Mengenal Dokter Andrologi, Spesialis Masalah Reproduksi Pria

Sobat ASHA, di Indonesia banyak orang yang sudah familiar dengan ginekolog sebagai dokter spesialis kesehatan reproduksi wanita. Sayangnya, ketika berbicara tentang kesehatan reproduksi pria, kesadaran masyarakat masih tergolong rendah. Padahal, masalah seperti penurunan kualitas sperma, disfungsi ereksi atau gangguan hormon juga cukup sering dialami pria di tanah air.

 

Dokter andrologi adalah dokter spesialis yang berfokus pada penanganan masalah kesehatan reproduksi dan fungsi seksual pria, mencakup gangguan kesuburan hingga masalah terkait hormon. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu andrologi, peran dokter andrologi, masalah yang ditangani, hingga kapan sebaiknya pria melakukan pemeriksaan.

 

 

Mengenal Andrologi

Andrologi adalah cabang kedokteran yang secara khusus mempelajari serta menangani berbagai masalah reproduksi dan fungsi seksual pria, mulai dari gangguan kesuburan hingga masalah hormon, melalui pendekatan medis yang komprehensif dan terfokus.

 

Apa itu Andrologi?

Andrologi adalah cabang ilmu kedokteran yang fokus pada studi, diagnosis, dan pengobatan masalah kesehatan reproduksi dan seksual pria. Bidang ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas sperma, fungsi ereksi, kadar hormon, hingga kelainan organ reproduksi pria.

 

Peran Dokter Andrologi

Seorang dokter andrologi adalah mendiagnosis, memberikan terapi, dan memantau kesehatan reproduksi pria. Mereka juga berperan penting dalam program kehamilan, baik dengan membantu mengatasi masalah kesuburan pria maupun memberikan solusi medis yang mendukung keberhasilan pembuahan, termasuk melalui teknologi reproduksi berbantu seperti IVF.

 

Masalah yang Ditangani Dokter Andrologi

Sobat ASHA, pria juga bisa mengalami berbagai gangguan yang mempengaruhi kesehatan reproduksi dan fungsi seksualnya. Masalah-masalah ini tidak hanya berdampak pada kesuburan, tetapi juga pada kepercayaan diri, hubungan dengan pasangan dan kualitas hidup secara keseluruhan.

 

Dokter andrologi adalah tenaga medis spesialis yang berperan penting dalam menemukan penyebab masalah, memberikan penanganan yang sesuai, serta memulihkan kesehatan reproduksi pria dengan pendekatan medis yang komprehensif.

 

1. Gangguan Kesuburan Pria

Kesuburan pria dipengaruhi oleh jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Dokter andrologi berperan dalam menemukan penyebab gangguan kesuburan, seperti varikokel, masalah pada produksi sperma, maupun infeksi pada saluran reproduksi.

 

 

2. Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi

Disfungsi ereksi (ED) dan ejakulasi dini atau terlambat dapat disebabkan oleh faktor fisik, psikologis, atau gabungan keduanya. Dokter andrologi akan menelusuri penyebab masalah dan memberikan penanganan yang tepat, baik dengan terapi medis, konseling, maupun gabungan dari keduanya.

 

3. Gangguan Hormon Testosteron

Kadar testosteron yang rendah dapat mempengaruhi libido, massa otot, energi, dan suasana hati.Dokter andrologi dapat memeriksa kadar hormon dan memberikan terapi penggantian hormon apabila dianggap perlu.

 

4. Infeksi dan Peradangan

Infeksi seperti epididimitis, prostatitis, dan uretritis dapat mengganggu fungsi reproduksi pria. Penanganan segera sangat diperlukan guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

 

Prosedur Pemeriksaan Umum di Dokter Andrologi

Untuk menangani masalah reproduksi pria secara tepat, dokter andrologi akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang terarah. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh, menemukan penyebab keluhan, dan menentukan langkah pengobatan yang paling sesuai.

 

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik

Langkah pertama yang dilakukan dokter andrologi adalah anamnesis, yaitu tanya jawab terperinci seputar riwayat kesehatan pasien, termasuk keluhan yang dialami, lama keluhan berlangsung dan riwayat penyakit sebelumnya. Anamnesis ini juga mencakup riwayat hubungan seksual dan riwayat kesuburan dengan pasangan.

 

 

Analisis Sperma (Sperm Test)

Analisis sperma atau spermogram merupakan pemeriksaan di laboratorium untuk mengevaluasi jumlah dan mutu sperma. Pemeriksaan ini mencakup pengukuran volume ejakulasi, jumlah sperma per mililiter, persentase sperma dengan bentuk normal (morfologi) dan kemampuan geraknya (motilitas). 

 

Pemeriksaan Hormon

Gangguan hormon dapat mempengaruhi produksi sperma dan fungsi seksual pria. Oleh karena itu, dokter akan memeriksa kadar testosteron untuk menilai fungsi hormon utama pada pria, FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) untuk menilai fungsi testis dan hipofisis, serta prolaktin jika ada indikasi gangguan hormonal yang mempengaruhi libido atau ereksi. 

 

Tes Tambahan Jika Diperlukan

Jika dari pemeriksaan awal ditemukan kelainan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut, dokter dapat melakukan tes tambahan seperti USG skrotum untuk melihat struktur testis dan saluran sperma, Doppler ultrasound untuk memeriksa aliran darah pada testis, atau pemeriksaan genetik jika dicurigai kelainan kromosom atau kelainan bawaan yang mempengaruhi kesuburan. 

 

Perbedaan Dokter Andrologi dan Urologi

Meskipun keduanya sama-sama menangani kesehatan pria, dokter urologi fokus pada sistem kemih dan organ reproduksi pria secara umum, termasuk masalah ginjal dan kandung kemih. Sedangkan dokter andrologi secara khusus berfokus pada penanganan masalah kesuburan serta fungsi seksual pria.

 

 

Kapan Harus ke Dokter Andrologi?

Pria disarankan ke dokter andrologi jika mengalami kesulitan memiliki anak setelah satu tahun menikah, disfungsi ereksi, gejala gangguan hormon seperti penurunan libido atau kelelahan, serta ingin memeriksakan sperma atau kesuburan secara menyeluruh.

 

 

Tim Dokter Andrologi Terbaik di Asha IVF Surabaya

Menangani masalah kesuburan pria membutuhkan penanganan yang tepat dari dokter berpengalaman di bidang andrologi. Di Asha IVF Surabaya, Anda akan ditangani oleh tim dokter andrologi terbaik yang tidak hanya berfokus pada diagnosis, tetapi juga memberikan solusi menyeluruh untuk meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan.

 

Dengan keahlian dan dedikasi tinggi, setiap dokter siap mendampingi Anda dan pasangan dalam setiap tahap perjalanan menuju buah hati. Berikut ini daftar rekomendasi Dokter Andrologi terbaik di ASHA IVF:

 

  1. dr. Cecilia Lisayani, SpAnd – Spesialis Andrologi
  2. Dr. dr. M. P. B. Dyan Pramesti, SpAnd (K) – Spesialis Andrologi
  3. dr. Lunardhi Susanto, M. Kes., SpAnd – Spesialis Andrologi

 

Konsultasikan Masalah Reproduksi Anda di Klinik Asha IVF

Di Asha IVF, pemeriksaan andrologi dilakukan oleh tim profesional dengan dukungan teknologi medis terkini. Mulai dari pemeriksaan sperma, evaluasi hormon, hingga program fertilitas terpadu tersedia untuk membantu mengatasi masalah kesuburan pria. Melalui penanganan yang sesuai, Anda dan pasangan dapat mewujudkan harapan untuk memiliki buah hati.

 

Konsultasikan masalah reproduksi Anda bersama tim dokter andrologi terbaik di Asha IVF Surabaya. Jangan tunda langkah penting ini karena semakin cepat ditangani, semakin besar peluang keberhasilan program kehamilan Anda.

 

FAQ Seputar Dokter Andrologi

Apakah semua rumah sakit memiliki dokter andrologi?

Tidak. Dokter andrologi adalah spesialis yang jumlahnya masih terbatas di Indonesia, sehingga tidak semua rumah sakit memiliki pelayanan  andrologi. Umumnya, dokter andrologi hanya tersedia di rumah sakit besar dengan pusat layanan kesehatan yang memiliki departemen khusus untuk kesehatan reproduksi pria.

 

Apakah konsultasi ke dokter andrologi harus dengan rujukan?

Tidak selalu. Pasien bisa datang langsung ke klinik atau rumah sakit yang memiliki layanan andrologi.

 

Apakah pemeriksaan sperma bisa dilakukan tanpa pasangan?

Bisa. Pemeriksaan sperma tidak mensyaratkan kehadiran pasangan, karena prosedur ini fokus pada pengambilan dan analisis sampel sperma dari pria yang diperiksa. 

 

Berapa biaya konsultasi ke dokter andrologi?

Biaya konsultasi ke dokter andrologi bervariasi tergantung pada fasilitas kesehatan, lokasi, dan pengalaman dokter yang menangani. Di beberapa rumah sakit umum atau klinik kesehatan reproduksi, tarif konsultasi awal biasanya berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu.

 

Apakah pria muda boleh ke androlog untuk cek kesuburan?

Boleh. Pemeriksaan kesuburan dapat dilakukan kapan saja jika ada indikasi atau kekhawatiran.

 

Ditinjau Oleh:

Dr. dr. M. P. B. Dyan Pramesti, SpAnd (K)

 

Sumber Referensi:

  1. WebMD. (n.d.). Men’s Health: Andrology overview. Diakses 2025.

  2. Cleveland Clinic. (n.d.). Andrologist. Diakses 2025.

  3. Mayo Clinic. (2022). Male infertility: Symptoms & causes. Diakses 2025.

8 Makanan Penyubur Sperma yang Bisa Bantu Program Kehamilan

Mom & Dads, ketika menjalani program kehamilan, perhatian penuh sering kali diberikan pada kondisi tubuh perempuan saja. Seolah-olah, hanya kondisi wanita yang memberikan andil dalam keberhasilan program. 

 

Padahal, Mom & Dads perlu memperhatikan juga kualitas sperma pada laki-laki.  Itulah kenapa, mengenal makanan penyubur sperma dan mengkonsumsinya secara rutin adalah langkah awal yang tepat bila ingin program kehamilan yang dijalani berhasil.  

 

 

Artikel ini akan membahas berbagai jenis makanan yang terbukti secara medis dapat mendukung kualitas sperma, baik dari segi jumlah, pergerakan, maupun bentuknya. 

 

Peran Nutrisi untuk Kesuburan Pria

Nutrisi yang baik tidak hanya menjaga kesehatan secara umum, tetapi juga berperan langsung dalam pembentukan dan pematangan sperma. Proses spermatogenesis tetap memerlukan sejumlah vitamin, mineral, dan antioksidan agar dapat berjalan optimal. 

 

Kurangnya nutrisi seperti vitamin C, vitamin D, zinc, dan asam folat dapat menurunkan motilitas dan morfologi sperma. Dengan kata lain, memperbaiki pola makan dengan makanan penyubur sperma dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesuburan pria.

 

Jenis Kandungan dan Makanan Penyubur Sperma

Untuk mendukung kesuburan pria, penting bagi Mom & Dads untuk memahami jenis-jenis zat gizi yang berperan dalam pembentukan sperma. Makanan yang mengandung gizi tersebut bisa dengan mudah ditemukan di sekitar kita.

 

Di bawah kita akan mengulas secara detail berbagai makanan penyubur sperma yang dikenal mudah dan murah didapat.

 

 

1. Makanan Kaya Vitamin

Studi telah menunjukkan bahwa pria dengan asupan vitamin yang cukup memiliki jumlah sperma lebih banyak serta motilitas yang lebih baik dibandingkan pria dengan defisiensi vitamin. Cobalah konsumsi makanan berikut ini untuk meningkatkan kesuburan:

 

Stroberi

Stroberi adalah buah yang kaya vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sperma dari stres oksidatif. Buah ini juga mendukung peningkatan volume air mani dan membantu menjaga integritas DNA sperma. 


Tauge

Tauge dikenal sebagai sumber vitamin E yang sangat baik dan telah lama dipercaya sebagai makanan penyubur bagi pria. Selain itu, tauge juga mengandung asam folat dan zinc dalam kadar yang cukup untuk mendukung fungsi hormon reproduksi.


Jamur

Vitamin D dalam jamur dapat membantu mengatur hormon testosteron yang berkaitan langsung dengan kesuburan pria, sementara vitamin B12 mendukung pembentukan sperma yang normal dan berkualitas baik. 


Ikan Berlemak

Ikan berlemak seperti salmon dan tuna kaya akan llemak omega-3 yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sperma. Kandungan anti-inflamasi dalam ikan berlemak juga mendukung kesehatan sistem reproduksi secara umum.

 

Kuning Telur

Kuning telur merupakan sumber vitamin B12, vitamin E, dan kolin yang sangat baik untuk kesehatan reproduksi pria. Bagi pria yang tidak memiliki gangguan kolesterol, satu butir telur per hari umumnya aman dan justru memberikan manfaat positif bagi kesuburan.

 

Produk Susu

Vitamin D dalam produk susu telah terbukti dapat meningkatkan kadar testosteron dan membantu spermatogenesis. Sementara itu, probiotik dalam yogurt membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang turut berperan dalam metabolisme hormon.

 

2. Makanan Kaya Mineral

Makanan yang kaya zinc dan selenium sangat mudah ditemukan dalam bahan pangan hewani maupun nabati. Mengonsumsi makanan yang mengandung kedua mineral ini secara rutin akan membantu menjaga keseimbangan hormonal dan meningkatkan peluang keberhasilan program hamil.

 

Cobalah beberapa opsi makanan kaya mineral berikut untuk meningkatkan keberhasilan pembuahan:

 

Daging Merah

Daging merah seperti daging sapi dan kambing adalah sumber zinc yang sangat baik bagi pria. Zinc sendiri merupakan mineral yang esensial dalam proses pembentukan sperma serta berperan dalam menjaga stabilitas hormon testosteron.

 

Biji-Bijian

Biji-bijian seperti biji labu, biji bunga matahari, dan biji chia mengandung kombinasi zinc, selenium, dan asam lemak esensial yang mendukung kesuburan pria. Mom & Dads dapat dengan mudah menambahkan biji-bijian ke dalam menu harian, misalnya sebagai topping pada salad, smoothie bowl, atau dicampur ke dalam oatmeal.

 

Tiram

Satu porsi tiram mengandung sejumlah zinc yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian pria. Zinc pada tiram telah terbukti meningkatkan jumlah dan pergerakan sperma secara signifikan serta memperbaiki kualitas air mani.

 

3. Makanan Kaya Antioksidan

Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif yang merusak DNA sperma, menurunkan motilitas, dan mempengaruhi kualitas keseluruhan sperma. Oleh karena itu, asupan makanan kaya antioksidan sangat penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi pria..

 

Tomat

Studi menunjukkan bahwa konsumsi likopen pada tomat secara rutin dapat memperbaiki morfologi sperma serta meningkatkan pergerakannya. Selain itu, tomat juga mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai pelindung tambahan terhadap kerusakan oksidatif.

 

Alpukat

Alpukat adalah sumber lemak sehat yang juga mengandung vitamin E dan glutathione, dua senyawa antioksidan penting untuk melindungi sperma. Lemak tak jenuh di dalamnya juga membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi sehingga sperma tetap berkualitas.

 

Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan seperti almond dan kenari mengandung kombinasi antioksidan dan vitamin E yang sangat baik untuk kesuburan pria. Konsumsi rutin jenis kacang ini terbukti dapat meningkatkan volume ejakulasi. 


Buah Delima

Buah delima mengandung polifenol  yang tinggi dan terbukti mampu melindungi sperma dari stres oksidatif. Cobalah konsumsi jus delima secara rutin untuk meningkatkan jumlah sperma secara signifikan..

 

4. Makanan Kaya Asam Folat

Asam folat tidak hanya penting bagi wanita selama masa kehamilan, tetapi juga berperan besar dalam proses pembentukan sperma. Nutrisi ini membantu dalam proses pembelahan sel dan produksi DNA. Berbagai contoh makanan kaya asam folat berikut sangat mudah didapat dengan harga murah:

 

Bayam

Bayam merupakan salah satu sumber asam folat terbaik yang mudah ditemukan dan diolah. Kandungan asam folat dalam bayam membantu memperbaiki kualitas sperma, khususnya dalam hal jumlah dan struktur genetiknya.

 

Brokoli

Brokoli adalah tanaman yang kaya akan asam folat dan serat, menjadikannya sebagai salah satu sayuran terbaik untuk mendukung kesuburan pria. Asam folat dalam brokoli membantu memperkuat struktur DNA sperma sehingga pembuahan mudah terjadi.

 

Kangkung

Meskipun sering dianggap sebagai sayuran sederhana, kangkung memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Mengkonsumsinya secara rutin membantu menjaga kualitas sperma dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

 

Gandum Utuh

Gandum utuh seperti oatmeal, roti gandum, dan beras merah merupakan sumber asam folat nabati yang baik untuk pria. Selain asam folat, gandum utuh juga mengandung vitamin B kompleks dan magnesium yang mendukung fungsi hormon reproduksi. 

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Selain Asupan Makanan

Mom & Dads, memperbaiki pola makan dengan makanan penyubur sperma memang merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sperma. Namun, hasilnya tidak akan optimal jika tidak disertai dengan perbaikan gaya hidup secara menyeluruh. Pastikan untuk memperhatikan hal-hal berikut ini selama program kehamilan. 

 

Hindari Rokok dan Alkohol

Kandungan zat kimia dalam rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dapat merusak DNA sperma dan menurunkan kualitas air mani. Sementara itu, alkohol dalam jumlah berlebihan dapat mengganggu metabolisme hormon yang dibutuhkan dalam proses produksi sperma.

 

Oleh karena itu, menghindari konsumsi rokok dan alkohol merupakan langkah krusial bagi pria yang sedang menjalani program kehamilan bersama pasangannya.

 

Jaga Berat Badan Ideal

Kelebihan lemak tubuh di area perut dapat meningkatkan produksi hormon estrogen dan menurunkan kadar testosteron. Hal ini berdampak langsung pada penurunan produksi dan kualitas sperma.

 

Sebaliknya, kekurangan berat badan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan nutrisi atau hormon. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur akan membantu tubuh memproduksi sperma dalam kondisi optimal. 

 

 

Kelola Stres

Stres kronis dapat mengganggu sistem endokrin yang mengatur hormon kesuburan, Selain itu, stres juga dapat berdampak pada gaya hidup, seperti gangguan tidur, nafsu makan berkurang, atau konsumsi rokok dan alkohol yang meningkat.

 

Oleh karena itu, penting bagi Mom & Dads untuk mengenali dan mengelola sumber stres dalam kehidupan sehari-hari. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau melakukan hobi yang menyenangkan bisa membantu menurunkan tingkat stres. 

 

Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kadar hormon testosteron dan memperbaiki kualitas sperma. Olahraga juga meningkatkan sirkulasi darah ke organ reproduksi, menjaga berat badan ideal, serta menurunkan kadar stres. Pria yang aktif secara fisik cenderung memiliki motilitas sperma yang lebih baik dibandingkan pria yang gaya hidupnya pasif.

 

 

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kualitas Sperma

Mom & Dads, selain makanan dan kebiasaan hidup sehat, ada sejumlah faktor eksternal maupun biologis yang juga dapat mempengaruhi kualitas sperma pria. Di bagian ini kita akan membahas satu per satu faktor yang kerap tidak disadari namun memiliki dampak signifikan terhadap kualitas sperma.

 

1. Gaya Hidup Tidak Sehat

Pola hidup yang tidak teratur seperti sering begadang dan kurang istirahat dapat menurunkan kualitas sperma secara perlahan. Kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap gangguan hormonal yang berkaitan dengan produksi sperma. 

 

2. Usia

Meskipun pria tetap dapat memproduksi sperma hingga usia lanjut, kualitas sperma cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Setelah usia 40 tahun, terjadi penurunan konsentrasi serta peningkatan risiko kelainan genetik pada sperma. 

 

3. Paparan Polusi dan Bahan Kimia

Paparan polusi udara, logam berat, pestisida dan bahan kimia industri dapat menurunkan kualitas sperma secara signifikan. Bahan-bahan ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara atau kontak langsung, lalu mempengaruhi sistem hormon dan merusak struktur genetik sperma. 

 

4. Riwayat Penyakit atau Infeksi

Penyakit seperti diabetes dan gangguan tiroid bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma. Begitu pula dengan infeksi saluran reproduksi atau penyakit menular seksual (PMS) yang dapat merusak saluran sperma dan menyebabkan peradangan. 

 

5. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa jenis obat terutama yang digunakan untuk mengobati kanker dan gangguan hormon dapat memiliki efek samping terhadap kesuburan. Obat-obatan seperti steroid anabolik juga diketahui dapat menekan produksi sperma secara drastis. 

 

 

6. Kualitas Tidur dan Tingkat Stres

Tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hormon reproduksi. Dalam jangka panjang, gangguan tidur juga dapat menyebabkan kelelahan kronis dan penurunan gairah seksual.

 

Kesimpulan

Mom & Dads, menjaga kesuburan pria bukanlah hal yang bisa disepelekan, terutama jika sedang merencanakan kehadiran buah hati. Mengonsumsi makanan penyubur sperma seperti stroberi, ikan berlemak, bayam, dan biji-bijian hanyalah salah satu langkah penting dalam proses ini.

 

Namun, agar hasilnya maksimal, pola makan sehat perlu dibarengi dengan gaya hidup yang baik, tidur cukup, kelola stres, serta hindari rokok dan alkohol. Jika sudah melakukan berbagai upaya namun belum mendapatkan hasil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim medis yang berpengalaman.

 

Di ASHA IVF, kami menyediakan layanan pemeriksaan kesuburan pria secara menyeluruh, termasuk analisis sperma, evaluasi hormon, serta dukungan teknologi canggih seperti Time-Lapse Embryo Monitoring dan Frozen Embryo Transfer (FET).

 

Dengan pendekatan personal, nyaman, dan profesional, kami siap mendampingi setiap langkah perjalanan program hamil kamu dan pasangan. Jadwalkan konsultasi dengan tim ahli ASHA IVF sekarang juga!

 

Ditinjau Oleh:

dr. Lunardhi Susanto, M. Kes., SpAnd

 

Sumber Referensi:

  1. Fertility and Sterility. (2008). Relationship between semen quality and fertility: a population-based study. Diakses 2025.

  2. Harvard Health Publishing. (2025). Foods that boost male fertility. Diakses 2025.

  3. Mayo Clinic. (2025). Male infertility and fertility: What affects sperm health? Diakses 2025.

  4. WebMD. (2025). How to boost sperm count. Diakses 2025.

 

Frekuensi Ejakulasi Mempengaruhi Kualitas Sperma? Ini Kata Dokter!

Sobat ASHA, mungkin kamu pernah mendengar bahwa frekuensi ejakulasi yang terlalu sering bisa merusak kualitas sperma. Disisi lain, ada juga yang percaya bahwa jarang ejakulasi akan membuat sperma lebih “kuat”. Lantas, mana yang benar secara medis?

 

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang hubungan antara frekuensi ejakulasi dan kualitas sperma berdasarkan penjelasan dokter serta hasil penelitian medis terbaru. Yuk, simak faktanya sebelum percaya mitos!

 

Ejakulasi dan Kaitannya dengan Kesuburan Pria

Ejakulasi merupakan proses alami yang terjadi ketika sperma dikeluarkan melalui penis saat orgasme. Bagi pria, ejakulasi menjadi indikator fungsi seksual sekaligus berperan penting dalam proses reproduksi.

 

Kualitas ejakulasi, termasuk volume, konsentrasi, dan motilitas sperma, sangat menentukan kemungkinan terjadinya pembuahan. Karena itu, penting bagi Sobat ASHA memahami apakah frekuensi ejakulasi bisa berdampak positif atau justru merugikan.

 

 

Benarkah Frekuensi Ejakulasi Menurunkan Kualitas Sperma?

Faktanya, ejakulasi yang terlalu sering tidak serta-merta menurunkan kualitas sperma secara permanen. Namun, jika dilakukan dalam rentang waktu yang sangat dekat, misalnya beberapa kali dalam sehari, jumlah sperma yang dikeluarkan bisa menurun karena belum sempat terisi kembali.

 

Sebaliknya, ejakulasi dalam frekuensi yang wajar (2 – 4 hari sekali) justru membantu menjaga kesegaran sperma. Sperma yang tertahan terlalu lama dapat mengalami penurunan motilitas dan morfologi karena berada dalam kondisi yang tidak optimal di saluran reproduksi pria.

 

 

Penjelasan Medis Tentang Proses Produksi Sperma

Tubuh pria memproduksi sperma di testis melalui proses yang disebut spermatogenesis. Proses ini memerlukan waktu sekitar 64 – 72 hari untuk menghasilkan sperma yang matang dan siap untuk dikeluarkan saat ejakulasi.

 

Produksi sperma memang berlangsung terus-menerus, tetapi cadangan sperma yang siap dikeluarkan membutuhkan waktu tertentu untuk mengisi kembali setelah ejakulasi. Oleh karena itu, frekuensi ejakulasi yang terlalu sering bisa membuat volume sperma per ejakulasi lebih rendah, tapi tidak merusak sperma yang diproduksi berikutnya.

 

Hubungan Antara Ejakulasi dan Konsentrasi Sperma

Sobat ASHA, menurut WHO, konsentrasi sperma optimal biasanya didapat jika pria tidak ejakulasi selama 2–7 hari. Ini juga menjadi standar saat pemeriksaan analisis sperma dilakukan. Jika ejakulasi dilakukan terlalu sering dalam waktu singkat, jumlah sperma per mililiter bisa sedikit berkurang.

 

Namun, bukan berarti frekuensi tinggi akan selalu menghasilkan sperma yang buruk. Konsentrasi sperma bisa kembali normal hanya dalam beberapa hari jika tubuh memiliki sistem reproduksi yang sehat.

 

Berapa Lama Tubuh Memproduksi Sperma Kembali?

Tubuh pria membutuhkan sekitar 24–36 jam untuk mengisi kembali sperma yang dikeluarkan, terutama jika frekuensi ejakulasi sedang. Namun, untuk mengembalikan konsentrasi sperma ke level tertinggi, waktu idealnya adalah sekitar 2–3 hari setelah ejakulasi terakhir.

 

Karena itu, jeda yang sehat antara ejakulasi diperlukan agar kualitas sperma tetap optimal, khususnya bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

 

Frekuensi Ejakulasi Normal pada Pria

Tidak ada angka pasti yang menentukan “normal”, karena frekuensi ejakulasi bisa sangat bervariasi tergantung usia, kondisi kesehatan, dan dorongan seksual seseorang. Namun, secara umum, ejakulasi 2–5 kali per minggu dianggap berada dalam rentang sehat oleh sebagian besar ahli urologi.

 

Apakah Jarang Ejakulasi Justru Lebih Baik?

Tidak selalu. Menahan ejakulasi dalam waktu lama dapat menyebabkan sperma menjadi kurang segar dan berpotensi rusak karena terlalu lama disimpan. Sperma yang “terlalu tua” juga memiliki motilitas dan struktur yang tidak optimal.

 

Selain itu, ejakulasi yang terlalu jarang juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik seperti nyeri testis, mimpi basah, atau stres emosional.

 

Risiko Menahan Ejakulasi Terlalu Lama

Menahan ejakulasi terlalu lama dapat memicu stagnasi sperma di saluran reproduksi. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya inflamasi atau infeksi pada epididimis (epididimitis), bahkan bisa menimbulkan rasa nyeri di area panggul atau testis.

 

Secara psikologis, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan kecemasan seksual dan menurunkan kepuasan dalam hubungan intim.

 

Dampak Terhadap Kesehatan Reproduksi

Ketidakseimbangan dalam frekuensi ejakulasi, baik terlalu sering maupun terlalu jarang dapat berdampak pada kualitas sperma dan kenyamanan seksual. Frekuensi yang moderat dan konsisten merupakan kunci dalam menjaga kesehatan reproduksi pria secara keseluruhan.

 

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, konsultasi dengan dokter spesialis di ASHA IVF dapat membantu menyesuaikan frekuensi ejakulasi ideal dengan jadwal ovulasi pasangan.

 

Manfaat Ejakulasi Secara Rutin

Sobat ASHA, ejakulasi tidak hanya berperan dalam proses reproduksi, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika dilakukan secara rutin dalam frekuensi yang seimbang, ejakulasi dapat mendukung fungsi fisiologis tubuh dan memberikan efek positif pada kesehatan reproduksi, mental, hingga kardiovaskular.

 

Berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa ejakulasi secara teratur dapat membantu menjaga kualitas sperma, menurunkan risiko penyakit tertentu, serta meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional. Berikut beberapa manfaat penting dari kebiasaan ini yang perlu kamu ketahui.

 

1. Meningkatkan Kualitas Sperma

Rutin ejakulasi membantu tubuh untuk “menyegarkan” pasokan sperma. Sperma yang terlalu lama tersimpan dalam tubuh cenderung mengalami penurunan kemampuan bergerak dan bentuk.  Dengan ejakulasi rutin, sperma tua dikeluarkan dan digantikan oleh sperma baru yang lebih sehat dan aktif.

 

2. Menurunkan Risiko Kanker Prostat

Salah satu manfaat ejakulasi rutin yang cukup penting adalah menurunkan risiko kanker prostat. Studi yang dipublikasikan dalam European Urology menunjukkan bahwa pria yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibandingkan mereka yang lebih jarang melakukannya.

 

Hipotesis medis menyatakan bahwa ejakulasi secara rutin membantu mengurangi penumpukan zat karsinogenik di dalam kelenjar prostat, serta meningkatkan sirkulasi cairan prostatik. 

 

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Aktivitas seksual yang melibatkan ejakulasi turut berkontribusi terhadap kesehatan jantung. Proses ini meningkatkan detak jantung dan sirkulasi darah, yang serupa dengan olahraga ringan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga elastisitas pembuluh darah.

 

 

4. Tidur Lebih Nyenyak

Setelah ejakulasi, tubuh melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam menciptakan rasa tenang dan rileks. Kombinasi hormon ini menjadikan tubuh lebih siap untuk beristirahat dan mempercepat transisi ke fase tidur nyenyak.

 

Bagi pria yang mengalami kesulitan tidur akibat stres atau kelelahan mental, ejakulasi secara alami dapat menjadi salah satu cara non-medis yang mendukung kualitas tidur. 

 

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kualitas Sperma

Sobat ASHA, selain frekuensi ejakulasi, ada sejumlah faktor lain yang turut mempengaruhi kualitas sperma secara signifikan. Hal-hal seperti pola makan, gaya hidup, kebiasaan buruk, serta kondisi medis tertentu bisa menentukan seberapa sehat sperma yang diproduksi tubuh. Untuk itu, penting bagi setiap pria yang peduli terhadap kesehatan reproduksinya untuk memahami dan mengelola faktor-faktor ini secara optimal.

 

Pola Makan dan Gaya Hidup

Asupan nutrisi yang seimbang sangat berpengaruh terhadap produksi sperma. Makanan tinggi antioksidan seperti sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian, dan ikan berlemak dapat membantu meningkatkan motilitas dan morfologi sperma.

 

Selain itu, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan cukup tidur juga membantu menstabilkan hormon reproduksi dan meningkatkan peluang kehamilan.

 

Pengaruh Rokok dan Alkohol

Rokok mengandung zat beracun seperti nikotin dan karbon monoksida yang bisa merusak DNA sperma dan menurunkan kualitasnya. Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon testosteron dan menurunkan produksi sperma. Menghindari kedua zat ini terbukti secara medis dapat memperbaiki kualitas sperma dalam beberapa bulan setelah berhenti.

 

Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi medis dapat secara langsung mempengaruhi kualitas sperma, seperti gangguan hormonal, varikokel (pelebaran pembuluh darah di skrotum), serta infeksi pada saluran reproduksi. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu atau paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja juga bisa berdampak negatif.

 

Jika Sobat ASHA mengalami masalah seperti ini, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter di ASHA IVF guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

 

Tips Menjaga Kualitas Sperma Secara Alami

Menjaga kualitas sperma tidak selalu memerlukan pengobatan atau suplemen mahal. Langkah-langkah alami yang sederhana dan konsisten justru memiliki dampak besar terhadap kesuburan pria. Salah satunya adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi harian. 

 

Konsumsi makanan bergizi tinggi seperti ikan berlemak, telur, sayuran hijau, dan buah-buahan kaya antioksidan terbukti mampu meningkatkan motilitas dan bentuk sperma. Kombinasi vitamin C, E, zinc, dan selenium yang berasal dari makanan juga berperan dalam melindungi sel sperma dari kerusakan oksidatif.

 

 

Selain itu, gaya hidup sehat harus menjadi bagian dari rutinitas harian. Rutin berolahraga tidak hanya memperbaiki kebugaran fisik, tetapi juga membantu menyeimbangkan hormon testosteron. Hindari stres berlebihan karena stres kronis dapat mengganggu sistem endokrin dan menurunkan kualitas sperma. 

 

Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol adalah langkah krusial dalam menjaga kesehatan sperma. Rokok dan alkohol mengandung zat yang bersifat toksik bagi sel reproduksi dan dapat menyebabkan perubahan genetik pada sperma. 

 

Untuk memastikan tidak ada masalah tersembunyi, Sobat ASHA juga disarankan melakukan pemeriksaan kesuburan secara berkala di klinik fertilitas terpercaya seperti ASHA IVF, agar langkah pencegahan dan perawatan bisa dilakukan secara tepat waktu.

 

Kesimpulan: Menjaga Keseimbangan Frekuensi Ejakulasi untuk Kesehatan Reproduksi

Sobat ASHA, frekuensi ejakulasi memang bisa mempengaruhi kualitas sperma, tetapi bukan berarti kamu harus membatasi atau melakukannya terus menerus. Keseimbangan aktivitas ini  adalah kunci untuk mendapatkan sperma yang sehat. Ejakulasi yang rutin, sehat, dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh justru dapat meningkatkan peluang kehamilan serta menjaga kesehatan secara keseluruhan.

 

Jika kamu dan pasangan sedang menjalani program hamil atau ingin mengevaluasi kesehatan reproduksi, ASHA IVF menyediakan layanan analisis sperma, konsultasi andrologi, hingga teknologi canggih seperti Time-Lapse Embryo Monitoring dan Frozen Embryo Transfer (FET) yang siap mendukung setiap langkahmu menuju kehadiran buah hati.

 

Ditinjau Oleh:

dr. Lunardhi Susanto, M. Kes., SpAnd

 

Sumber Referensi:

  1. Cleveland Clinic. (2025). How often should men ejaculate? Diakses 2025.

  2. Mayo Clinic. (2025). Male infertility and fertility: What affects sperm health? Diakses 2025.

  3. WebMD. (2025). How often should a man ejaculate? Diakses 2025.

  4. World Health Organization (WHO). (2025). Infertility. Diakses 2025.

 

Kenapa Testis Tidak Turun? Kenali Kondisi Kriptorkismus dan Solusinya

Screening kondisi organ tubuh penting dilakukan oleh orang tua, terutama pada bayi yang baru lahir. Selain mengecek apakah bayi memiliki anggota tubuh lengkap seperti tangan, kaki, mata, hidung dan berbagai indera lain, penting juga untuk melihat bagian testis bayi apakah pada posisi semestinya. 

 

Pasalnya, ada banyak orang tua yang belum mengerti soal Kriptorkismus atau keanehan medis yang terjadi pada buah zakar bayi dan terlanjur hingga dewasa.

 

Bagaimana mengindentifikasinya? Berikut penjelasannya,

 

Apa Itu Testis Tidak Turun (Kriptorkismus)?

Kriptorkismus adalah kondisi ketika testis tidak turun ke dalam skrotum. Bila tidak kunjung diobati sejak kanak-kanak, kondisi ini dapat berangsur hingga dewasa dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesuburan. 

 

Penyebab Testis Tidak Turun

Lantas, apa yang menyebabkan testis tidak turun?

 

1. Gangguan hormonal

 

Testis yang tidak turun disebabkan oleh kurangnya hormon testosteron di dalam tubuh selama perkembangan janin. 

Testosteron sendiri berperan dalam perkembangan testis itu sendiri. Nah, ketika mengalami gangguan, maka testis tidak akan bisa turun ke skrotum. 

 

 

2. Masalah mekanik

 

Selama perkembangan janin di dalam rahim, biasanya testis akan berangsur turun ke skrotum. Akan tetapi, jika saluran inguinal menyempit atau rusak, testis mungkin tidak bisa turun.

 

 

3. Kelainan genetika

 

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa testis yang tidak turun disebabkan masalah genetik. Kemungkinan saudara laki-laki sebelumnya memiliki kondisi yang juga sama.

 

 

4. Perkembangan testis yang abnormal

 

Adanya gangguan pada saluran inguinal atau jaringan yang mendukung testis bisa menghambat penurunan testis. 

 

Faktor Risiko Testis Tidak Turun

Segera kunjungi dokter jika Ada merasa testis bayi Anda tidak turun setelah dilahirkan. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berdampak pada masa depannya. Beberapa resiko yang mungkin berperan adalah:

 

Bayi yang lahir dalam keadaan prematur lebih berpotensi mengalami testis tidak turun. Biasanya, hal ini terjadi pada trimester akhir kehamilan. 

 

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah punya kemungkinan tinggi mengalami kriptorkismus. Oleh karena itu, mengusahakan asupan makanan bergizi selama masa kehamilan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar.

 

 

Anggota keluarga seperti ayah atau saudara laki-laki yang terkena kriptorkismus mungkin akan menurunkan bayi dengan kondisi yang sama.

 

 

Paparan zat kimia semacam ftalat, pestisida, dan estrogen selama masa kehamilan mungkin dapat melahirkan anak dengan kondisi kriptorkismus.

 

 

Hindari mengkonsumsi minuman manis berlebihan selama masa kehamilan. Dikhawatirkan, kondisi ini bisa menyebabkan diabetes gestasional yang berdampak pada perkembangan janin. Salah satunya adalah kejadian bayi dengan kriptorkismus. 

 

Gejala Testis Tidak Turun

Testis tidak turun pada bayi sangat bisa dicek sesaat setelah dilahirkan. Oleh karena itu, tenaga medis harus teliti saat menscreening kelengkapan anggota tubuh bayi. 

 

Ciri-ciri yang bisa dikenali

 

Ukuran skrotum tidak seimbang, lebih kecil atau lebih besar dibandingkan sisi lain. 

 

Testis yang tidak teraba atau tampak kosong pada salah satu kantung adalah ciri-ciri dari kriptorkismus.

 

 

Dokter mungkin tidak menemukan testis di dalam skrotum, sehingga perlu mendiagnosa adanya kemungkinan kriptorkismus. 

 

Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Berbagai komplikasi serius sangat mungkin terjadi apabila testis yang tidak turun tidak segera ditangani. Selain masalah fisik, efek psikologis sangat bisa mengganggu penderita dalam menjalani hidup sehari-hari. 

 

1. Infertilitas

Jika tidak ditangani, testis yang tidak turun bisa mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan. 

 

2. Kanker testis

Pria dengan kondisi kriptorkismus memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker testis apabila pengobatan tidak dilakukan sebelum pubertas. 

 

3. Hernia inguinalis

Saat janin berkembang, testis yang terbentuk di dalam perut akan turun menuju skrotum. Akan tetapi, pada kasus kriptorkismus testis tidak bisa turun sepenuhnya sehingga menimbulkan celah. Nah, lubang kecil ini dapat menyebabkan usus turun dan menimbulkan hernia. 

 

4. Torsio testis

Testis yang tidak turun dan terpelintir akan mengalami pemutusan aliran darah ke testis. Jika tidak ditangani akan menyebabkan kerusakan permanen. 

 

5. Masalah psikologis

Anak dengan testis turun akan mengalami kurangnya rasa percaya diri ketika dewasa. Perbedaan fisik yang menonjol bisa jadi bumerang bagi masa depan. 

 

Diagnosis Testis Tidak Turun

Guna mengetahui apakah bayi yang baru lahir mengalami kriptorkismus, dokter mungkin akan melakukan berbagai tindakan berikut ini. 

 

Pemeriksaan langsung anggota tubuh dilakukan secara kasat mata, menggunakan pakaian medis lengkap supaya bayi tetap bersih dan steril setelah dimandikan. 

 

Apabila dokter kurang yakin dengan hasil pemeriksaan langsung, mungkin akan dilakukan tindakan USG Skrotum untuk mengetahui lokasi testis yang tidak teraba.

 

 

Lalu, jika hasil USG masih tidak meyakinkan maka dokter akan melakukan tindakan CT Scan atau MRI. Ini terjadi apabila kasusnya sangat kompleks, misalkan karena posisi testis diduga terlalu dalam atau tertutup jaringan.

 

 

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam perut untuk menemukan testis yang tersembunyi. 

 

Penanganan Testis Tidak Turun

Penanganan testis tidak turun akan dilakukan dengan melihat kondisi anak. Seperti misalkan berapa usianya, lokasi testis serta kondisi medis lain yang mungkin mengiringi. 

 

1. Pemantauan

Tahapan pemantauan akan dilakukan pada bayi baru lahir selama 6 bulan pertama. Dokter dan tenaga medis akan selalu memantau perkembangannya. 

 

2. Terapi Hormon

Pemberian hormon untuk terapi seperti GnRH dan hCG dapat membantu merangsang turunnya testis.

 

3. Operasi Orkidopeksi

Tindakan ini dilakukan bila pemantauan dan terapi hormon tidak kunjung memberikan efek yang signifikan. Dokter akan mengambil langkah operasi dengan cara memindahkan testis ke dalam skrotum ketika pasien berusia 6 hingga 12 bulan. 

 

Apakah Bisa Disembuhkan?

Jangan terlalu bersedih apabila buah hati Anda mengalami masalah ini. Untungnya, kriptorkismus masih bisa disembuhkan apabila anak sudah dioperasi sebelum usia 1 tahun. Penanganan yang tepat dapat membuat fungsi testis tetap normal dan menghindarkan resiko komplikasi jangka panjang secara signifikan. 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan tunggu hingga si kecil dewasa, segera bawa anak ke dokter apabila:

 

 

Nah, apabila sudah terlanjur terjadi ketika dewasa, maka penanganannya lumayan berbeda. Yaitu dengan tindakan operasi orkidopeksi jika testis masih layak. Akan tetapi, jika testis sudah tidak berfungsi, dokter akan mengangkat testis untuk menghindari komplikasi. 

 

Kenapa Harus di ASHA IVF?

ASHA IVF Surabaya menyediakan layanan lengkap untuk penanganan kriptorkismus dan masalah kesuburan pria:

 

Dokter spesialis andrologi dan urologi berpengalaman

Tim medis di ASHA IVF Surabaya terdiri dari dokter-dokter spesialis andrologi dan urologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kriptorkismus dan gangguan reproduksi pria. Mereka memiliki keahlian dalam melakukan diagnosis yang akurat serta menentukan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

 

Fasilitas USG dan diagnostik modern

ASHA IVF Surabaya dilengkapi dengan peralatan diagnostik canggih, termasuk USG skrotum dan perut, yang memungkinkan deteksi lokasi testis yang tidak turun secara akurat. Fasilitas ini mendukung evaluasi menyeluruh terhadap fungsi reproduksi pria, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

 

Pendekatan holistik untuk kesehatan reproduksi pria

Pendekatan holistik diterapkan di ASHA IVF Surabaya, mencakup seluruh aspek kesehatan reproduksi pria. Mulai dari diagnosis awal, terapi hormonal, hingga tindakan bedah seperti orkidopeksi jika diperlukan. Selain itu, dukungan psikologis juga diberikan untuk membantu pasien menghadapi dampak emosional dari kondisi yang dialami.

 

Konsultasi lengkap dari diagnosis hingga solusi kesuburan

ASHA IVF Surabaya menawarkan layanan konsultasi yang komprehensif, mulai dari tahap diagnosis hingga penentuan solusi kesuburan yang sesuai dengan kebutuhan individu. Pasien mendapatkan pendampingan penuh dalam setiap tahap penanganan, termasuk evaluasi kesuburan dan perencanaan keluarga, dengan solusi yang disesuaikan dengan kondisi dan harapan pasien.

 

Jangan tunda penanganan kriptorkismus. Deteksi dan penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius di masa depan. Kunjungi ASHA IVF Surabaya untuk mendapatkan penanganan terbaik dari tim medis profesional.

 

 

Ditinjau Oleh: Dr. dr. M. P. B. Dyan Pramesti, SpAnd (K)

 

 

Sumber referensi:

  1. Cleveland Clinic. (n.d.). Undescended Testicles (Cryptorchidism). Ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.
  2. Medscape. (n.d.). Cryptorchidism (Undescended Testicle): Overview. ditinjau oleh dokter spesialis urologi. Diakses pada 2025.
  3. KidsHealth by Nemours. (n.d.). Undescended Testicles (Cryptorchidism). Ditinjau oleh tim medis KidsHealth (dokter anak dan spesialis). Diakses pada 2025.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2019). Undescended Testis. Ditulis oleh profesional medis dan tersedia dalam basis data medis NCBI. Diakses pada 2025.
  5. Children’s Health. (n.d.). Undescended Testes (Cryptorchidism). Dikelola oleh tim medis Children’s Health. Diakses pada 2025.

 

 

Kenali Kebiasaan yang Dapat Merusak Kesuburan Pria

Banyak pria yang fokus pada karier, gaya hidup sehat, dan kebugaran tubuh, namun sering kali melupakan satu aspek penting: kesuburan. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat berdampak besar pada kualitas sperma dan kemampuan untuk memiliki keturunan. 

 

Mulai dari pola makan yang buruk hingga rutinitas yang tampak normal seperti duduk terlalu lama atau penggunaan gadget berlebihan—semuanya bisa berkontribusi terhadap masalah kesuburan pria. 

 

Lalu, apa saja kebiasaan tersebut? Yuk, kenali lebih dalam agar bisa segera dihindari!

 

1. Merokok

Dilansir dari Mayo Clinic, Pria dengan kebiasaan aktif merokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibanding mereka yang tidak merokok. Bahkan, laki-laki yang berstatus sebagai perokok pasif akibat sering terpapar asap rokok sangat mungkin mengalami penurunan jumlah sperma. 

 

2. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Mengkonsumsi alkohol berlebihan faktanya bisa membuat kadar testosteron menurun, menyebabkan disfungsi ereksi dan penurunan produksi sperma. Selain itu, alkohol juga bisa menyebabkan penyakit liver yang mempengaruhi kesuburan. 

 

3. Gaya Hidup Sedentari

Di zaman modern seperti sekarang, banyak pria yang lebih suka mengikuti gaya hidup sedentari alias malas gerak. Hal ini mengakibatkan obesitas yang mempengaruhi perubahan fluktuasi hormon. Jika gaya hidup tidak berubah, kebiasaan ini bisa membuat Anda mandul. 

 

4. Terlalu Sering Menggunakan Pakaian Ketat

Menggunakan celana yang terlalu ketat ternyata bisa menyebabkan peningkatan suhu dalam skrotum, membuat produksi sperma semakin berkurang. Anda tetap boleh memakai celana atau baju ketat, tetapi jangan menggunakannya setiap hari. 

 

5. Paparan Panas Berlebih

Masih dilansir dari Mayo Clinic, panas yang berlebihan yang berasal dari air panas bisa mengganggu produksi sperma untuk sementara waktu. Anda bisa saja mandi air panas, tetapi tidak boleh terlalu sering untuk menjaga tingkat kesuburan. 

 

6. Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Paparan logam berat dan bahan-bahan kimia dari produk pangan ternyata bisa menimbulkan infertilitas. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung herbisida atau pestisida untuk menjaga level kesuburan. 

 

7. Pola Makan Tidak Sehat

Kualitas sperma bisa turun jika Anda masih sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Pastikan Anda mengkonsumsi makanan bergizi yang kaya akan sayuran dan protein untuk meningkatkan kesuburan. 

 

8. Stres Berkepanjangan

Faktanya, stress yang dibiarkan bisa mempengaruhi produksi hormon testosteron. Anda bisa coba olahraga, mengikuti yoga dan konseling untuk membantu memperbaiki keadaan emosi. Selain itu, berdoa dan bercerita kepada Tuhan setelah beribadah dapat jadi obat penghilang stress terbaik. 

 

9. Kurang Tidur

Tidur yang kurang berkualitas dapat mempengaruhi produksi hormon dan sperma. Itulah kenapa, Anda sebaiknya tidur minimal 6-8 jam perhari agar produksi hormon berjalan dengan normal. 

 

10. Konsumsi Kafein Berlebihan

Konsumsi kafein sebenarnya tidak berbahaya apabila tidak berlebihan. Akan tetapi, apabila Anda melakukannya terlalu sering, hal ini dapat membuat jumlah sperma menurun secara perlahan. 

 

11. Paparan Radiasi dari Gadget

Paparan sinar radiasi dari barang-barang elektronik seperti gadget sangat mungkin menurunkan jumlah sperma. Akan tetapi, radiasi dari ponsel tidak serta merta langsung berefek pada kemampuan reproduksi. Tetap saja, perlu kiranya bagi Anda untuk mengurangi intensitas bermain ponsel atau hindari terlalu lama memasukkan hp ke dalam saku celana. 

 

12. Penggunaan Steroid Anabolik

Konsumsi obat-obatan tertentu seperti steroid anabolik, obat testosteron, obat radang sendi dan obat maag ternyata bisa menurunkan kesuburan. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi obat hanya sesuai dosis yang ditetapkan. 

 

13. Mengabaikan Pemeriksaan Kesuburan

Tidak melakukan pemeriksaan kesuburan secara rutin berdampak pada abainya kondisi kesehatan reproduksi. Anda tidak akan tahu apakah Ada mengidap PCOS atau penyakit lain dalam tubuh jika tidak diidentifikasi lewat medis. Bukan untuk menakuti, tetapi pemeriksaan kesuburan justru membantu Anda mencari solusi yang tepat demi kebaikan bersama.  

 

Tips Menjaga Kesuburan Pria

 

Memiliki berat badan ideal dapat menjaga kualitas sperma Anda pada level terbaik. Oleh karena itu, penting bagi Anda menjaga berat badan agar tetap ideal dengan berolahraga rutin. 

 

Beberapa makanan yang kaya akan nutrisi, terutama antioksidan dapat membantu menjaga kesuburan. Anda bisa juga coba keju yang mengandung vitamin A serta brokoli yang kandungan asam folatnya sangat tinggi. 

 

Jika Anda masih sering konsumsi kopi sambil merokok, segera kurangi atau stop kebiasaan tersebut! Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas sperma. 

 

Stress yang tidak tertangani dengan baik dapat menurunkan hormon yang berperan dalam proses produksi sperma. Ambil kelas yoga atau cobalah tidur cukup untuk menenangkan diri. 

 

Mandi air panas tidak boleh dilakukan setiap hari. Pasalnya, kegiatan ini dapat menurunkan produksi sperma. Paparan panas pada area skrotum berefek pada turunnya jumlah sperma. 

 

Produksi sperma pada pria yang kelelahan dan langsung berhubungan seksual lebih sedikit dibandingkan mereka yang berhubungan intim dalam kondisi prima. Pastikan untuk tidur cukup atau minimal tidak kelelahan ketika berhubungan seksual. 

 

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Lantas, kapan sebaiknya Anda dan pasangan berkonsultasi ke dokter obgyn?

 

Sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis obgyn apabila Anda telah berhubungan seksual selama setahun teratur tanpa alat kontrasepsi tetapi tidak kunjung positif. 

 

Jika Anda atau pasangan mengidap penyakit reproduksi seperti endometriosis atau PCOS, harap jadwalkan konsultasi lebih awal agar mendapatkan penanganan yang tepat. Semakin cepat konsultasi akan semakin baik. 

 

Curiga dengan gairah yang sering menurun atau Mr. P yang tidak sewajarnya? Bisa jadi ada masalah kesuburan. Cepat datangi dokter apabila kondisi ini terjadi. 

 

Pemeriksaan Dasar Kesuburan Suami Istri di ASHA IVF Surabaya

Perjalanan menuju kehamilan tidak hanya berhenti pada timbulnya dua garis merah. Lebih dari itu, bagaimana menjaga agar embrio selamat sampai menjadi manusia kecil yang lahir ke dunia adalah tantangan bagi banyak pasangan. 

Oleh karena itu, ASHA IVF Surabaya hadir menawarkan layanan pemeriksaan dasar kesuburan dan memandu pasangan hingga meraih impian memiliki anak. 

Kami didukung oleh dokter spesialis fertilitas yang kompeten serta tenaga medis yang sudah berstandar internasional. Selain itu, kami juga telah menggunakan teknologi Intra Cytoplasmic Morphologically selected Sperm Injection (IMSI) untuk memilih sperma terbaik. 

Hadirnya layanan Female Service di ASHA IVF Surabaya juga menunjukkan kepedulian kami terhadap kenyamanan klien perempuan. 

Jadwalkan kunjungan Anda ke ASHA IVF Surabaya, kami siap membantu Anda merencanakan tujuan mulia memiliki keturunan. Kunjungi website ASHA IVF Surabaya untuk info selengkapnya.

 

 

Sumber Referensi:

  1. Male infertility. Mayo Clinic. Diakses pada 2025
  2. 10 reasons for male infertility. International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). Diakses pada 2025
  3. The decline of male fertility. Extend Fertility. Diakses pada 2025
  4. How to boost male fertility and increase sperm count. Healthline. Artikel ini ditinjau secara medis oleh Dr. Cynthia Taylor Chavoustie, MD. Diakses pada 2025,

 

 

 

Apa Itu Ticking Time Bomb Pada Kesuburan Pria? Yuk Simak Selengkapnya

Selama bertahun-tahun, pembicaraan tentang kesuburan seringkali berfokus pada perempuan—usia, kualitas sel telur, dan kesehatan rahim. Namun, sebuah kenyataan yang sering terabaikan adalah bahwa kesuburan pria juga memiliki “jam biologis” yang terus berdetak. Istilah ticking time bomb dalam konteks ini menggambarkan sebuah kondisi di mana kualitas sperma pria mengalami penurunan progresif yang seringkali tidak disadari, hingga akhirnya menghambat keberhasilan memiliki keturunan.

 

 

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada keberhasilan pembuahan, tetapi juga meningkatkan risiko keguguran, kelainan genetik, hingga gangguan perkembangan pada anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi pria untuk menyadari dan mengambil tindakan terhadap potensi “bom waktu” ini.

 

 

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang fenomena ticking time bomb pada kesuburan pria.

 

Kesuburan Pria Bukanlah Konstanta

Banyak yang masih percaya bahwa pria tetap subur sepanjang hidupnya. Meskipun secara teknis pria dapat memproduksi sperma hingga usia lanjut, kualitas sperma—yang mencakup jumlah, pergerakan, bentuk, dan integritas DNA—menurun seiring bertambahnya usia dan gaya hidup. Inilah akar dari ticking time bomb pada kesuburan pria.

 

Sama halnya dengan sel telur yang menua pada perempuan, sperma juga mengalami “penuaan” biologis dan molekuler yang dapat mengganggu keberhasilan konsepsi dan perkembangan embrio.

 

Apa Itu Ticking Time Bomb pada Kesuburan Pria?

Istilah ticking time bomb secara metaforis mengacu pada risiko tersembunyi yang perlahan-lahan berkembang dan dapat berdampak besar dalam jangka panjang. Dalam konteks kesuburan pria, ini mencakup:

 

1. Penurunan Kualitas Sperma

Seiring bertambahnya usia dan terpapar berbagai faktor lingkungan, sperma pria mengalami penurunan kualitas yang dapat mengurangi kemampuan membuahi sel telur.

 

Baca selengkapnya mengenai, 10 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma Agar Cepat Hamil.

 

2. Kerusakan DNA Sperma (DNA Fragmentation)

Kondisi di mana materi genetik sperma rusak, sehingga walaupun pembuahan terjadi, embrio yang dihasilkan bisa cacat atau gagal berkembang.

 

3. Stres Oksidatif

Radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh dapat merusak sel sperma. Ini sering terjadi akibat gaya hidup buruk seperti merokok, kurang olahraga, konsumsi alkohol berlebih, atau paparan polusi.

 

4. Masalah Hormon

Penurunan kadar testosteron, terutama setelah usia 40 tahun, dapat memengaruhi libido, produksi sperma, dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

 

5. Risiko Keturunan

Anak yang dikandung dari sperma pria berusia lanjut memiliki risiko lebih tinggi mengalami autisme, skizofrenia, dan gangguan perkembangan lainnya.

 

Faktor Penyebab Ticking Time Bomb Kesuburan Pria

Beberapa faktor yang mempercepat penurunan kesuburan pria antara lain:

 

 

Semua faktor ini perlahan tetapi pasti menggerogoti potensi reproduktif pria—ibarat bom waktu yang menunggu meledak.

 

 

Apakah Tanda-Tandanya?

Sayangnya, ticking time bomb pada kesuburan pria sering tidak menunjukkan gejala fisik. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah melalui pemeriksaan laboratorium, seperti:

 

 

Jika Anda dan pasangan telah mencoba hamil lebih dari 6–12 bulan tanpa hasil, terutama jika usia pria sudah mendekati 40 tahun, pemeriksaan ini sangat disarankan.

 

Mengapa Pria Perlu Waspada?

Kesuburan bukan hanya tanggung jawab wanita. Faktanya, 30–50% kasus infertilitas disebabkan oleh faktor pria, baik sebagai penyebab utama maupun penyerta. Mengabaikan kondisi sperma bisa membuat upaya hamil menjadi sia-sia, bahkan dengan bantuan teknologi seperti inseminasi atau IVF.

Selain itu, anak yang lahir dari sperma yang tidak sehat memiliki risiko lebih tinggi terkena:

 

 

Dengan kata lain, ticking time bomb bukan hanya soal bisa atau tidak bisa hamil—tapi juga tentang kesehatan generasi berikutnya.

 

ASHA IVF Surabaya: Solusi Tepat untuk Deteksi Kesuburan Pria

Sebagai pusat fertilitas terdepan, ASHA IVF Surabaya memiliki keahlian khusus dalam menangani kesuburan pria melalui pendekatan berbasis bukti dan teknologi mutakhir. Berikut adalah beberapa keunggulan yang ditawarkan:

 

1. Pemeriksaan Sperma Lengkap dan Akurat

ASHA IVF menawarkan analisis sperma dengan standar WHO terkini, dilengkapi dengan tes fragmentasi DNA, morfologi Kruger, dan pemeriksaan motilitas lanjutan untuk mengukur kualitas sperma secara menyeluruh.

 

2. Layanan Andrologi dan Konsultasi Spesialis

Tim ASHA IVF terdiri dari dokter spesialis andrologi dan fertilitas yang berpengalaman menangani berbagai gangguan reproduksi pria, termasuk varikokel, disfungsi ereksi, dan hipogonadisme.

 

3. Terapi Fertilitas Pria yang Dipersonalisasi

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan menyusun rencana terapi yang mencakup obat hormonal, antioksidan, perubahan gaya hidup, hingga tindakan bedah (jika diperlukan).

 

4. Teknologi Reproduksi Berbantu

Jika kualitas sperma rendah, ASHA IVF menyediakan layanan ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)—di mana satu sperma terbaik dipilih dan disuntikkan langsung ke dalam sel telur, meningkatkan kemungkinan keberhasilan pembuahan.

 

5. Penyimpanan Sperma (Sperm Freezing)

Bagi pria yang belum menikah, bekerja di lingkungan berisiko, atau ingin menunda kehamilan, ASHA IVF menawarkan layanan pembekuan sperma untuk mengamankan kualitas sperma saat masih optimal.

 

Strategi Pencegahan: Tunda Ledakan “Bom Waktu”

Menjaga kesuburan pria bukanlah hal yang sulit, asalkan dilakukan sejak dini. Berikut beberapa tips dari tim ASHA IVF:

 

 

 

Kesuburan pria bukanlah aset yang abadi. Sama seperti perempuan, pria juga memiliki batas waktu biologis, hanya saja seringkali tidak disadari. Ticking time bomb pada kesuburan pria adalah ancaman yang nyata, namun bisa dideteksi dan dikelola dengan pendekatan medis yang tepat.

 

 

Jangan biarkan waktu menjadi musuh. Dengan penanganan dini dan teknologi yang tepat, Anda tetap memiliki kesempatan besar untuk menjadi ayah. ASHA IVF Surabaya siap mendampingi perjalanan Anda dengan layanan terbaik dalam dunia reproduksi pria dan pasangan.

 

Ingin memeriksa kondisi kesuburan Anda? Konsultasikan segera dengan tim spesialis di ASHA IVF Surabaya dan ambil langkah pertama untuk masa depan keluarga Anda. ASHA hadir untuk membantu Anda mewujudkan mimpi menjadi orang tua.

Apa Saja Persiapan Bahagia Menjelang Menopause? Yuk Simak

Wanita merupakan sosok ciptaan Tuhan  yang penuh dengan kekuatan dan keindahan. Mereka dibekali kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dalam segala kondisi, salah satunya adalah perubahan pada setiap perkembangan organ reproduksi yang terjadi di dalam tubuh mereka. Terdapat 3 tahapan penting dalam fase perkembangan reproduksi wanita antara lain masa kanak-kanak, pubertas dan menopause. Masing-masing fase memiliki jumlah harta karun “koin folikel” yang berbeda-beda yang sudah Tuhan bekali sejak mereka berada dalam rahim ibu.

Pada saat seorang wanita masih berbentuk janin dalam kandungan, mereka memiliki jumlah folikel dalam indung telur sekitar 6 hingga 7 juta, puncaknya saat usia kehamilan 20 minggu. Tiap folikel memiliki sel telur yang nantinya berguna untuk kelangsungan hidup organ reproduksi mereka, salah satunya melahirkan generasi baru untuk memastikan spesies manusia tetap ada di muka bumi ini. Tiap waktu jutaan folikel tersebut mengalami pengurangan sehingga pada saat lahir, bayi wanita hanya memiliki sekitar 2 juta folikel. Dilanjutkan masa pubertas, jumlah folikel yang tersisa sekitar 300 ribu folikel, dimana yang aktif pecah dan mengeluarkan sel telur sekitar 400 sampai memasuki masa menopause yang tersisa kurang lebih 1000 folikel. Penurunan yang sangat drastis ini menyebabkan level hormon estrogen dan progesteron pada wanita pun berkurang yang berdampak pada siklus haid yang tidak teratur sampai tidak ada menstruasi. Hal ini dikarenakan tiap folikel berperan dalam menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. 1,2

Dampak penurunan level hormon estrogen dan progesteron yang sangat signifikan mengantarkan wanita memasuki masa menopause. Masa menopause merupakan masa dimana seorang wanita tidak mengalami menstruasi, dengan batas waktu selama 12 bulan. Pada wanita biasanya terjadi pada usia rentang waktu 48 sampai dengan 55 tahun. Masa ini merupakan salah satu masa penting yang akan dilalui. Sama dengan kondisi pada saat tubuh seorang wanita memulai memasuki masa kehamilan yang penuh dengan perubahan baik fisik dan psikis untuk persiapan menjadi seorang ibu, masa menopause sendiri memiliki keunikan tersendiri dengan perubahan yang kompleks berupa perubahan fisik dan kejiwaan seorang wanita. Oleh karena itu persiapan yang matang pada saat mendekati masa menopause sangat membantu dalam menyambut masa menopause dengan suka cita. Kondisi ini tidak dapat di hindari karena itu bersahabat dengan masa ini diperlukan bagi seorang wanita. 1,2

 

Menopause dan Mitos di Masyarakat.

Masalah kejiwaan merupakan salah satu masalah yang sering diungkapkan seorang wanita pada saat berkunjung ke dokter.

 

Salah satu hal pemicu dikarenakan adanya mitos yang beredar di masyarakat yang membuat hati gundah gelisa ketika memasuki usia akhir 40 tahun, antara lain ada yang menganggap menopause berarti memasuki masa yang sudah tua, mudah gemuk, akan selalu mengalami depresi, kulit menjadi keriput, tidak ada lagi kehidupan seks, yang pada intinya menopause merupakan masa yang menyeramkan untuk di hadapi.

 

Padahal bila di telaah satu persatu dari mitos tersebut tidak sepenuhnya benar, salah satunya masa menopause tidak selalu terjadi pada masa tua. Sekitar 10-15% populasi wanita reproduksi aktif saat ini pun dapat mengalami masa menopause yang di sebut dengan menopause dini.

 

Pola gaya hidup yang tidak sehat saat ini menyebabkan peningkatan masa menopause dini. Fenomena ini dapat menyedihkan bagi para wanita yang telah menikah dikarenakan  dampak negatif yang akan diberikan pada segi fertilitas mereka.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya menopause dini antara lain :

  1. Genetika : riwayat keluarga dengan menopause dini dapat meningkatkan resiko.
  2. Penyakit autoimun yang tidak terapi. Pada kondisi autoimun terdapat paparan faktor inflamasi/radang yang berlangsung lama sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada pabrik dari sel telur yang bernama “indung telur”.
  3. Pengobatan medis, seperti terapi kemo atau radiasi pada wanita yang memiliki penyakit kanker.
  4. Pembedahan pengangkatan indung telur, sehingga tidak ada organ yang mensuplai hormon estrogen bagi tubuh.

 

Pencegahan yang dapat dilakukan dengan meluangkan waktu untuk konsultasi sedini mungkin ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ reproduksi terutama pada saat reproduksi aktif (usia ≤ 40 tahun).

 

Transisi Perimenopause.

Wanita patutlah bersyukur karena sebenarnya Tuhan sangat detail dalam mempersiapkan tubuh mereka memasuki perubahan yang akan terjadi menjelang menopause sehingga mereka masih terus dapat berbahagia selama menjalani hidup di muka bumi.

 

Masa itu dikenal dengan masa transisi perimenopause yang terjadi sekitar usia 46 tahun, dengan durasi memasuki masa menopause sekitar 2 sampai dengan 8 tahun dari usia tersebut.

 

Hal ini menunjukkan seorang wanita memiliki waktu yang cukup dalam mempersiapkan tubuh dan psikis mereka baik dengan mengumpulkan informasi yang cukup tentang masa menopause ataupun mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat baik dengan pemilihan diet dan olah raga yang sesuai.2

 

Gejala dan pencegahannya.

Gejala awal yang akan terjadi berupa siklus haid yang mulai tidak teratur ataupun dapat berlangsung lama dari satu siklus ke siklus berikutnya ( +/- 50 hari). Terdapat 3 gejala utama dan beberapa saran pencegahan untuk mengurangi gejala yang timbul yaitu :2

 

Gejala Somatik :

  • kulit keriput
  • lemah lesu
  • vagina kering
  • nyeri saat berhubungan
  • rambut rontok
  • nyeri sendi/badan.
  • Osteoporosis & nyeri sendi.

Gejala Vasomotor :

Keringat malam dan hot flashes (terutama pada bagian muka, leher dan telapak tangan).

Gejala Psikis :

  • Insomnia.
  • Libido menurun.
  • Penurunan konsentrasi/mudah lupa
  • Mood swing.
  • Perbaikan gaya hidup dengan olah raga dan diet konsumsi buah/sayur2 yang cukup. Dapat juga ditambahkan dengan konsumsi cukup makanan-makanan yang mengandung fitoestrogen. Konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi, susu dengan jumlah kalsium yang cukup  dan mengurangi minuman stimulan seperti teh dan kopi.
  • Konsumsi omega 3 yang berperan sebagai anti inflamasi.
  • Pengurangan ataupun berhenti merokok.
  • Mengurangi paparan kondisi lingkungan terlalu panas/dingin.
  • Penggunaan tabir surya, pelembab kulit.
  • Penggunaan gel lubrikasi vagina/vaginal moisturizer saat bersenggama.
  • Komunikasi yang baik pada pasangan sebelum dan saat melakukan aktivitas seksual.
  • Penggunaan pakaian berbahan nyaman seperti dari katun dan longgar.
  • Pemeriksaan bone mineral density (BMD) terutama bila memiliki keluhan penurunan tinggi badan +/- 3 cm.
  • Konsultasi ke dokter bila ada keluhan yang sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Contoh makanan yang mengandung fitoestrogen yang dapat membantu sebagai pengganti hormon estrogen yang berkurang dalam tubuh :  tahu, kubis, kacang hijau, susu kedelai, almond, bawang putih, biji wijen, anggur dan roti gandum

 

Terapi Hormonal

merupakan pengobatan yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi gejala yang timbul saat menopause, terutama bila mengganggu dalam beraktivitas sehari-hari. Terapi ini bertujuan untuk menggantikan kadar hormon estrogen dan progesteron yang sedang menurun diakibatkan dampak dari penurunan jumlah folikel dari proses aging.

 

Namun, tidak semua wanita dapat menggunakan terapi ini untuk mengurangi keluhan dikarenakan terdapat beberapa kontraindikasi yang perlu dipertimbangkan dokter sebelum penggunaan terapi hormonal, antara lain : ibu-ibu dengan penyakit kanker endometrium/payudara/wanita dengan faktor resiko, gangguan fungsi hati,penyakit jantung, riwayat sering migrain, endometriosis dan mioma uteri. Oleh karena itu, para ibu perlu untuk berkonsultasi ke dokter kandungan sebelum terapi.

 

Selama melakukan screening akan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk membantu dokter dalam memutuskan terapi yang tepat. Terdapat 2 jenis sediaan terapi yang akan dipertimbangkan dokter, dapat dengan terapi estrogen tunggal ataupun kombinasi dengan estrogen dan progesteron. 2

Masa menopause merupakan salah satu masa yang akan dilalui seorang wanita untuk bertumbuh menjadi manusia yang utuh. Masa ini menempatkan wanita untuk selalu fleksible dalam beradaptasi dengan perpindahan dari zona nyaman menuju zona baru kembali, dan lagi-lagi wanita selalu mampu mengatasi dengan indah dan cantik perubahan tersebut.

 

Informasi yang cukup dan dukungan yang baik dari keluarga dan teman-teman sekitar akan membantu para wanita untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Pada akhirnya itulah kekuatan sejati seorang wanita terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dan tumbuh, tidak peduli fase kehidupan yang dijalaninya.

 

Dan kondisi menopause ini merupakan kesempatan seorang wanita untuk menemukan kembali jati diri mereka seutuhnya dan selalu memiliki kesempatan untuk mengejar impian-impian yang selama ini tertunda.

 

Selamat menjadi wanita, anda patut merayakan setiap fase dalam kehidupan anda !!!

 

 

Oleh dr. Letizia Alessandrini Sp.OG., M.Ked. Klin., M.C.E

 

Referensi :

  1. Baird, D. T. et al. (2005) ‘Fertility and ageing’, Human Reproduction Update, 11(3), pp. 261–276. doi: 10.1093/humupd/dmi006
  2. Madjid TH, Siregar FG and Soehartono DS (2023) ‘Menopause’, Fertilitas & Endokrinologi Reproduksi, 1(22), pp.379-413.

Apakah Obesitas Berpengaruh Pada Kesuburan?

Obesitas tak hanya berdampak pada kesehatan secara umum, tetapi juga memainkan peran signifikan dalam kesehatan kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

Banyak yang belum menyadari bahwa berat badan berlebih bisa mengganggu keseimbangan hormonal dan kualitas reproduksi, sehingga menyebabkan masalah dalam proses kehamilan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana obesitas memengaruhi kesuburan dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan peluang kehamilan.

 

Obesitas dan Kesuburan pada Wanita

Pada wanita, obesitas dapat mempengaruhi sistem reproduksi dengan cara yang kompleks. Lemak berlebih di dalam tubuh mengganggu produksi hormon estrogen, yang berperan dalam mengatur siklus menstruasi dan ovulasi. Ketidakseimbangan hormon ini sering menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan berhenti sama sekali pada beberapa kasus.

 

Selain itu, wanita dengan obesitas juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS), suatu kondisi yang dapat menurunkan kesuburan dan membuat pembuahan menjadi lebih sulit.

 

Obesitas dan Kesuburan pada Pria

Tak hanya wanita, obesitas juga berdampak besar pada kesuburan pria. Lemak berlebih dapat menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron dan menghambat produksi sperma.

 

Studi menunjukkan bahwa pria dengan obesitas cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih rendah, kualitas sperma yang buruk, dan pergerakan sperma yang lebih lambat. Faktor-faktor ini semua mengurangi peluang kehamilan pada pasangan.

 

Langkah-Langkah Meningkatkan Kesuburan dengan Menurunkan Berat Badan

Jika obesitas menjadi penghambat kesuburan, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan peluang hamil. Menurunkan berat badan hanya sebanyak 5-10% saja sudah bisa memberikan efek positif pada keseimbangan hormonal dan kesehatan reproduksi.

 

Mengadopsi pola makan sehat yang kaya akan nutrisi, berolahraga secara teratur, dan menjaga keseimbangan emosi adalah langkah awal yang efektif. Selain itu, mendapatkan dukungan medis dan konseling dapat membantu memastikan proses penurunan berat badan berjalan dengan aman dan berkelanjutan.

 

Baca selengkapnya mengenai, Apa Cara Meningkatkan Kesuburan Wanita Secara Alami dan Medis?.

 

Obesitas adalah salah satu faktor yang sering terabaikan ketika pasangan mengalami masalah kesuburan. Memahami dampaknya terhadap keseimbangan hormon dan sistem reproduksi dapat menjadi langkah awal yang penting.

 

Bagi pasangan yang ingin meningkatkan peluang kehamilan, menjaga berat badan sehat menjadi salah satu cara yang efektif dan dapat membantu mengoptimalkan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Apa Rekomendasi Olahraga Terbaik untuk Kesuburan?

Olahraga sering kali dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, dalam konteks kesuburan, beberapa jenis olahraga dapat membantu meningkatkan peluang hamil, sementara yang lain justru bisa berpengaruh sebaliknya. Menemukan jenis olahraga yang tepat menjadi langkah penting bagi pasangan yang sedang berusaha untuk hamil. Dalam artikel ini, kita akan melihat olahraga apa yang terbaik dan mengapa beberapa olahraga perlu dihindari.

 

Olahraga Terbaik untuk Meningkatkan Kesuburan

 

1. Yoga dan Pilates

Yoga dan Pilates adalah olahraga ringan yang sangat efektif dalam mengurangi stres, yang merupakan faktor utama dalam masalah kesuburan. Berbagai pose yoga membantu melancarkan peredaran darah di area panggul, mendukung kesehatan organ reproduksi. Selain itu, kedua jenis olahraga ini baik untuk meningkatkan keseimbangan hormon, yang penting untuk menjaga kesuburan.

 

2. Berjalan Kaki

Berjalan kaki adalah olahraga sederhana namun efektif. Aktivitas ini tidak hanya membantu menjaga berat badan tetap ideal, tetapi juga mendukung kesehatan kardiovaskular tanpa memberi tekanan berlebih pada tubuh. Untuk pasangan yang berusaha hamil, jalan kaki secara rutin juga membantu menjaga aliran darah yang baik dan menjaga tubuh tetap fit tanpa stres fisik yang berlebihan.

 

3. Berenang

Berenang adalah olahraga yang berdampak rendah namun sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Gerakan dalam air membantu membakar kalori, melatih kekuatan otot, serta meningkatkan sirkulasi darah. Ini adalah olahraga yang ideal untuk pasangan yang ingin menjaga kesehatan tanpa terlalu membebani tubuh.

 

Olahraga yang Sebaiknya Dihindari Ketika Berusaha Hamil

 

1. Olahraga Intensitas Tinggi (HIIT)

HIIT memang populer dan efektif untuk menurunkan berat badan, namun olahraga ini bisa menurunkan kadar hormon yang penting untuk kesuburan bila dilakukan terlalu sering atau terlalu intens. Latihan intensitas tinggi dapat mengakibatkan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi siklus menstruasi pada wanita, serta memengaruhi kualitas sperma pada pria.

 

2. Angkat Beban Berat

Meskipun angkat beban dapat membantu membentuk otot, beban yang terlalu berat dapat menambah stres pada tubuh. Olahraga ini dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berisiko menurunkan kesuburan bila dilakukan secara berlebihan. Jika angkat beban adalah bagian dari rutinitas, sebaiknya dilakukan dengan moderasi dan dipadukan dengan latihan ringan lainnya.

 

3. Lari Jarak Jauh

Bagi mereka yang terbiasa dengan olahraga lari jarak jauh, penting untuk memahami dampak stres fisik pada tubuh. Lari yang berlebihan dan intens dapat memengaruhi kadar hormon, yang bisa berakibat pada gangguan siklus menstruasi bagi wanita serta menurunkan kadar testosteron pada pria.

 

Olahraga adalah bagian penting dari gaya hidup sehat, dan memilih jenis olahraga yang tepat dapat mendukung kesuburan. Jenis-jenis olahraga seperti yoga, berjalan kaki, dan berenang adalah pilihan ideal yang mendukung kesehatan reproduksi tanpa memberikan stres fisik berlebih pada tubuh.

 

Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, penting untuk memilih olahraga dengan bijak dan memastikan tubuh mendapatkan manfaat terbaiknya. Dengan gaya hidup sehat dan olahraga yang tepat, peluang untuk mewujudkan impian memiliki anak bisa semakin dekat.

Ini Dia 8 Efek Samping Pil KB yang Perlu Diketahui

Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang umum digunakan untuk mencegah kehamilan. Namun, sama seperti jenis obat lain, obat ini juga memiliki efek samping. Salah satu efek samping pil KB yang perlu Mom ketahui adalah mual.

Efek samping pada pil kontrasepsi terjadi dikarenakan adanya perubahan hormon dalam tubuh. Namun, perlu Mom ingat, setiap wanita mungkin akan mengalami efek samping berbeda-beda, ada yang ringan, berat, ada juga yang tidak merasakan efek samping sama sekali.

 

Efek Samping Pil KB pada Wanita

Mom, sudah tahukah Anda seperti apa cara kerja pil KB sebenarnya? Jadi, obat ini bekerja dengan mencegah tubuh menghasilkan sel telur. Dengan begitu, tidak akan ada pembuahan sehingga kehamilan pun tidak terjadi. Selain itu, pil KB juga dapat berfungsi untuk mengatasi haid tidak teratur.

 

Nah, mengonsumsi pil KB bisa memengaruhi kadar hormon seseorang. Hal tersebut membuat beberapa wanita merasakan efek samping yang berbeda-beda. Di bawah ini merupakan efek samping pil KB jangka panjang yang perlu Mom ketahui.

 

1. Mual

Efek samping pil KB yang pertama adalah mual. Biasanya ini dialami oleh beberapa orang yang baru saja mengonsumsinya. Namun, Anda tak perlu khawatir sebab mual akan mereda setelah beberapa saat. Guna mengantisipasinya, Mom bisa mengonsumsi obat ini setelah makan malam atau sebelum tidur. Atau Anda juga dapat mencegah mual dengan cara minum obat antasida maupun maag sekitar 30 menit sebelum mengonsumsi pil KB.

 

2. Payudara Bengkak dan Nyeri

Dampak konsumsi pil KB berikutnya yaitu payudara akan terasa bengkak dan nyeri apabila ditekan. Umumnya kondisi ini terjadi pada minggu-minggu awal mengonsumsi pil dan akan mereda setelah itu.

 

3. Muncul Bercak Darah

Apabila Mom melihat ada bercak darah yang keluar dari vagina, maka kemungkinan itu merupakan efek samping dari mengonsumsi pil KB. Efek ini termasuk umum dialami wanita, di mana hampir sekitar 50% orang yang menggunakan pil KB mengeluarkan bercak darah di luar jadwal menstruasi.

 

Tapi, Mom tenang saja, selama bercak darah keluar, pil KB tetap akan efektif dalam mencegah kehamilan, kok. Meski begitu, Anda sebaiknya selalu rutin mengonsumsinya agar kadar hormon dalam tubuh terjaga. Mom perlu berkonsultasi dengan dokter apabila pendarahan yang Anda alami tergolong berat dan berlangsung selama 3 hari atau lebih.

 

4. Keputihan

Di samping keluar bercak darah, efek samping pil KB yang mungkin terjadi adalah keputihan. Hal ini tidaklah berbahaya, namun Mom patut waspada apabila keputihan yang Anda alami mengindikasikan ciri-ciri keputihan tidak normal, seperti perubahan warna atau bau.

 

5. Berat Badan Bertambah

Mom pasti sering mendengar jika efek samping pil KB jangka panjang salah satunya yaitu membuat berat badan bertambah. Hal tersebut memang bisa saja terjadi. Adapun bagian tubuh yang dapat bertambah besar yaitu area pinggul dan payudara.

Menurut situs University of Rochester Medical Center, konsumsi pil KB bisa membuat berat badan bertambah dikarenakan kandungan hormon estrogen di dalamnya dapat memperbesar sel lemak pada tubuh wanita, terutama payudara, paha, dan bokong.

 

6. Mood Swing

Dampak lain dari penggunaan pil KB adalah mood swing atau perubahan suasana hati secara tiba-tiba. Hal ini terjadi dikarenakan pil KB menekan sejumlah hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang mempengaruhi suasana hati.

 

7. Sakit Kepala

Sakit kepala yang Mom alami juga bisa disebabkan karena efek samping konsumsi pil KB. Ini terjadi dikarenakan ketidakseimbangan kadar hormon yang berkaitan dengan sistem reproduksi, sehingga menyebabkan gejala sakit kepala dan migrain.

 

8. Perubahan Gairah Seks

Efek samping pil KB lainnya yaitu perubahan gairah seks, pasalnya pil KB mengandung hormon estrogen dan progesteron di mana bisa mempengaruhi gairah seksual wanita. Bagi sebagian wanita, pil KB dapat menurunkan gairah, sementara bagi wanita lainnya justru obat ini mampu meningkatkan hasrat seksual.

 

Kelompok Wanita yang Tidak Disarankan Menggunakan Pil KB

Pil KB memang termasuk metode kontrasepsi yang simpel dan praktis karena bisa dilakukan sendiri di rumah. Namun, Mom tetap perlu berkonsultasi dengan dokter, pasalnya ada beberapa kelompok wanita dengan kondisi tertentu yang tidak disarankan menggunakan obat oral satu ini, di antaranya:

 

 

Itulah beberapa dampak pil KB yang perlu Mom ketahui. Pada dasarnya, setiap jenis kontrasepsi memiliki efek sampingnya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, Mom sebaiknya berkonsultasi dengan dokter guna menentukan alat kontrasepsi apa yang cocok untuk Anda.

 

Selain itu, apabila selama penggunaan alat kontrasepsi tersebut Mom mengalami efek yang tak kunjung reda, segera bicarakan dengan dokter untuk diganti dengan kontrasepsi lainnya.

 

Jika Mom ingin berkonsultasi masalah kesuburan atau program hamil, jangan ragu untuk mengunjungi klinik Asha IVF Indonesia. Anda bisa melakukan janji temu dengan dokter secara online. Yuk, booking jadwal sekarang juga!

pendaftaran konsultas

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih Waktu Reservasi*
No Telp*
Nama Lengkap*
Jenis Kelamin*

BUAT JANJI TEMU

Isi form dengan informasi paling sesuai dengan anda!

Pilih dokter untuk Reservasi*
Nama Lengkap*
Tanggal Renacana Kunjungan (DD/MM/YYYY)*