atau MESA (Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration). Sperma yang diperoleh kemudian dapat digunakan dalam prosedur ICSI.

 

Manfaat IVF untuk Pria dengan Kualitas Sperma Rendah

 

1. Meningkatkan Peluang Kehamilan

Dengan menggabungkan sel telur dan sperma di laboratorium, IVF dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan, terutama ketika kualitas sperma rendah menghambat pembuahan alami.

 

2. Seleksi Sperma Terbaik

Melalui teknik seperti ICSI, embriolog dapat memilih sperma dengan kualitas terbaik untuk disuntikkan ke dalam sel telur, meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan.

 

3. Mengatasi Masalah Fisik

Bagi pria dengan hambatan fisik yang mencegah ejakulasi normal atau obstruksi saluran reproduksi, metode seperti TESE/MESA memungkinkan pengambilan sperma langsung dari testis untuk digunakan dalam IVF.

 

4. Solusi untuk Infertilitas yang Tidak Terjelaskan

Ketika penyebab infertilitas tidak dapat diidentifikasi, IVF dapat menjadi alternatif untuk mencapai kehamilan dengan memfasilitasi pembuahan di luar tubuh.

 

Risiko dan Tantangan IVF pada Kasus Sperma Rendah

 

1. Biaya yang Lebih Tinggi

Prosedur IVF memerlukan biaya yang signifikan, terutama jika diperlukan teknik tambahan seperti ICSI atau pengambilan sperma langsung dari testis. Biaya ini dapat menjadi beban finansial bagi beberapa pasangan.

 

2. Stres Psikologis

Proses IVF dapat menimbulkan tekanan emosional, termasuk kecemasan, harapan yang tinggi, dan kemungkinan kekecewaan jika hasilnya tidak sesuai harapan. Dukungan emosional dan komunikasi yang baik dengan pasangan sangat penting selama proses ini.

 

3. Risiko Komplikasi

Meskipun jarang, prosedur IVF dapat menimbulkan komplikasi seperti sindrom hiperstimulasi ovarium pada wanita atau infeksi akibat prosedur pengambilan sperma pada pria. Penting untuk memahami risiko ini dan mendiskusikannya dengan dokter Anda.

 

Tips Meningkatkan Peluang Sukses IVF

 

1. Perbaiki Gaya Hidup

 

Konsumsi makanan tinggi antioksidan

Makanan yang kaya akan antioksidan, seperti buah dan sayuran, dapat membantu meningkatkan kualitas sperma dengan melawan radikal bebas.

 

Hindari rokok, alkohol, dan kafein berlebihan

Kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas sperma. Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol serta kafein dapat meningkatkan peluang keberhasilan IVF.

 

Lakukan olahraga teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah

Tahukah Anda, olahraga secara konsisten dapat meningkatkan kadar testosteron dan kualitas sperma. Namun, hindari olahraga berlebihan yang dapat berdampak sebaliknya.

 

Kelola stres dengan relaksasi dan terapi psikologis

Perlu diingat, stres memiliki peran penting pada hormon yang berperan dalam produksi sperma. Anda bisa melakukan relaksasi dengan melakukan yoga atau meditasi untuk mengatasi dn mengelola stres.

 

2. Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Sebelum memulai IVF, konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi kesehatan lengkap. Identifikasi dan tangani masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan IVF.​

 

3. Ikuti Saran Dokter Spesialis Fertilitas

Patuhi rekomendasi dokter mengenai perawatan dan persiapan sebelum, selama, dan setelah prosedur IVF untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

 

4. Manfaatkan Teknologi IVF Modern

Teknologi terbaru dalam IVF, seperti ICSI, dapat membantu mengatasi masalah kualitas sperma rendah. Diskusikan opsi ini dengan dokter Anda.

 

5. Tetap Komunikasi Terbuka dengan Pasangan

Hal ini dikarenakan dukungan emosional dan komunikasi yang baik dengan pasangan dapat membantu mengatasi stres dan memperkuat hubungan selama proses IVF.

 

Mengapa Memilih ASHA IVF Surabaya?

Memilih ASHA IVF Surabaya sebagai pusat perawatan fertilitas Anda menawarkan berbagai keunggulan yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan. Berikut adalah beberapa keunggulan yang ditawarkan:​

 

Keunggulan ASHA IVF:

 

Analisis sperma lengkap dengan teknologi mutakhir

ASHA IVF Surabaya menggunakan teknologi modern dan standar internasional untuk meningkatkan peluang keberhasilan program.

 

Prosedur ICSI dan IVF dengan tingkat keberhasilan tinggi

ASHA IVF Surabaya memberikan layanan teknologi Intra Cytoplasmic Morphologically selected Sperm Injection (IMSI) yang bisa membantu Anda dalam memilih sperma dengan morfologi terbaik, demi mendapatkan hasil embrio yang optimal.

 

Tim dokter dan embriologis profesional

Klinik ini memiliki dukungan dari para dokter spesialis yang sudah berpengalaman serta kompeten khusus di bidang fertilitas yang senantiasa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dengan mengikuti pelatihan baik di taraf nasional maupun internasional.

 

Pendekatan personal sesuai kebutuhan pasangan

Pasangan yang sudah memutuskan untuk menjalankan promil di klinik ini didampingi
seorang perawat yang bersama pasien dari awal program sampai selesai. Perawat akan
membantu menjadwalkan kontrol, membantu mengatur waktu minum obat, serta
menjawab keluhan yang muncul selama promil.

 

Jika Anda mempertimbangkan program fertilitas, ASHA IVF Surabaya menawarkan layanan berkualitas dengan teknologi mutakhir dan tim profesional. Klinik ini berlokasi di Gedung PMC Lantai 5, Rumah Sakit PHC Surabaya, Jalan Prapat Kurung Selatan No.1, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur 60165.

 

Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, Anda dapat menghubungi mereka melalui WhatsApp di nomor +62-81135-07103 atau melalui telepon di +62 811 3507 101.

 

Selain itu, Anda juga dapat mengirim email ke support@ashaivfindonesia.com atau memanfaatkan layanan live chat melalui situs resmi mereka. Semoga informasi ini membantu Anda dalam mengambil langkah selanjutnya menuju impian memiliki buah hati.

 

Sumber Referensi:

  1. ​Mayo Clinic. (n.d.). Male infertility. Diakses pada 24 Maret 2025.​
  2. ​American Society for Reproductive Medicine. (2018). Intracytoplasmic sperm injection (ICSI) for treatment of male infertility. Diakses pada 24 Maret 2025.​
  3. ​NHS. (2018). Treatments for fertility problems.​ Diakses pada 24 Maret 2025.​
  4. ​Cleveland Clinic. (2020). Male Infertility.Diakses pada 24 Maret 2025.​
  5. ​Urology Care Foundation. (n.d.). Male Infertility.​ Diakses pada 24 Maret 2025.

 

 

pendaftaran konsultas

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih Waktu Reservasi*
No Telp*
Nama Lengkap*
Jenis Kelamin*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*